Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Showing posts with label Pantai. Show all posts
Showing posts with label Pantai. Show all posts

Sunday, 30 August 2015

Pantai Balekambang : Ada Keindahan, Kebersamaan, Senyum, Tawa dan Canda



Pantai Balekambang yang indah
Sabtu, 29 Agustus 2015


Pantai Belekambang terletak di Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Kec. Bantur, Kabupaten Malang. Pantai Balekambang berlokasi -/+ 65 km. sebelah selatan kota Malang.

Rute menuju ke Pantai Balekambang, Malang :
Surabaya - Malang - jalur ke Terminal Arjosari - Turen - Gondanglegi - Bantur - Pantai Balekambang

Perjalanan dari Surabaya menuju ke Malang, lancar dan menyenangkan. Namun saat sampai di Kec. Gondanglegi, ada penutupan jalan sementara dan semua kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif.
Wooww.., rasanya jarak tempuh menjadi bertambah jauh dan bus harus berjalan merambat. 

Menjelang pantai, perjalanan menjadi semakin menantang. Melewati jalan yang sempit, berkelak-kelok menikung tajam dengan tanjakan dan turunan yang cukup curam.
Sempat beberapa kali bus harus mengalah menepi, saat berpapasan dengan armada truk pegangkut tebu.

Alhamdulillah.., sekitar jam 12.00 WIB., sampai juga di Pantai Balekambang, Malang.


Selamat datang di wisata Pantai Balekambang, Malang 

Fasilitas yang terdapat di Pantai Balekambang, Malang :

tempat parkir yang luas, kantor informasi, warung makan / cafe, kios cinderamata, mushola, aula untuk sarana pertemuan, penginapan / hotel, camping ground, area outbond dan MCK.

Harga tiket masuk Pantai Balekambang, Malang


Karena hari sudah siang, acara pertama adalah ISHOMA.
Di Pantai Balekambang, ada banyak warung / rumah makan yang menyediakan berbagai menu makanan dan minuman yang cukup bervariasi. Tidak perlu khawatir masalah harga, karena di daftar menu sudah tercantum harga yang sangat terjangkau. Siang ini, kami memilih warung makan yang menyediakan menu ikan laut goreng, lalapan plus sambal.


Serunya Bermain Air di Pantai Balekambang

Hamparan pasir putih yang lembut, bersih serta air laut yang sangat jernih..
Sementara deburan ombak yang garang.., berada nun jauh disana.. 
Sangat menyenangkan & nyaman bagi anak-anak bermain air dengan ceria dan bersenda gurau di Pantai Balekambang.


Hhmm.., sudah terlalu mainstream.. menuliskan nama di atas pasir pantai, tetapi tetap saja merupakan hiburan yang menyenangkan.. hahaa..


Sekarang.., saatnya untuk menjelajah Pantai Balekambang


(Masih) di edisi yang 'mainstream'.. menuliskan sesuatu di atas pasir pantai..
Love U forever..


Panorama Pantai Balekambang : Bagaikan berada di Tanah Lot

Pemandangan khas Pantai Balekambang, Malang
Bagaikan berada di Tanah Lot Pulau Dewata


Meniti jembatan yang menghubungkan dua pulau di Pantai Balekambang


Jembatan beton yang menghubungkan Pulau Wisanggeni dengan Pulau Ismoyo (tepat di atas Pulau Ismoyo terdapat sebuah Pura)


Meski bertirai ranting-ranting kering.., Pantai Balekambang tetap terlihat indah..


Menikmati pemandangan pantai dan lautan lepas tanpa batas.. dari ketinggian. 
Sungguh suatu pemandangan yang.. wooww..!!!


Pemandangan Pantai Balekambang dari sisi lain.  Pantai yang sunyi.., namun terkadang kesunyian bisa membuat hati dan perasaan kita menjadi lebih peka..
(kalimat yang tidak berhubungan.. hahaa..)


Pantai yang tenang.., pada suatu sore yang indah.. 

(Hanif & Laili) : Anak-anak punya cara tersendiri untuk bersenang-senang
Lomba balap lari di atas pasir pantai yang bersih dan lembut.
Menyenangkan sekali.., melihat senyum ceria, mendengar gelak tawa lepas dan teriakan gembira dari anak-anak..


Rabbana maa khalaqta hadzaa baathila, subhaanaka faqinaa ‘adzabannaar”   
 "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia, Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka".
(QS. Ali Imran [3]: 191)

 
Belum sempat menjelajah ke sini, karena terbatasnya waktu.

Jika kita menyusuri jalan setapak ke arah kanan Pulau Wisanggeni (di sisi sebelah kanan jembatan yang menghubungkan Pulau Wisanggeni dengan Pulau Ismoyo), kita bisa eksplore ke Pantai Jembatan Panjang, Sumur 7 (Pitu), Pantai Dali Putih dan Pulau Penyu. 
Perlu persiapan dan kondisi yang fit jika ingin melakukan eksplore pantai, karena perjalanan yang lumayan jauh. Kita akan memasuki dan menjelajahi kawasan hutan yang sunyi sebelum sampai ke pantai tujuan. Terus yang penting, jangan lupa, yaa.. bawa perbekalan air minum dan makanan. 


Akses jalan setapak untuk menuju ke pantai yang lain.
Semoga suatu hari nanti, bisa berkunjung ke Pantai Balekambang lagi..


Perjalanan pulang ke Surabaya :
Malam hari ini, sang rembulan purnama setia mengiringi perjalanan pulang kembali ke Surabaya. Sekitar jam 23.00 WIB. sampai di Surabaya dengan selamat. Alhamdulillah...



 Terima kasih buat teman-teman beserta seluruh keluarga atas kebersamaan dan keakraban yang terjalin dengan indah. Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan limpahan rahmat, hidayah dan perlindungan kepada kita semua. 

Aamiin Ya Robbal Alamiin...

Ernik S.
Photo by : Fadjar ER. & Ernik S.

Tuesday, 1 January 2013

Menyapa Pantai Seindah Puisi di Blitar


Pantai puisi itu adalah Pantai Pasetran Gondo Mayit.

Abaikan saja namanya yang mistis dan seram..
Nikmati saja kesunyiannya, nikmati saja keindahannya.., 
karena inilah pantai puisi.


Pantai Pasetran Gondo Mayit - Blitar - Jawa Timur


Teman.., pernahkah terlintas dianganmu..?
Sebuah tempat tersembunyi yang menentramkan hati

duduk melepas segala lelah.., di bawah teduhnya naungan pepohonan
menikmati.. sebuah pantai biru yang membentang indah

melihat ombak yang bergulung-gulung saling berkejaran tiada henti
mendengar.. suara debur ombak saat menghantam batu-batu karang

yang airnya begitu bening dan jernih..
yang pasirnya begitu lembut, putih dan bersih..
hingga kau bisa melukis diatasnya..

Teman.., semuanya, dapat kau temukan di sini..
di pantai ini.., pantai yang seindah puisi..


Perjalanan menuju ke Pantai Pasetran Gondo Mayit


 
  Melewati muara sungai berair jernih, jalan setapak yang menanjak, menuju Pantai Pasetran Gondo Mayit yang berada di balik bukit.


Pemandangan indah saat menuju ke Pantai Pasetran Gondo Mayit
Dari atas bukit terlihatlah latar belakang Pantai Tambak Rejo yang biru membentang luas.


 
(dik Irwan & nanda Hanif)
Berkelana bagai musafir, mendaki bukit, menuju ke pantai puisi..


Pantai puisi.., Pantai Pasetran Gondo Mayit

Pantai yang seindah puisi.., kau pun hanya bisa berdecak kagum dan berkata.. " Subhanallah.."


Rinduku pada hamparan langit biru,
rinduku memandang gulungan ombak yang saling berkejaran, tiada henti..
rinduku berlarian diantara buih-buih ombak..




Melukis bintang-bintang diatas pasir pantai.., 
dan biarkan buih ombak putih menjadi saksi..


Rinduku pada lukisan alam Sang Maha Penguasa,
rinduku pada kesunyian pantai,
rinduku menjejak diatas jutaan butiran pasir putih..


Antara diriku, dirimu, dirinya, lautan dan langit yang membiru..


Bagai berada di 'private beach'
(nanda Hanif berlatih jurus pengendali ombak..)


Hanya kedamaian, hanya kesunyian, hanya ada suara-suara alam.., cukuplah sudah..


(dik Irwan) : Sendiri.., bercanda dengan gulungan ombak yang tiada lelah menyapanya


Gulungan ombak putih di pantai sunyi..
Kau pun bebas lepas berteriak sekencangnya, serempak suara deburannya yang menggelegar..

 
Sang Batu Karang.., di tepi Pantai Pasetran Gondo Mayit

Ceritakan padaku.., 
tentang batu-batu karang di Pantai Pasetran Gondo Mayit
yang tetap berdiri kokoh dan teguh..

meski gempuran badai, ombak dan gelombang..
tiada henti menghantamnya..

Ceritakan padaku.., 
betapa kuat dan tegarnya mereka..
betapa tetap tenang, perkasa dan tidak rapuh..
 
Ceritakan padaku, tentang Sang Batu Karang.. 






"Ibuuu.., batuan karangnya seperti wajah sang raksasa..!!"
(nanda Hanif lagi berimajinasi..!)


   Ada 'Sesosok Wajah' di Hamparan Langit Biru
 
 'Sesosok Wajah' di hamparan langit biru Pantai Pasetran Gondo Mayit

Awalnya hanya mengagumi keindahan Pantai Pasetran Gondo Mayit. 
Tapiii..., setelah mengamati hamparan langit biru, kami hanya bisa berucap 'MasyaAllah'.., saat melihat gugusan awan di langit yang menyerupai 'sesosok wajah'.

  

Pantai Pasetran Gondo Mayit

Biarkan saja pantai ini tetap tersembunyi
Biarkan saja pantai ini tetap terjaga kedamaian dan keindahannya

Biarkan saja apa adanya.., karena inilah pantai puisi..



Catatan :
  • Akses ke Pantai Pasetran Gondo Mayit - Blitar - Jawa Timur :  terlebih dahulu menuju ke Pantai Tambak Rejo yang terletak di Desa Tambak Rejo, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar.  
  • Dari Pantai Tambak Rejo, berjalan ke arah Timur, melewati muara sungai, kemudian mendaki bukit yang terletak di sebelah tebing karang. Ikuti saja jalan setapak yang menanjak diantara pepohonan dan semak belukar.(Pemandangan saat menuju ke Pantai Pasetran Gondo Mayit sangatlah indah. Berlatar belakang Pantai Tambak Rejo yang biru membentang luas). 
  • Pantai Pasetran Gondo Mayit berada di balik bukit. Sampai di atas bukit akan terlihat keindahan dan kesunyian Pantai Pasetran Gondo Mayit. Ikuti jalan setapak menurun menuju ke pantai puisi..
  • Terima kasih buat kel. dik Udin & dik Lina beserta ke-4 permata hatinya. Rumahnya yang lapang dan asri (di Ds. Kedungbunder, Dk. Karangmulyo, Kec. Sutojayan, Kab. Blitar), menjadi basecamp kami selama liburan di Blitar. Terima kasih buat perhatian, keramahan dan ketulusannya. Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin..
 
Alhamdulillahirobbil'alamin..


(Ernik S.)
Photo by : Fadjar ER., Ernik S.

Wednesday, 14 January 2009

WISATA DI BLITAR : Pantai Tambak Rejo


Blitar merupakan kota kecil yang terletak di bag. Selatan Jawa Timur. Berjarak sekitar 160 km. dari Surabaya. Rute yang biasa dilewati adalah Surabaya-Malang-Blitar atau Surabaya-Kediri-Blitar.

Wisata di Blitar cukup beragam, menarik dan menyimpan potensi yang besar, 
tak kalah dibanding dengan daerah-daerah lainnya. 
Meliputi wisata sejarah, wisata budaya, wisata religius, wisata kuliner dan 
wisata alam yang mempesona.

Seringkali kami (kel. Surabaya & kel. Kediri) berlibur dan jalan-jalan ke Blitar.

Ada adik kami (drh. Udin & drh Lina serta 2 balitanya) yang bermukim di Blitar.
Jadi, kalo kami pingin wisata/jalan-jalan ke Blitar, langsung saja mengontak adik.
Adinda Udin & Lina, selalu siap sedia menjadi guide wisata yang penuh perhatian, ramah dan banyak senyum.. :-)
Truss.., rumahnya di Kademangan berubah menjadi basecamp kami selama liburan di Blitar.


Berikut catatan wisata kami, saat dolan di Blitar :

PANTAI TAMBAK REJO

Pantai Tambak Rejo terletak di desa Tambak Rejo, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar.

Rute menuju ke Pantai Tambak Rejo :

Ikuti jalan raya dari arah Kediri ke Blitar. Sampai di Blitar, setelah melewati jembatan besi yang besar dan kokoh (melintas di atas sungai Brantas), akan ditemui pertigaan, ambil belokan ke arah kiri. (Ada pos polisi di pojokan jalan). Ikuti terus jalan raya menuju ke arah Kec. Kademangan Blitar. Dari sini sudah banyak papan penunjuk jalan menuju ke Pantai Tambak Rejo.

Kami berangkat dari rumah Adik sekitar jam 08.00 pagi.
Perjalanan menuju pantai cukup menyenangkan dan menarik. Sudah banyak rambu-rambu penunjuk arah menuju Pantai Tambak Rejo, jadi tak perlu khawatir tersesat. Atau kalau ragu, bisa bertanya pada penduduk desa.

Jalan menuju pantai melewati kawasan bukit-bukit yang gersang dan tandus, melewati kawasan hutan jati, jalan yang sempit menanjak dan belokan-belokan yang tajam. Harus ekstra hati-hati mengemudikan kendaraan.

Menjelang pantai, jalan menjadi berkelak-kelok melalui bukit-bukit kapur yang kering.
Lepas dari perbukitan kapur, tampaklah hamparan pantai dan putihnya ombak dari kejauhan.

Sampai juga kami di pintu gerbang pantai. Setelah membeli karcis masuk dan parkir kendaraan di tempat yang adem, kami segera memboyong perbekalan menuju ke pantai.


MENERJANG OMBAK DI PANTAI TAMBAK REJO


Kami memilih tempat istirahat dibalik tebing karang yang perkasa. Tempatnya teduh, pasir pantainya terasa lembut dan bersih, diiringi hembusan angin pantai yang terasa sejuk semilir membuai.
Tempat yang ideal buat menggelar tikar, meletakkan perbekalan, lantas bersantai menikmati pemandangan.

Hari ini cukup banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai Tambak Rejo. Mereka asyik berjalan-jalan di sepanjang pantai menikmati pemandangan yang indah. Beberapa perahu nelayan tampak berlabuh di pantai, berayun-ayun mengikuti alunan ombak pagi hari.

Adin, Naufal dan oom-nya Anton, langsung berlari menuju pantai. Ceria sekali mereka bercanda. Berlarian menerjang ombak, tertawa keras saat tubuh mereka dihantam deburan ombak dan berguling-guling di pasir pantai yang lembut dan basah.

Pantai Tambak Rejo sungguh menawan. Hamparan pasir putihnya terasa lembut, membingkai birunya laut. Pantainya bersih, air lautnya jernih dengan alunan ombak yang tidak terlalu besar. Hembusan angin pantai terasa segar, bertiup semilir.. membuat pesona pantai semakin terasa indah.


MENIKMATI IKAN BAKAR DI TEPI PANTAI

Saat Adin, Naufal dan para oom-nya riang gembira berenang di pantai, kami gotong royong menyiapkan makan siang. Bekal nasi putih sudah kami bawa dari rumah, tinggal lauknya saja.

Di depan pantai tampak berjejer warung-warung kecil yang menjual ikan bakar. Dari jauh terlihat kepulan asap putih dari tempat pembakaran ikan. Ikan-ikan tongkol, salem dan tuna dijepit pakai kayu lantas dibakar. Wah, aromanya sungguh sedaappp..!!!
Adik Lina memborong ikan-ikan bakar buat lauk makan siang.

Saat kami kembali, Ibunda dan dik Yayuk sudah menyiapkan pembakaran ikan. Yap.. kami harus membakar lagi ikan-ikan yang telah kami beli agar tambah matang. Tak lupa kami menambahkan kecap dan bumbu agar ikan bakar terasa semakin lezat. Wah.. menu makan siang yang sangat nikmat.

Cukup lama juga Adin, Naufal dan Anton bermain-main di pantai. Berenang, bercanda dan berlarian mengejar ombak. Saat mereka tampak kelelahan dengan badan kemerahan kena sengatan sang mentari, mas Fadjar segera memanggil untuk istirahat.

Di atas tikar, kami istirahat dan rame-rame santap siang. Menikmati ikan bakar yang gurih dan sedap. Rasa lelah dan suasana pantai yang indah membuat santap siang kami terasa sangat nikmat dan sangat lezat...!!!


EKSPEDISI MENCARI PANTAI RAHASIA

Saat rame-rame makan siang, Dik Udin mengusulkan untuk melihat pantai yang tersembunyi di balik bukit.
"Wah, pantai rahasia...?!" Kami sangat antusias mendengarnya. Usul yang sangat menarik dan menantang.

Untuk menuju pantai yang tersembunyi, kami harus menaiki bukit yang terletak di sebelah tebing karang. Dengan semangat yang menggebu, kami rame-rame naik ke bukit yang cukup terjal.
(Ananda Hanif tidak ikut, tetap tinggal di pantai Tambak Rejo, dimomong sama Ibunda).

Beriringan kami mengikuti jalan setapak mendaki bukit. Wah, cape juga rasanya, kaki terasa berat melangkah ke depan. Tak lama kemudian kami sampai di bagian bukit yang berupa tanah datar.

"...Kami istirahat sejenak, melepas lelah. Dari sini pemandangan alam tersaji sangat indah. Hamparan lautan biru yang membentang hingga di batas kaki langit. 
Warna langit juga terlihat biru muda disaput awan tipis. Gulungan ombak saling kejar-mengejar menghantam tebing karang. Subhanallah.., indah sekali..."

Kami tak boleh lengah mengagumi indahnya alam, karena tanah datar di atas bukit ini berada di tepi jurang dengan lautan sebagai dasarnya.

Kami harus berjalan lagi mendaki bukit yang satunya. Pantai rahasia, dimanakah gerangan..???

Adin dan Naufal terlihat semangat sekali untuk menemukan pantai rahasia. Kaki-kaki kecilnya begitu ringan mendaki bukit. Para oom-nya tampak kerepotan mengimbangi kelincahan langkahnya. Sedangkan aku, seperti biasanya.. jalan santai sambil menikmati pemandangan yang indah.

Sampai di puncak bukit, kedua bocah kecil itu berteriak dengan lantang : "Ooooommmmm, pantainya ketemu....!!!!"

Tanpa menunggu lagi, Adin dan Naufal berlari melesat, menuruni bukit menuju pantai. Disusul para oom-nya dengan nafas yang tersengal, menuruni bukit dengan gembira. Pantai rahasia telah ditemukan...!!!!

Pantai yang indah. Jauh lebih indah dibanding Pantai Tambak Rejo. Pasirnya berwarna putih, bersih dan terasa lembut. Ombaknya ganas dan garang. Deburan ombak saat menghantam pantai terdengar sungguh menggetarkan hati. Pantai ini terlihat indah, sepi dan tersembunyi. Kecantikannya bagai disembunyikan oleh dua bukit yang membentenginya.

Kami memandang keindahan pantai dengan penuh kekaguman. Sangat indah, sebanding dengan perjalanan yang sulit untuk menemukannya. Hanya tampak beberapa wisatawan yang mengunjungi pantai ini.

Tanpa membuang waktu, Adin, Naufal dan para oom-nya segera berlari menyongsong datangnya ombak. Tawa riang mereka makin menjadi di tengah suara deburan ombak yang berdentam. Aku menyaksikan keceriaan mereka di atas pasir putih sehalus beludru. Pantai yang indah, mempesona, alami dan tersembunyi. Kami bagaikan berada di pantai antah berantah.

Setelah puas bermain-main di pantai yang tersembunyi, kami segera kembali ke pantai Tambak Rejo. Mendaki bukit, melangkah dengan gontai, menuruni bukit dan kembali ke peradaban pantai Tambak Rejo.

Menjelang senja kami bersiap untuk pulang, meninggalkan keindahan pantai Tambak Rejo. Badan terasa lelah, namun kami merasa sangat senang dan bahagia. Liburan keluarga yang ceria dan mengesankan.

Catatan : pantai rahasia tersebut bernama Pasetran Gondo Mayit

SELAMAT BERLIBUR DI PANTAI TAMBAK REJO BLITAR

(Ernik S.)
Photo by : Fadjar ER., Ernik S., dik Udin 

Wednesday, 13 August 2008

PANTAI DALEGAN GRESIK
















Bulan Juli 2008, keluarga besar Kediri ada hajatan di Lamongan. Adik Anton menikah dengan gadis pesisir pantai Lamongan. Acara akad nikah dan resepsi dilaksanakan pada hari Minggu. Malamnya kami (kel. Surabaya & Kel. Jakarta) menginap di Lamongan, sedangkan Ibunda (kel. Kediri) & adik (kel. Blitar) langsung pulang setelah selesai acara resepsi.

MENIKMATI PANTAI WISATA DALEGAN

Pagi hari, selesai sarapan dirumah kel. temanten (di desa Paciran), kami merencanakan berenang di Wisata Bahari Lamongan. Tapi kel. Lamongan menyarankan untuk wisata ke Pantai Dalegan dulu.

"Pantai Pasir Putih, bagus pantainya, bersih dan masih alami. Lokasinya dekat dari sini. Kalo sepagi ini, WBL belum buka, jadi lebih baik ke Pantai Dalegan dulu," promosi kel. Lamongan.

Kami semua setuju dan segera bersiap untuk menikmati pagi hari di pantai Dalegan. Temanten baru ( Anton & adik Faur) ikut serta dalam rombongan.

Pantai Dalegan terletak di Kec. Panceng, Kab. Gresik. Kec. Panceng berbatasan langsung dengan Kab. Lamongan (Kec. Paciran). Jadi dari rumah dik Faur -/+ 15 menit perjalanan.

Kalo dari Surabaya berjarak sekitar 50 kilometer. Perjalanan dapat ditempuh melalui jalur Pantura atau lewat jalan TOL Surabaya - Gresik arah Manyar (arah WBL Lamongan). Rute-nya TOL Surabaya-Gresik arah Manyar, Bungah, Sidayu terus ke Panceng. Di daerah Panceng (ke arah Wisata Bahari Lamongan) akan kita temui petunjuk tulisan "PANTAI DALEGAN". Ikuti saja jalan pedesaan yang sudah diaspal mulus sampai menemukan Pantai Dalegan.

Untuk masuk di kawasan pantai, kita akan ditarik Rp. 1.500,- bagi orang dewasa, dan Rp. 1.000,- bagi anak-anak. Petugas di pos jaga akan memberikan karcis masuk dan stiker Pantai Dalegan.
















Pantai Dalegan masih alami dan berpasir putih. Sangat nyaman duduk-duduk beralas pasir pantai yang lembut. Sejauh mata memandang hanya hamparan birunya laut yang membentang luas sampai di kaki langit. Cuaca cerah, langit berwarna biru dan sinar mentari terasa hangat menyentuh kulit.

Deburan ombaknya kecil, jadi pantai terlihat tenang dengan alunan ombak yang lembut. Sangat menyenangkan buat berenang dan bermain air dengan menggunakan ban.

Kawasan pantai sudah dilengkapi dengan gazebo dan bangku-bangku buat tempat duduk. Beberapa warga sekitar menyewakan ban buat berenang. Namun sayang, hanya sedikit pepohonan yang tumbuh di area pantai.

Di depan pantai, banyak warga sekitar yang membuka warung makan, toko souvenir dan menyediakan Kamar Mandi (KM) buat bilas setelah selesai berenang.

Wah, ternyata asyik dan menyenangkan, menikmati indahnya Pantai Dalegan. Bisa jadi tujuan wisata sebelum menuju ke Wisata Bahari Lamongan (WBL).



Saat sinar mentari terasa makin menyengat, kami segera beranjak meninggalkan Pantai Dalegan. Menuju ke rute berikutnya : Wisata Bahari Lamongan.









SELAMAT BERLIBUR DI PANTAI DALEGAN
(Ernik S.)

Wednesday, 12 December 2007

Berlibur di Pantai Prigi, Pantai Pasir Putih, Pantai Karanggongso

"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H"
Bila tangan tak mampu berjabat,
biarlah jiwa dan batin.. dengan penuh keikhlasan
melebur salah dan khilaf selama ini
"Mohon maaf lahir & batin"



Diary Liburan Idul Fitri 1428 H

13 Oktober 2007 
(Rumah Ibunda di Mojoroto, Kediri)
 
Suasana semarak sekali. Keluarga mbak, adik-adik, ipar dan para keponakan sudah berkumpul di Mojoroto. Rame, seru, meriah, penuh cerita, canda dan tawa.

 
Diary Liburan : 17, 18, 19 Oktober 2007

Waktunya rekreasi bersama keluarga tercinta. Kami sepakat berlibur ke Pantai Prigi, Pantai Pasir Putih dan Pantai Karanggongso di Trenggalek.  

Rombongan semakin banyak. Adik-adik yang Idul Fitri tahun lalu masih bujangan, sekarang sudah menggandeng istri tercinta.

Absensi peserta rekreasi :
  • Kel. 1 : Aku, Mas Fadjar dan ananda Hanif
  • Kel. 2 : Hari dan dik Sholihah (mojang priangan yang cantik)
  • Kel. 3 : Irwan dan dik Erly (akunting yang cekatan dan energik)
  • Kel. 4 : Anton (adik) dan Adin (keponakan yang selalu ceria)

Menikmati senja di Pantai Prigi
( Rabu, 17 Oktober 2007 )

Tujuan pertama kami ke Pantai Prigi
Pantai Prigi berada di wilayah desa Tasikmadu, Kec. Watulimo, Kab. Trenggalek.  

Rute perjalanan :  
Kediri - Tulungagung - Durenan (Trenggalek) - Prigi.
Catatan : Perjalanan lancar dan menyenangkan.

Sampai di pantai Prigi, kami segera menuju ke Hotel Prigi. Fasilitas : kamar ber-AC, TV, welcome drink, sarapan pagi, 2 double bed, ruang tamu dan teras dengan pemandangan ke taman yang asri. Terasa nyaman, lapang dan damai buat melepas lelah.

Jarak Hotel Prigi dengan pantai sangat dekat. Dari pelataran Hotel, kami bisa mendengar suara debur ombak yang datang silih berganti memecah pantai.

Sore hari, kami jalan-jalan melihat keindahan pantai. Pantai Prigi dikelilingi oleh bukit-bukit. Masih alami, lumayan bersih, berpasir lembut dan memiliki garis pantai yang sangat panjang.
Pantainya landai dengan ombak yang tidak terlalu besar. Di sekitar pantai banyak tumbuh pohon kelapa.

Anton dan Adin langsung berlarian menuju laut, menyongsong datangnya ombak, bermain dengan deburan ombak.

Aku, Irwan dan dik Erly berjalan-jalan menikmati butiran-butiran halus pasir pantai. Sesekali kami berlarian mengejar dan mengagetkan kepiting-kepiting kecil. (dasar usiiilll...!!)

Pemandangan pantai sangat indah. Senja membuat langit berwarna jingga dengan semburat kemerahan. Angin pantai semilir sepoi, semakin menambah rasa indah pesona pantai Prigi.

Saat adzan Magrib berkumandang, kami bergegas meninggalkan senja pantai Prigi, kembali ke penginapan.


PRIGI di malam hari










Malam hari ini, dik Anton bertugas sebagai babysitter. Menemani Hanif dan Adin di penginapan. Kami ber-enam jalan-jalan ke pasar desa Tasikmadu. Mencari makan malam dan camilan.

Suasana di sekitar pasar cukup ramai dan sibuk, terutama di warung-warung yang menjual makanan. Kami membeli fried chicken buat Hanif dan Adin. Menu makan malam buat yang lainnya : nasi goreng, mie goreng dan mie godog (mie rebus). 
Kami harus menunggu lama sekali sampai semua pesanan matang. (Hari sampai terkantuk-kantuk) Antriiii... Rasanya cukup lezat dan porsinya.. wooww.. jumbo..!!!

Kamis, 18 Oktober 2007

Prigi saat pagi hari.. udara segar, langit cerah, terasa indah dan menyenangkan.

 
Yuukk.. olah raga dulu.. badan jadi bugar dan tambah semangat

Kami meluangkan waktu buat bermain tennis (fasilitas hotel). Secara bergantian kami jadi pemain amatiran, terus berubah jadi ball boy/girl. Seneng sekali. Badan jadi bugar dan.. cape juga, yaaa... berlari-lari mengejar bola.

Pelabuhan Perikanan Prigi
 
Acara selanjutnya sarapan pagi di hotel, terus jalan-jalan ke Pelabuhan Perikanan. Di warung dekat pantai, kami sempat jajan bubur kacang hijau ketan hitam. Rasanya... enak, ringan dan manis.

Kami berjalan-jalan santai melihat suasana pagi hari di pelabuhan. Melihat perahu-perahu nelayan yang berlabuh, melihat kesibukan para nelayan membongkar hasil tangkapan malam hari, melihat hiruk pikuknya pasar ikan dan yang paling penting, melihat indahnya pemandangan dermaga pantai Prigi.




Pemandangan indah dermaga Pantai Prigi

Sangat nyaman duduk-duduk santai di pinggir dermaga. Di sini kami melepas lelah, sambil menikmati pemandangan pantai yang indah. Melihat laut lepas, melihat langit yang luas.










Pesona pantai Pasir Putih

Dari pelabuhan Prigi, kami meneruskan jalan-jalan wisata ke pantai Pasir Putih.

Pantai Pasir Putih terletak -/+ 2 kilometer, sebelah timur Pantai Prigi. Pantai yang indah dengan butiran-butiran pasir berwarna putih yang halus. Ombaknya tenang dan airnya terlihat jernih. Sangat menyenangkan bermain pasir dan berenang di pantai Pasir Putih.

Pantainya masih alami, dengan garis pantai yang landai, namun tidak seluas pantai Prigi. Banyak terdapat batu-batu karang yang berserakan di tepian pantai.

Area pantai Pasir Putih cukup teduh. Pinggiran pantai masih dikelilingi banyak pohon kelapa dan pepohonan yang rindang. Kami menikmati pesona pantai di bawah rimbunnya pepohonan, duduk beralas pasir putih yang lembut. Kami bisa santai membaringkan tubuh, menatap langit yang cerah, merasakan semilir angin laut dan mendengar irama syahdu debur ombak. Indah sekali.

Di depan pantai banyak berdiri warung-warung makan/minum dan cafe yang berderet-deret. Berjajar dengan rapi. Menunya cukup beragam. Mulai dari aneka seafood, nasi/mie goreng, soto, bakso, pecel dan yang lainnya.

Setelah kelelahan dan puas bermain dengan alunan ombak, kami segera membereskan barang-barang dan beranjak menuju cafe di depan pantai. Menikmati secangkir kopi, teh hangat, bakso dan soto ayam.

Jam sebelas siang, kami bersiap kembali ke penginapan. Waktu check out Hotel Prigi jam 12 siang.














Pesona pantai Pasir Putih.
Pasirnya putih dan halus, ombaknya tenang, airnya jernih, pemandangannya indah. Sangat cocok buat berlibur bersama keluarga














Renang.. renaaanngg.. bermain dengan debur ombak dan jernihnya air laut














Senangnya bermain pasir pantai yang halus dan bersih














Dermaga pantai Pasir Putih


Mencari ketenangan di Pantai Karanggongso 

Hari ke-dua, kami pindah penginapan di pantai Karanggongso. Menginap di Pondok Prigi Cottages.















(Pantai Karanggongso) Pemandangan indah yang tersaji di depan penginapan "Pondok Prigi Cottages"


Kami menempati kamar dengan pemandangan lepas ke pantai. Dari teras kamar, kami bisa melihat pesona pantai Karanggongso. 
Menikmati indahnya langit biru, pantai dengan latar belakang bukit-bukit yang menjulang perkasa, riak ombak yang tenang, perahu-perahu nelayan yang bersandar dan pasir pantai yang berwarna kecoklatan. Sungguh menawan..!!

Pantai Karanggongso :
  • terletak -/+ 1 (satu) km. sebelah timur pantai Pasir Putih
  • lebih sepi dibanding pantai Prigi dan pantai Pasir Putih
  • terdapat sebuah karang yang berdiri kokoh di tengah laut
  • alunan ombaknya sangat tenang
  • banyak perahu nelayan yang bersandar di pantai Karanggongso













(Pantai Karanggongso) Batu karang yang berdiri kokoh menunggu lautan


Memandang kerlap-kerlip lampu perahu nelayan

Malam hari, kami bersantai di gazebo depan penginapan. Menikmati pemandangan pantai saat langit yang luas berubah warna menjadi jelaga.  
(Adin & Hanif sudah tertidur pulas di kamar).

Menikmati pantai yang kelam, mendengar irama indah debur ombak, merasakan dinginnya angin laut dan memandang kerlap-kerlip lampu perahu nelayan yang sedang melaut. Ratusan bintang tampak bercahaya di langit yang berwarna pekat.

Pantai terasa sangat sunyi. Hanya terdengar suara debur ombak dan desau angin laut yang mengalun lembut.
Saat malam makin beranjak larut, kami segera mengundurkan diri, kembali ke kamar penginapan.

Jum'at, 19 Oktober 2007
 
Bangun pagi, udara pantai terasa segar, bersih dan langit berwarna biru cerah.
Acara hari ini : berenang di pantai Pasir Putih. 
Beriringan, kami jalan kaki menyusuri jalanan kampung yang masih lengang. Menyusuri jalur pantai, menuju pantai Pasir Putih. Sinar mentari pagi yang berwarna keemasan menyapa kami dengan ramah, terasa hangat menyentuh kulit. 
(Pantai Karanggongso airnya keruh, jadi kami lebih nyaman berenang di Pantai Pasir Putih) 














Berhenti sejenak di persimpangan (Pemandangan indah pantai Pasir Putih)


Pagi ini (sekitar jam 7 pagi), pantai Pasir Putih masih sepi. Kami sarapan dulu di salah satu cafe yang berderet di depan pantai.
Kami pesan beragam menu. Aneka menu seafood. Mas Fadjar pesan cumi-cumi yang dimasak saos asam manis. Masalahnya, kami harus menunggu lamaaaaa sekali, sampai semua pesanan matang. Di puncak kebosanan menunggu, Hari dengan kalem berkomentar, "Mestinya... kita pesan nasi sama garam saja. Jadi cepet datangnya. Ga' kelaparan seperti ini..."
(hwaaaa..hahaha..)

Selesai sarapan, kami segera menuju pantai. Berenang, bercanda dan bermain bersama alunan ombak.. sepuasnya..!! Sampai badan menggigil kedinginan dan tenggorokan terasa perih. (kasihaann.., banyak menalan air laut..).
Tapi kami merasa senang... senang... senang sekali..!!!  

Liburan keluarga yang mengesankan.













Bersantai di gazebo Pondok Prigi Cottages


Siang hari, kami kembali ke penginapan. Kembali menyusuri jalan desa yang lengang, kembali menyusuri jalur pantai yang landai. Para bapak merencanakan buat sholat Jum'at di masjid Karanggongso.

Jam 13.00 WIB, kami check out dari Pondok Prigi Cottages.














Jalan desa yang sepi dan lengang di depan cottages Karanggongso

 
Perjalanan pulang ke Kediri

Kami singgah di sebuah depot di Durenan, Trenggalek. Makan siang sekaligus wisata kuliner. Menunya : nasi campur yaitu nasi gule plus sate kambing (5 tusuk), disajikan dalam satu piring. Karena semua sedang lapar berat.. maka kami sepakat... rasanya... dahsyattt...lahhh..!!

Kami melanjutkan perjalanan pulang dengan nyaman dan menyenangkan. Terima kasih buat semuanya. Happy family... forever.. Aamiin.

(Ernik S.)
Photo by : dik Hari, dik Anton, Fadjar ER, Ernik S.


Indahnya kebersamaan.. 
indahnya senyum, tawa dan canda..

Kenangan indah saat di Pantai Prigi, 
Pantai Pasir Putih dan Pantai Karanggongso 
yang sempat terekam oleh lensa kamera

Adik-adik yang ceria (Hari, I'at, Irwan & Erly)

Bapak Fadjar & nanda Hanif

Lhoo.. gimana nih, aba-abanya..?? Bersedekap atau merentangkan tangan..??

Nanda Hanif tersayang
Semoga menjadi anak yang sholeh, pinter dan selalu sehat wal'afiat. Aamiin..

Pantai Karanggongso
Ada damai, ada guratan sepi, ada nyanyian rindu..


Saat rileks.. tanpa beban.. hanya ada tawa dan ceria.. Alangkah indahnya..!!
Yukk.. dirancang lagi acara dolan-dolan.. Setujuuu..???