Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tuesday, 10 October 2017

Bromo dan Air Terjun Madakaripura : Indah, Megah, Eksotis yang Tak Lekang oleh Waktu


Bulan September 2017, untuk kesekian kalinya.., Alhamdulillah .., kami berkesempatan lagi menikmati keindahan kawasan wisata Gunung Bromo.

Kali ini, kami berwisata ke Bromo dengan formasi yang lengkap : Bapak Fadjar, me, nanda Hanif dan Laili.

BROMO ... ehhmmm ... masih seperti Bromo yang dulu..., tetaplah indah, eksotis, menakjubkan dan spektakuler.


Surabaya - Desa Sukapura, Kab. Probolinggo

Bersama rombongan (teman-teman kantor), kami start dari kota tercinta Surabaya, sekitar pukul 23.30 WIB.

Alhamdulillah, perjalanan lancar, aman dan terasa menyenangkan.

Sampai di desa Sukapura, Kab. Probolinggo sekitar 02.30 WIB. dini hari.

Dari desa Sukapura, rombongan transit dari mobil Elf berganti ke jeep Bromo. Jeep inilah yang akan mengantarkan kami menjelajahi lokasi wisata yang ada di Gunung Bromo.

Setelah beristirahat sejenak, bagi-bagi snack & minuman, kami segera melanjutkan perjalanan menuju Gunung Bromo. 


Naik Jeep Menjelajahi Gunung Bromo

Langit dini hari masih terlihat hitam pekat, gelap gulita dan... berhias rembulan purnama yang teramat cantik, saat jeep melaju kencang di jalanan yang sunyi. 

Driver jeep Bromo benar-benar handal, lihai dan ahli menyusuri sepanjang jalan menuju Gunung Bromo. Kondisi jalanan yang gelap gulita, berkelak-kelok, naik turun, dengan tanjakan yang cukup curam, sesekali melewati medan yang terjal .., bisa dilibas dengan nyaman tanpa kesulitan. Mantapp bangeettt ...!!!

 

Ada 4 lokasi wisata di Bromo yang akan kami kunjungi :
  • menikmati indahnya sunrise di Love Hill
  • melihat dahsyatnya Kawah Gunung Bromo
  • bercengkerama di Padang Savana Teletubbies
  • melintasi Pasir Berbisik Gunung Bromo yang terbentang luas
Bromo.., di bulan September

Bromo di bulan September.., dinginnya udara terasa lebih menusuk tulang, menelusup ke pori-pori kulit, angin berhembus kencang, debu-debu beterbangan dengan ganasnya, rumput-rumput terlihat meranggas, berwarna coklat dan mengering.

Bagaimanapun keadaannya.., Bromo tetaplah dahsyatt dan mempesona.

... Begitulah Bromo ...


Menikmati Indahnya Sunrise Bromo di Love Hill

Mendaki Love Hill untuk mencari posisi terbaik menikmati keindahan sunrise Bromo. 

Dari Love Hill Bromo, terlihat pemandangan yang sungguh AMAZING. 
Kami bisa melihat indahnya Gunung Batok, Gunung Bromo dengan kawahnya yang mengepulkan asap, Lautan Pasir yang membentang luas hingga Gunung Semeru yang menjulang tinggi dengan Puncaknya Mahameru.

Subhanallah ....

Ananda Laili 
kapanpun dan dimanapun .. sangat excited menikmati keindahan Bromo

Saat mentari mulai menampakkan sinarnya, terlihatlah pemandangan kawasan Gunung Bromo yang begitu indahnya. Langit yang semula pekat, berangsur-angsur mulai berubah warna menjadi terang. Suhu udara mulai terasa hangat.
Sangat menakjubkan.., menikmati hamparan pemandangan indah kawasan Bromo dari Love Hill. Cukup lama juga kami berada di Love Hill. Dari sini, kami akan menuju ke lokasi wisata berikutnya : Kawah Gunung Bromo.

Bahagiaaa  rasanya.., melihat semangat dan senyum ceriamu My Princess

Hari sudah semakin terang, kami bergegas kembali ke area parkir jeep
Menuju ke jeep hijau tangguh.., melintasi deretan jeep-jeep keren yang berjejer rapi di sepanjang jalan sekitar Love Hill


Off-road Seru Melintasi Lautan Pasir Bromo


Setelah puas menikmati indahnya sunrise di Love Hill, kami segera menuju ke lokasi wisata berikutnya : Kawah Gunung Bromo.

Pagi hari ini, di kawasan Bromo, angin bertiup cukup kencang, debu dan pasir beterbangan dengan dahsyatnya, menghalangi penglihatan kami.

Yuuk .., merasakan sensasi off-road melintasi Lautan Pasir Bromo yang terbentang luas, menuju ke Kawah Gunung Bromo. Asiiikk ...

Jeep berhenti di kaki Gunung Bromo, di area parkir yang luas. Kami melanjutkan perjalanan menuju Kawah Gunung Bromo dengan naik kuda. 

Indahnya pemandangan Gunung Batok (bersebelahan dengan Gunung Bromo), saat perjalanan menuju ke Kawah Bromo

Gunung Batok.., di bawah naungan langit biru 


Suara Gemuruh Menggelegar dari dalam Kawah Bromo 

 
Untuk menuju ke Kawah Gunung Bromo, kami harus menaiki anak tangga
Harus berhati-hati, agar tidak terpeleset karena anak tangga cukup terjal dan dipenuhi dengan debu pasir
Tangga beton ini dibagi dua jalur, untuk naik dan turun 

Puncak Gunung Bromo
( hari Sabtu di bulan September 2017 )

Hanya ada satu kata yang bisa mengungkapkan perasaan hati yang terdalam..

".. A m a z i n g .." 

Pemandangan Kawah Gunung Bromo

 Kawah terlihat masih aktif, dari sini terdengar suara yang bergemuruh dan menggelegar..
Terlihat jelas kepulan asap berwarna putih yang keluar dari dalam Kawah Bromo

 
Puncak Gunung Bromo
".. A m a z i n g .."

Pemandangan spektakuler hamparan Lautan Pasir Bromo.., dilihat dari anak tangga menuju Kawah Bromo


Gunung Batok ..
dilihat dari sisi manapun .., tetaplah indah dan mempesona

.. Bpk. Fadjar & nanda Hanif ..
 
 Senangnya bisa berkuda di Bromo.. 

bagaikan sang pendekar yang berkelana, tiada kenal rasa takut, terus maju ke depan, gagah berani menerjang segala rintangan, di bawah terik sang mentari yang menyengat dan kepungan debu-debu tebal yang mengganas ...

#eeaaaaa ... 

Pemandangan spektakuler wisata Gunung Bromo
Teman.., berada di tengah hamparan lautan pasir yang begitu luasnya.., akan membuat diri kita semakin mengagumi kebesaran Sang Maha Pencipta .. 


Jalan-jalan Santai di Bukit Teletubbies

Bukit Teletubbies merupakan sebuah padang rumput yang sangat luas dan eksotis. Saat kami datang, Bukit Teletubbies terlihat gersang, berwarna kecoklatan dan tampak kering meranggas.




Bukit Teletubbies ini akan berubah-ubah pemandangannya, sesuai dengan musim yang terjadi. Saat musim penghujan. Bukit Teletubbies akan terlihat hijau, indah, asri dan menyegarkan mata. 

Namun saat musim kemarau, kawasan Bukit Teletubies terlihat tandus, kering dan gersang. Rumput-rumput berwarna kecoklatan dan meranggas. Sinar matahari terasa lebih tajam menyengat kulit. Anginpun bertiup kencang dibarengi dengan debu-debu tebal yang beterbangan.

Namun.. bagaimanapun keadaannya.., Bukit Teletubbis tetaplah indah, mempesona dan mengagumkan.

... karena begitulah Bromo ...


Perlengkapan yang wajib dibawa saat ke BROMO

Jangan lupa, yaaa ..

Perlengkapan yang wajib dibawa saat berwisata ke Bromo :
  • Bawa baju hangat / jaket / mantel / sweater
  • Siapkan sarung tangan, kaos kaki, penutup kepala / kupluk dan syal
  • Siapkan masker : sangat penting untuk melindungi hidung dan mulut dari terpaan debu-debu yang beterbangan
  • Perlengkapan buat sholat : sarung, mukena dan sajadah
  • Pakai sepatu yang nyaman / sepatu buat hiking dan trekking
  • Bawa senter : berguna sewaktu menapaki jalan dan trekking di Love Hill disaat langit masih gelap gulita.
  • Bawa makanan / snack dan minuman
  • Bawa obat-obatan pribadi
  • Kamera dan powerbank
  • Bawa uang tunai yang cukup
  • Jika ke Bromo saat musim hujan, bawalah jas hujan.


Air Terjun Madakaripura : Siapkan Diri untuk Terpesona dan Berbasah Ria

Air Terjun Madakaripura - Probolinggo

Setelah puas menikmati keindahan dan kemegahan Bromo, rombongan beristirahat sejenak untuk melepas lelah dan makan siang. Selanjutnya kami akan menuju ke Air Terjun Madakaripura.

Air Terjun Madakaripura masih berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Lokasi Air Terjun Madakaripura terletak di Desa Sapih, Kec. Lumbang, Kab. Probolinggo, Jawa Timur.

Pos (loket) Tiket Masuk Wisata Air Terjun Madakaripura

Air Terjun Madakaripura berjarak sekitar 5 km dari lokasi wisata Gunung Bromo. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke lokasi Air Terjun Madakaripura berkisar 45 menit.

Berdasarkan sejarahnya, Air Terjun Madakaripura merupakan tempat bersemadi dan menghabiskan akhir hayatnya Sang Maha Patih Gajah Mada pada zaman Kerajaan Majapahit.

 

Dari tempat parkir mobil, kami menggunakan jasa ojek untuk menuju ke Pos (loket) Tiket Masuk Wisata Air Terjun Madakaripura.

Onglos naik ojek per orang Rp. 10.000,- untuk sekali jalan (harga September 2017).

Dari Pos Tiket Masuk, kami mulai trekking ceria menuju ke Air Terjun Madakaripura.

Dari Pos Tiket Masuk, kami mulai menyusuri jalan setapak.., menuju ke Air Terjun Madakaripura

Sepanjang perjalanan menuju ke Air Terjun Madakaripura, terlihat suasana yang begitu asri, hijau dan rindang
Pemandangan indah yang menyejukkan mata dan hati ..

Senang banget rasanya.., bisa mendengarkan suara-suara alam ..
 Mendengarkan suara merdu desir angin, merasakan sejuknya semilir angin yang berhembus pelan.. Menyegarkan pikiran, jiwa dan raga.. 


Pesona Air Terjun Madakaripura


 Siapkan jas hujan .. yaa .. guys ..
Seruuu bangeet .., menikmati guyuran air yang mengalir deras dari atas batuan tebing yang menjulang tingi
 


 Air Terjun Madakaripura
Pemandangan alam yang sangat dahsyat, indah dan mempesona

  

 Alhamdulillahirabbil’alamin...
 
Terima kasih buat keluarga tersayang..
Saat liburan selalu menyenangkan.., teristimewa saat bersama dengan kalian..
Semoga kita semua selalu diberi berkah sehat wal’afiat, diberikan kelancaran dalam segala urusan dan senantiasa dalam naungan ridho Allah SWT. 


Terima kasih buat teman-teman beserta seluruh keluarga atas kebersamaan dan keakraban yang terjalin dengan indah. Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan limpahan rahmat, hidayah dan perlindungan kepada kita semua. 

Special thanks to : http://trabas.id/

Aamiin Ya Robbal 'Alamiin...


Ernik S.
Photo by : Fadjar ER & Ernik S.  

Monday, 11 September 2017

Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan, Kab. Pasuruan


Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan, Kab. Pasuruan

OMG ..., hampir 2 tahun tidak update blog..

OMG ..., maafkanlah ....

Kenapaaaa ....???
Karena rutinitas yang membelenggu ....
Yupz .... karena berbagai kesibukan dan rutinitas pekerjaan sehari-hari .. juga karena kesibukan yang gaje .. telah merampas waktu dan pikiran .. untuk menulis di blog.
#eeeaaaaaaa .... alasan saja ..... 😊😊😊

Fakta yang sesungguhnya..., kami sedang berada dalam masa-masa yang sangat menikmati pertumbuhan dan perkembangan kedua permata hati kami, ananda Hanif dan Laili.

Begitu cepat waktu berlalu, sekarang ini .. nanda Hanif sudah kelas 8 SMPN 22 Surabaya dan adik Laili sudah kelas 2 SD Muhammadiyah 3 ”IKROM” Wage, Sidoarjo.

Alhamdulillahirabbil’alamin...

Okee ..., sekarang waktunya untuk refreshing..

Yuukk ...

Jalan-jalan ke kota Bangil, Pasuruan

Niat dalam hati adalah pengen jalan-jalan dan cari makan di luar bersama keluarga tercinta. Pagi menjelang siang, roda kendaraan berputar.. berputar ..  dan terus berputar melewati jalanan aspal yang cukup ramai. Terus melaju jauh.., hingga sampailah di kota Bangil, Pasuruan.

Lhadalaahh .., pengen makan siang saja, harus menempuh perjalanan Surabaya - Bangil, Pasuruan. 

Yuukk..., makan siang dulu di RM. Setia Budi, Bangil - Pasuruan 


Akhirnyaa..., kami sepakat untuk makan siang di RM. Setia Budi, Bangil.

RM. Setia Budi berlokasi di Jl. Untung Suropati No. 2, Bangil, Pasuruan. 
Lokasinya berada sebelah kiri jalan kalau dari arah Surabaya.

Menu di RM. Setia Budi ini cukup beragam. Menu andalan : sate dan gulai kambing.
Tersedia menu lainnya seperti : nasi campur, nasi kare, krengsengan dan rawon. 
Daftar menu minuman : es soda gembira, es susu, es sirup, es kopi, es jeruk, es teh, kopi panas, kopi susu, teh panas dan susu panas.


Menu yang istimewa adalah sate dan gulai kambing
Rasanya sungguh enak, lezat dan juaraa..!!


Selesai makan siang kami putar balik menju ke arah Surabaya.

Dalam perjalanan pulang menuju Surabaya, kami singgah di Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan, untuk beristirahat sejenak dan menunaikan ibadah sholat Ashar.

Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan, Kab. Pasuruan

Masjid Muhammad Cheng Hoo berada di Desa Petung Sari, Kec. Pandaan, Kab. Pasuruan, Jawa Timur


Lokasi Masjid Muhammad Cheng Hoo sangat strategis.
 Berada di pinggir jalan raya Malang – Surabaya – Trawas Tretes, tidak jauh dari Terminal Pandaan.

Masjid Muhammad Cheng Hoo dibangun dengan memadukan unsur-unsur budaya Tiongkok, Islam dan Jawa, membuat bangunan masjid terlihat megah dengan arsitektur yang indah.

Bangunan masjid ini terlihat mencolok dengan warnanya yang terang dan cerah, merah, kuning dan hijau, identik sekali dengan bangunan-bangunan khas Tiongkok.

Warna dinding masjid didominasi dengan  warna merah, berhias kaligrafi tulisan Arab dan dikelilingi lampu lampion yang cantik dan indah.

Sedangkan bentuk dan ornamen atap merupakan perpaduan budaya Tiongkok dan lokal Jawa. Nuansa Islami ada pada kaligrafi lafadz Allah dan kalimat Tauhid yang terukir pada dinding Masjid.

Sore yang cerah ini, suasana di Masjid Cheng Hoo terlihat ramai dan semarak. Banyak pengunjung yang memanfaatkan Masjid Cheng Hoo sebagasi tempat transit dan beristirahat sejenak.



 Iyaaa..., benar sekali... setuju banget...

Masjid Muhammad Cheng Hoo merupakan tempat singgah sejenak, tempat beristirahat... yang sangat nyaman, meneduhkan hati dan menentramkan jiwa raga.., setelah menempuh perjalanan jauh


Para pengunjung yang menjadikan Masjid Cheng Hoo sebagai tempat persinggahan, kebanyakan mereka yang sedang melakukan perjalanan menuju ke Malang, ke Surabaya atau ke kota-kota lain, yang melewati Pandaan - Pasuruan. 

Banyak juga wisatawan domestik yang menjadikan Masjid Cheng Hoo sebagai tujuan wisata religi.

Karena.., selain sebagai tempat beribadah, melepas penat, beristirahat sejenak.., kita juga bisa menikmati kemegahan dan keindahan bangunan masjid ini.

Masjid Cheng Hoo di Pandaan, Kab. Pasuruan ini merupakan salah satu dari 3 masjid Cheng Hoo yang ada di Indonesia.  
Masjid Cheng Hoo yang lainnya berada di Surabaya dan Palembang. 


Sejarah Penamaan Masjid Cheng Hoo, Pandaan 

Nama masjid ini diambil dari nama Laksamana Muslim terkenal asal Provinsi Xinjiang, Tiongkok Muhammad Cheng Hoo yang pernah melakukan ekspedisi bersejarah pada tahun 1404-1443.
Laksamana Cheng Hoo, seorang pelaut asal China yang beragama Islam. 
 
Laksamana Cheng Hoo memimpin sedikitnya 300 kapal dengan 27 ribu pelaut, melakukan penjelajahan dunia sebanyak tujuh kali dari tahun 1405 sampai 1433.
Ekspedisi beliau menjangkau hingga Timur Tengah, Afrika dan Asia.
Kapal-kapal Cheng Ho mengunjungi Nusantara, Thailand, India, Arabia, dan Afrika Timur. Bahkan ada beberapa spekulasi yang memperkirakan perjalanan kapal Cheng Ho jauh melampaui Semenanjung Harapan Afrika Selatan.

Muhammad Cheng Hoo punya andil dalam memperkuat penyebaran Islam di Nusantara, Cheng Hoo membentuk komunitas muslim di Palembang, di Kalimantan Barat, kemudian juga membentuk berbagai komunitas serupa di pesisir Jawa, semenanjung Malaysia dan Philipina.

Dalam perjalanannya di kawasan Asia Tenggara, Laksamana Cheng Hoo, selain berdagang juga menjalin persahabatan dan menyebarkan agama Islam kepada penduduk setempat.  

Cheng Hoo sangat dihormati, bukan saja oleh Muslim Tionghoa, tapi warga Tionghoa pada umumnya.

 

Sekilas tentang Masjid Cheng Hoo, Pandaan


Masjid Muhammad Cheng Hoo ini diresmikan pada tgl 27 Januari 2008 oleh Bupati Pasuruan yang pada saat itu dijabat oleh Bpk. H. Jusbakir Aldjufri SH.MM.

Sedangkan peletakan batu pertama dilakukan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada tahun 2004.


Area untuk kegiatan manasik haji


Pasar Wisata Cheng Hoo


  Pasar Wisata Cheng Hoo yang menyediakan berbagai hasil bumi, buah-buahan, jajan tradisional dll.


Bpk. Fadjar & adik Laili 
... Senyummu adalah Semangatku ...
... Tawamu adalah Bahagiaku ... 


Fasilitas yang terdapat di dalam kompleks Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan, Kab. Pasuruan :

  1. Area parkir kendaraan yang luas
  2. Kantor, aula / ruang pertemuan dan perpustakaan
  3. Area untuk kegiatan manasik haji
  4. Pasar Wisata Cheng Hoo : pasar wisata tradisional yang menyediakan berbagai hasil bumi, buah-buahan, jajan / kue-kue tradisional dll.
  5. Deretan kios yang menjual pakaian, aneka souvenir dan cenderamata, pernak pernik kerajinan dll.
  6. Warung-warung makan dengan menu yang bervariasi
  7. Kamar mandi / MCK

Area parkir kendaraan yang lapang dan luas

Puluhan kendaraan pribadi ber-plat nomor luar kota dan beberapa bus pariwisata.., terlihat memadati area parkir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan, Kab. Pasuruan


Senang sekali rasanya.., kami bisa meluangkan waktu berkunjung ke Masjid Muhammad Cheng Hoo di Pandaan ini, untuk beribadah sekaligus berwisata.


Alhamdulillahirabbil’alamin...

Terima kasih buat keluarga tersayang, 
yang telah menjadikan hidup ini penuh warna-warni bagaikan pelangi. Ada suka, duka, bahagia, sedih, senyum dan tawa. Semuanya penuh makna, hikmah dan berkah. Semoga kita selalu diberikan kebaikan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan ini dengan ikhlas, sabar dan penuh rasa syukur.

Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin..


Ernik S.
Photo by : Fadjar ER & Ernik S. 

Sunday, 22 November 2015

Waroeng Daoen : Resto Bernuansa Alam di Purwodadi, Pasuruan



Menikmati akhir pekan yang cerah bersama keluarga 
di Waroeng Daoen, Purwodadi - Pasuruan


Teman yang baik..,
lima hari dalam seminggu, selalu disibukkan dengan rutinitas harian yang padat. Letih melawan kemacetan jalanan kota yang kian parah. Serius dengan setumpuk pekerjaan di kantor. Sibuk memanajemen waktu agar semuanya berjalan dengan baik dan lancar.

Saat hari libur atau akhir pekan tiba.., 
lupakan sejenak segala rutinitis yang membelenggu..!!
Luangkan waktu buat refreshing bersama keluarga. Refreshing.., agar kita selalu sehat wal'afiat dan hidup penuh semangat. Menyegarkan kembali pikiran, menghilangkan kejenuhan dan pikiran yang suntuk.

Refreshing dengan cara yang sederhana saja dan biaya yang (cukup) hemat.


Plang papan nama "Waroeng Daoen" yang cukup besar di pinggir jalan raya Purwodadi, Pasuruan - Lawang, Malang


Waroeng Daoen : resto bernuansa alam yang asri

Lokasi : Desa Parelegi, Kec. Purwodadi, Kab. Pasuruan

Rute menuju ke Waroeng Daoen :

Dari arah Surabaya menuju ke Purwodadi, Pasuruan

lewat jalan Tol Surabaya- Porong - Gempol - Pandaan (exit depan The Taman Dayu), setelah melewati Kebun Raya Purwodadi, sekitar 500 meter, mengemudi secara pelan-pelan saja, lihat ke sebelah kiri jalan, ada plang papan nama bertuliskan "Waroeng Daoen", masuk saja ke sebuah gang kecil, sekitar 150 m, sampailah di depan pintu gerbang Waroeng Daoen.

Jam buka :
Setiap hari mulai pukul 08.00 - 17.00 WIB.


Di samping pendopo utama Waroeng Daoen

Kami suka sekali dengan suasana di Waroeng Daoen. Suasana yang sejuk dengan pemandangan yang indah, asri, bersih dan banyak pepohonan yang rindang.

Waroeng Daoen ini masih satu manajemen dengan Republik Telo yang berlokasi di Jl. Raya Purwodadi. Republik Telo atau lebih dikenal sebagai 'Bakpao Telo' merupakan pusat oleh-oleh aneka produk makanan berbahan dasar telo / ubi jalar.

Sedangkan Waroeng Daoen adalah resto keluarga yang dikonsep dengan nuansa alam pedesaan yang indah dan sangat artistik. Jadi ada beberapa menu makanan dan minuman di Waroeng Daoen yang berbahan dasar telo ungu / ubi jalar.



Area makan di Waroeng Daoen tersebar di banyak tempat dan saling berjauhan. Gazebo / tempat makan lesehan di Waroeng Daoen, ada yang terletak di pinggir lapangan rumput yang luas, di pinggir kolam pemancingan, di sudut-sudut taman dan di beberapa area yang rindang.

Bagi yang ingin duduk di kursi seperti rumah makan pada umumnya, bisa memilih tempat di aula atau pendopo utama.



Setelah berjalan-jalan keliling menyusuri semua tempat di Waroeng Daoen, akhirnya kami memilih gazebo di pinggir kolam pemancingan. Suasana di sini terlihat indah, asri, sejuk dan angin bertiup sepoi-sepoi. Pokoknya.., top banget.., nyamaaaannn. Jadinya betah berlama-lama di sini.

Di gazebo tersedia bel untuk memanggil petugas jika ingin pesan menu makanan. Tapi sy lebih memilih mendatangi meja kasir yang berada di pendopo, nun jauh di sana, untuk pesan makanan. Itung-itung jalan sehat, membakar kalori dalam tubuh sebelum makan besar. Hahahaaa...


Meniti jalan setapak di bawah rindangnya pepohonan, menuju ke gazebo yang nyaman


Menunggu pesanan datang.. Bersantai menikmati pemandangan yang asri


Suasana yang asri dan sejuk di Waroeng Daoen
Sungguh.., pemandangan yang memanjakan mata dan menyegarkan pikiran..


Harga makanan dan minuman di Waroeng Daoen
Monggo.., silakan dipilih sesuai selera


Pilihan menu makanan dan minuman di Waroeng Daoen cukup bervariasi


Menu pesanan kami : ayam goreng Waroeng Daoen, capjay merah, batagor, french fries telo, teh poci, jus telo ungu dan es jeruk

Pesan orang tua : "Berdo'alah sebelum dan sesudah makan"


Pendopo utama Waroeng Daoen

Kolam ikan koi berada di tengah-tengah pendopo utama

Pendopo utama di Waroeng Daoen berkonsep terbuka tanpa dinding, memiliki area yang luas dan di bagian tengah ada kolam ikan yang sangat besar.

Pendopo ini bisa menampung banyak tamu, jadi sangat cocok dijadikan tempat untuk acara family gathering, baik gathering keluarga / gathering kantor, acara arisan, reuni bareng teman-teman atau acara-acara penting lainnya. Tersedia fasilitas panggung kecil untuk live music, dilengkapi dengan alat musik electone serta sound system yang cukup memadai.


Berkeliling mengeksplorasi Waroeng Daoen


Pemandangan yang asri di sekitar kolam pemancingan


Jalan 'terapi kaki' di Waroeng Daoen
Jalan setapak di pinggir kolam pemancingan yang diberi batuan kecil / kerikil / batu koral yang dapat digunakan untuk terapi pijat refleksi pada kaki


Kebun pembibitan buah-buahan yang terletak di area belakang Waroeng Daoen


Sebelum pulang, kami sempatkan untuk bermain bakiak / klompen beregu di lapangan rumput Waroeng Daoen. Permainan kreatif untuk melatih kekompakan dan kerjasama


Bermain ceria di lapangan rumput Waroeng Daoen
Sangat menyenangkan bagi anak-anak, mereka bisa berlarian dan bergerak aktif di lapangan rumput yang luas


Terima kasih buat keluarga tersayang,

yang telah menjadikan hidup ini penuh warna-warni bagaikan pelangi. Ada suka, duka, bahagia, sedih, senyum dan tawa. Semuanya penuh makna, hikmah dan berkah. Semoga kita selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam menjalani kehidupan ini dengan ikhlas, sabar dan penuh rasa syukur.

Aamiin Ya Robbal Alamiin..


Ernik S.
Photo by : Fadjar ER & Ernik S.