Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sunday, 22 November 2015

Waroeng Daoen : Resto Bernuansa Alam di Purwodadi, Pasuruan



Menikmati akhir pekan yang cerah bersama keluarga 
di Waroeng Daoen, Purwodadi - Pasuruan


Teman yang baik..,
lima hari dalam seminggu, selalu disibukkan dengan rutinitas harian yang padat. Letih melawan kemacetan jalanan kota yang kian parah. Serius dengan setumpuk pekerjaan di kantor. Sibuk memanajemen waktu agar semuanya berjalan dengan baik dan lancar.

Saat hari libur atau akhir pekan tiba.., 
lupakan sejenak segala rutinitis yang membelenggu..!!
Luangkan waktu buat refreshing bersama keluarga. Refreshing.., agar kita selalu sehat wal'afiat dan hidup penuh semangat. Menyegarkan kembali pikiran, menghilangkan kejenuhan dan pikiran yang suntuk.

Refreshing dengan cara yang sederhana saja dan biaya yang (cukup) hemat.


Plang papan nama "Waroeng Daoen" yang cukup besar di pinggir jalan raya Purwodadi, Pasuruan - Lawang, Malang


Waroeng Daoen : resto bernuansa alam yang asri

Lokasi : Desa Parelegi, Kec. Purwodadi, Kab. Pasuruan

Rute menuju ke Waroeng Daoen :

Dari arah Surabaya menuju ke Purwodadi, Pasuruan

lewat jalan Tol Surabaya- Porong - Gempol - Pandaan (exit depan The Taman Dayu), setelah melewati Kebun Raya Purwodadi, sekitar 500 meter, mengemudi secara pelan-pelan saja, lihat ke sebelah kiri jalan, ada plang papan nama bertuliskan "Waroeng Daoen", masuk saja ke sebuah gang kecil, sekitar 150 m, sampailah di depan pintu gerbang Waroeng Daoen.

Jam buka :
Setiap hari mulai pukul 08.00 - 17.00 WIB.


Di samping pendopo utama Waroeng Daoen

Kami suka sekali dengan suasana di Waroeng Daoen. Suasana yang sejuk dengan pemandangan yang indah, asri, bersih dan banyak pepohonan yang rindang.

Waroeng Daoen ini masih satu manajemen dengan Republik Telo yang berlokasi di Jl. Raya Purwodadi. Republik Telo atau lebih dikenal sebagai 'Bakpao Telo' merupakan pusat oleh-oleh aneka produk makanan berbahan dasar telo / ubi jalar.

Sedangkan Waroeng Daoen adalah resto keluarga yang dikonsep dengan nuansa alam pedesaan yang indah dan sangat artistik. Jadi ada beberapa menu makanan dan minuman di Waroeng Daoen yang berbahan dasar telo ungu / ubi jalar.



Area makan di Waroeng Daoen tersebar di banyak tempat dan saling berjauhan. Gazebo / tempat makan lesehan di Waroeng Daoen, ada yang terletak di pinggir lapangan rumput yang luas, di pinggir kolam pemancingan, di sudut-sudut taman dan di beberapa area yang rindang.

Bagi yang ingin duduk di kursi seperti rumah makan pada umumnya, bisa memilih tempat di aula atau pendopo utama.



Setelah berjalan-jalan keliling menyusuri semua tempat di Waroeng Daoen, akhirnya kami memilih gazebo di pinggir kolam pemancingan. Suasana di sini terlihat indah, asri, sejuk dan angin bertiup sepoi-sepoi. Pokoknya.., top banget.., nyamaaaannn. Jadinya betah berlama-lama di sini.

Di gazebo tersedia bel untuk memanggil petugas jika ingin pesan menu makanan. Tapi sy lebih memilih mendatangi meja kasir yang berada di pendopo, nun jauh di sana, untuk pesan makanan. Itung-itung jalan sehat, membakar kalori dalam tubuh sebelum makan besar. Hahahaaa...


Meniti jalan setapak di bawah rindangnya pepohonan, menuju ke gazebo yang nyaman


Menunggu pesanan datang.. Bersantai menikmati pemandangan yang asri


Suasana yang asri dan sejuk di Waroeng Daoen
Sungguh.., pemandangan yang memanjakan mata dan menyegarkan pikiran..


Harga makanan dan minuman di Waroeng Daoen
Monggo.., silakan dipilih sesuai selera


Pilihan menu makanan dan minuman di Waroeng Daoen cukup bervariasi


Menu pesanan kami : ayam goreng Waroeng Daoen, capjay merah, batagor, french fries telo, teh poci, jus telo ungu dan es jeruk

Pesan orang tua : "Berdo'alah sebelum dan sesudah makan"


Pendopo utama Waroeng Daoen

Kolam ikan koi berada di tengah-tengah pendopo utama

Pendopo utama di Waroeng Daoen berkonsep terbuka tanpa dinding, memiliki area yang luas dan di bagian tengah ada kolam ikan yang sangat besar.

Pendopo ini bisa menampung banyak tamu, jadi sangat cocok dijadikan tempat untuk acara family gathering, baik gathering keluarga / gathering kantor, acara arisan, reuni bareng teman-teman atau acara-acara penting lainnya. Tersedia fasilitas panggung kecil untuk live music, dilengkapi dengan alat musik electone serta sound system yang cukup memadai.


Berkeliling mengeksplorasi Waroeng Daoen


Pemandangan yang asri di sekitar kolam pemancingan


Jalan 'terapi kaki' di Waroeng Daoen
Jalan setapak di pinggir kolam pemancingan yang diberi batuan kecil / kerikil / batu koral yang dapat digunakan untuk terapi pijat refleksi pada kaki


Kebun pembibitan buah-buahan yang terletak di area belakang Waroeng Daoen


Sebelum pulang, kami sempatkan untuk bermain bakiak / klompen beregu di lapangan rumput Waroeng Daoen. Permainan kreatif untuk melatih kekompakan dan kerjasama


Bermain ceria di lapangan rumput Waroeng Daoen
Sangat menyenangkan bagi anak-anak, mereka bisa berlarian dan bergerak aktif di lapangan rumput yang luas


Terima kasih buat keluarga tersayang,

yang telah menjadikan hidup ini penuh warna-warni bagaikan pelangi. Ada suka, duka, bahagia, sedih, senyum dan tawa. Semuanya penuh makna, hikmah dan berkah. Semoga kita selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam menjalani kehidupan ini dengan ikhlas, sabar dan penuh rasa syukur.

Aamiin Ya Robbal Alamiin..


Wednesday, 18 November 2015

Tips Persiapan Perjalanan Liburan bersama Keluarga


Horeeee..!! Sebentar lagi liburan akan tiba. Waktunya untuk bepergian bersama keluarga. Agar liburan dapat berjalan dengan lancar, nyaman dan menyenangkan, tentunya perlu persiapan yang matang.

Mempersiapkan segala sesuatu sebelum bepergian / liburan sangatlah penting..!!

Perencanaan dan persiapan sebelum melakukan perjalanan wisata memang cukup merepotkan. Tetapi.., persiapan sangatlah penting dan harus dilakukan agar liburan bisa berjalan dengan lancar dan sukses.




Tips Persiapan Perjalanan Liburan bersama Keluarga :


Perhatikan Kondisi Kendaraan

Periksa kondisi kendaraan. Penting untuk dilakukan : memeriksa kondisi mobil sebelum melakukan perjalanan jauh, agar selama perjalanan tidak terjadi masalah dan mobil tetap prima.
Sebaiknya servis ringan / tune-up terlebih dulu di bengkel (ganti olie mesin, periksa rem, kondisi ban, radiator, lampu-lampu, dll.)

Bawa perlengkapan penting : dongkrak, ban cadangan, segitiga pengaman, lampu senter dll.
Dengan kondisi kendaraan yang prima, kita bisa menikmati perjalanan wisata bersama keluarga dengan nyaman dan selamat sampai di tujuan.


Perhatikan Kondisi Tubuh (fisik dan mental)

Sebelum berangkat harus cukup tidur / istirahat. 

Perhatikan pola makan yang baik. Sebaiknya hindari makan-makanan yang terlalu asam atau pedas agar tidak terjadi gangguan pencernaan selama perjalanan.

Bepergian dengan membawa kendaraan sendiri, kondisi tubuh harus sehat dan fit. Selain kondisi fisik, perasaan dan emosi harus dalam suasana yang baik. Kondisi yang santai, rileks, tenang dan nyaman selama perjalanan, membuat suasana liburan menjadi semakin indah dan berkesan.


Daftar Barang Bawaan

Catat dengan teliti barang bawaan yang diperlukan selama bepergian.

P3K (obat-obatan) : 
obat demam, pusing, obat diare, multivitamin, minyak kayu putih, balsem, plester, betadine dll.

Perlengkapan Elektronik :
HP, Tablet, kamera, charger smartphone, charger kamera, headset, dan power bank.

Surat-Surat Penting : 
SIM, STNK, KTP, kartu ATM dll.

Pakaian : 
kaos, celana santai, baju anak-anak, jilbab, mukena, sarung, jaket, baju renang.

Perlengkapan mandi : 
handuk kecil, sabun cair, sikat & pasta gigi, tusuk gigi dan peralatan make-up.

Barang-barang penting lainnya : 
notes, pulpen, gunting, payung, tissue kering & basah, hand sanitizer (cairan pembersih tangan antiseptik), lotion anti nyamuk, tas plastik (buat tempat pakaian kotor / basah dll).

Peralatan makan (dari mika / plastik agar ringan & praktis) :
botol minum & sedotan, kotak makan, piring & sendok, pisau.

Bawa bekal makanan dan minuman : 
air mineral, sari buah, susu kemasan, biskuit, roti, permen, buah (apel & jeruk), camilan (kripik, kacang) dll.

Bawa uang tunai dan uang receh : 
untuk memudahkan melakukan transaksi (membayar tarif tol, membayar tarif parkir, beli jajanan buat anak dll.)


Mengumpulkan informasi mengenai tempat wisata

Sebelum liburan, rajin-rajinlah searching di internet atau media lainnya untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang tempat wisata yang akan dikunjungi.
Misalnya : informasi mengenai lokasi wisata, rute perjalanan menuju lokasi wisata, penginapan & rumah makan di sepanjang jalur perjalanan, fasilitas-fasilitas yang terdapat di lokasi wisata, tips-tips saat mengunjungi lokasi wisata dll.


Melakukan reservasi hotel / penginapan

Sebaiknya melakukan reservasi hotel / penginapan jauh-jauh hari sebelum waktu liburan. Karena pada saat puncak liburan, hotel / penginapan seringkali sudah penuh / full-booked dan harga sewanya bisa naik berkali-kali lipat.




Woooww.., ternyata banyak juga ya.., yang harus dipersiapkan sebelum bepergian bersama keluarga. Dengan melakukan persiapan yang matang, semoga perjalanan wisata bersama keluarga tersayang, menjadi perjalanan yang menyenangkan, lancar, nyaman dan menjadi kenangan yang indah.


Yang terpenting : jangan lupa berdo'a sebelum berangkat bepergian. Memohon perlindungan dan keselamatan pada Allah SWT. 

Semoga Allah SWT. senantiasa menjaga dan melindungi kita dalam perjalanan dan selamat sampai di tujuan. Aamiin.


Semoga Bermanfaat dan Selamat Berlibur..

Tuesday, 17 November 2015

Meraih Bahagia.., karena Bahagia itu Sederhana Saja


Dalam kehidupan ini, sebenarnya ada jutaan peristiwa yang bisa membuat kita bahagia. Kita hanya perlu untuk lebih jeli melihatnya, lebih peka untuk merasakan dan lebih banyak mensyukuri hikmah dari setiap kejadian. Itu saja..!

Bahagia atau tidak, itu berasal dari diri kita sendiri. 
Karena kebahagiaan tidak tergantung pada orang lain.




Tips Cara Meraih Kebahagiaan

Tersenyum

Cobalah memulai hari dengan tersenyum. Bila kita tersenyum, dapat meningkatkan produksi endhorpin yaitu hormon bahagia yang diproduksi secara alami di dalam tubuh. Dengan tersenyum, kita sudah memulai hari dengan lebih ringan dan lebih lancar. Tersenyumlah untuk bahagia. Tersenyumlah maka orang lain juga akan tertular untuk ikut tersenyum.


Belajar untuk Ikhlas

Terkadang kita merasa berhak terhadap sesuatu hal, sehingga ketika tidak berhasil mendapatkannya, kita menjadi kecewa, sedih dan marah. Jika kita memahami bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai harapan, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menerima kenyataan. Bersikap sabar dan ikhlas dalam menerima suatu kenyataan, akan membuat kita merasa lebih bahagia.


Teman Bicara

Miliki teman bicara. Dengan banyak bergaul dan menjaga komunikasi dengan siapa saja dan di mana saja akan semakin memperkaya pengalaman hidup. Berbincang bersama teman, mencoba berpikir alternatif (menemukan jalan lain dengan sudut pandang yang lain) akan membuat kita merasa lebih tenang dan bahagia.


Berpikir Positif dan Berprasangka Baik

Berusaha untuk melihat sesuatu dari sudut pandang positif. Menjauhkan diri dari berpikir negatif dan buruk sangka. Pikiran negatif akan membuat kita sulit merasa bahagia dan bisa menjadi racun bagi tubuh. Meski tidak selalu mudah, cobalah untuk melihat suatu permasalahan dari banyak sisi. Kita akan menjadi lebih nyaman dan bahagia.


Membantu Orang Lain

Kebahagiaan akan tumbuh jika kita bisa membantu orang lain. Memiliki kelebihan finansial..? Memiliki waktu luang..? Cobalah memberikan sedikit kelebihan yang kita miliki kepada orang yang membutuhkan. Kita akan merasa lebih bahagia, jika bisa memberi. Karena memberi jauh lebih positif dan membahagiakan daripada menerima.


Cinta dan Kasih Sayang

Kebahagiaan terbesar dalam hidup ini adalah  mencintai dan dicintai. Jika kita sudah menemukan orang yang tepat untuk menjadi belahan jiwa, yang bersedia menerima diri kita apa adanya, berusahalah untuk mempertahankannya. Berilah perhatian yang tulus dan luangkan waktu untuk memupuk rasa cinta yang sudah tumbuh. Mengisi hari-hari bersama dan menjalin hubungan dangan orang terdekat akan membuat kita merasa lebih baik dan bahagia.


Berkumpul bersama Keluarga

Berkumpul, bersantai bersama keluarga, bermain, bersenda-gurau dengan anak-anak, saling berbagi cerita adalah momen indah dalam keluarga. Menikmati waktu luang bersama keluarga, merasakan kehangatan dalam sebuah keluarga, akan membuat kita merasa bahagia.


Rajin Berolahraga

Olahraga yang teratur sangat menyehatkan. Bisa memperlancar sirkulasi darah dalam tubuh dan bisa menekan depresi. Olahraga yang ringan saja seperti jalan-jalan santai, bersepeda, jogging, naik turun tangga dll. Terbukti, dengan melakukan olahraga ringan bisa menghasilkan perasaan yang menyenangkan, mencegah kegelisahan, kecemasan dan mengalihkan perasaan gundah.


Tertawa

Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain. Tertawa bersama keluarga, bersama anak-anak, bersama sahabat, bersama teman-teman dan bahkan menertawakan diri sendiri. Ketika tertawa, kita akan merasa lebih nyaman dan pikiran menjadi lebih ringan.


Menekuni Hobi

Melakukan sesuatu hal yang disukai dan diminati. Saat menekuni hobi, dalam kesendirian pun, kita bisa merasakan kebahagiaan. Misalnya : hobi memasak, hobi fotografi, hobi melukis dll. Sejenak meluangkan waktu untuk menekuni hobi, akan membuat kita merasa bahagia.


Bersikap Optimis

Memiliki sikap optimis lebih berbahagia dibanding mereka yang bersikap pesimistis. Sikap optimistis memberikan rasa percaya diri. Pesimistis cenderung untuk bersikap tidak  bersemangat. Orang yang memiliki jiwa optimis, mengetahui apa yang diinginkan dalam hidupnya dan akan mengusahakannya dengan maksimal. Dengan usaha yang maksimal, maka hasilnya akan maksimal pula sehingga memberikan perasaan puas dan bahagia.


Banyak Bersyukur dan Merasa Cukup

Bersikap ikhlas dan sabar dalam menjalani hidup ini. Selalu bersyukur atas segala karunia, rahmat dan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Merasa cukup terhadap bagian rezeki atau apapun yang dianugerahkan oleh Allah SWT. kepada kita dan banyak bersyukur, akan membuat hidup kita menjadi lebih bahagia.


Me Time ( Menikmati Waktu untuk Diri Sendiri)

Sekali-kali menikmati waktu untuk diri sendiri, tanpa ada kehadiran orang lain. Sekali-kali menyenangkan diri sendiri tanpa harus melibatkan orang lain. Misalnya : menikmati secangkir kopi sambil mendengarkan alunan musik, baca-baca buku, nonton DVD film atau serial favorit. Me time yang berkualitas bisa menghilangkan kejenuhan, rasa suntuk, bosan dan menghapus kelelahan. Membebaskan diri sejenak dari segala rutinitas kehidupan, akan membuat kita merasa nyaman dan bahagia.


Memaafkan dengan Ikhlas

Diperlukan jiwa besar untuk bisa memaafkan kesalahan orang lain. Dengan memaafkan berarti kita tidak lagi menyimpan dendam yang menjadi beban hati dan fikiran. Jadi maafkanlah orang yang menyakiti kita dan buang saja dendam itu. Kita bisa ringan melangkah, merasa lebih baik dan merasa lebih berbahagia dalam menjalani kehidupan ini.


Mencintai Pekerjaan

Cinta bisa membuat orang bahagia. Begitu pula dengan mencintai pekerjaan ternyata bisa memberikan efek yang sama yaitu memberikan kebahagiaan dan kepuasan batin. Bekerja akan terasa menyenangkan dan hasil pekerjaan pun akan menjadi lebih baik.


Bagaimana..?? Banyak sekali cara untuk meraih kebahagiaan. Jadi jangan ditunda-tunda lagi.., raih kebahagiaan dalam hidup ini.


Karena kebahagiaan yang menentukan adalah diri kita sendiri.

Sunday, 30 August 2015

Pantai Balekambang : Ada Keindahan, Kebersamaan, Senyum, Tawa dan Canda



Rekreasi Keluarga Besar Perpustakaan UBAYA 
Sabtu, 29 Agustus 2015

Rekreasi bersama merupakan acara rutin yang diadakan setiap dua tahun sekali. Tujuan rekreasi bersama tahun ini, akan mengunjungi Pantai Balekambang, Malang. Kali ini rombongan keluarga besar Perpustakaan terbagi dalam 2 bus mini.

Sekitar jam 07.00 WIB, bus bergerak perlahan meninggalkan pelataran parkir UBAYA, menuju ke Malang.

Pantai Belekambang terletak di Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Kec. Bantur, Kabupaten Malang. Pantai Balekambang berlokasi -/+ 65 km. sebelah selatan kota Malang.

Rute menuju ke Pantai Balekambang, Malang :
Surabaya - Malang - jalur ke Terminal Arjosari - Turen - Gondanglegi - Bantur - Pantai Balekambang

Perjalanan dari Surabaya menuju ke Malang, lancar dan menyenangkan. Namun saat sampai di Kec. Gondanglegi, ada penutupan jalan sementara dan semua kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif.
Wooww.., rasanya jarak tempuh menjadi bertambah jauh dan bus harus berjalan merambat. 

Menjelang pantai, perjalanan menjadi semakin menantang. Melewati jalan yang sempit, berkelak-kelok menikung tajam dengan tanjakan dan turunan yang cukup curam.
Sempat beberapa kali bus harus mengalah menepi, saat berpapasan dengan armada truk pegangkut tebu.

Alhamdulillah.., sekitar jam 12.00 WIB., keluarga besar Perpustakaan UBAYA, telah sampai di Pantai Balekambang, Malang.


Selamat datang di wisata Pantai Balekambang, Malang 

Fasilitas yang terdapat di Pantai Balekambang, Malang :

tempat parkir yang luas, kantor informasi, warung makan / cafe, kios cinderamata, mushola, aula untuk sarana pertemuan, penginapan / hotel, camping ground, area outbond dan MCK.

Harga tiket masuk Pantai Balekambang, Malang


Karena hari sudah siang, acara pertama adalah ISHOMA.
Di Pantai Balekambang, ada banyak warung / rumah makan yang menyediakan berbagai menu makanan dan minuman yang cukup bervariasi. Tidak perlu khawatir masalah harga, karena di daftar menu sudah tercantum harga yang sangat terjangkau. Siang ini, kami memilih warung makan yang menyediakan menu ikan laut goreng, lalapan plus sambal.


Serunya Bermain Air di Pantai Balekambang

Hamparan pasir putih yang lembut, bersih serta air laut yang sangat jernih..
Sementara deburan ombak yang garang.., berada nun jauh disana.. 
Sangat menyenangkan & nyaman bagi anak-anak bermain air dengan ceria dan bersenda gurau di Pantai Balekambang.


Hhmm.., sudah terlalu mainstream.. menuliskan nama di atas pasir pantai, tetapi tetap saja merupakan hiburan yang menyenangkan.. hahaa..


Sekarang.., saatnya untuk menjelajah Pantai Balekambang


(Masih) di edisi yang 'mainstream'.. menuliskan sesuatu di atas pasir pantai..
Love U forever..


Panorama Pantai Balekambang : Bagaikan berada di Tanah Lot

Pemandangan khas Pantai Balekambang, Malang
Bagaikan berada di Tanah Lot Pulau Dewata


Meniti jembatan yang menghubungkan dua pulau di Pantai Balekambang


Jembatan beton yang menghubungkan Pulau Wisanggeni dengan Pulau Ismoyo (tepat di atas Pulau Ismoyo terdapat sebuah Pura)


Meski bertirai ranting-ranting kering.., Pantai Balekambang tetap terlihat indah..


Menikmati pemandangan pantai dan lautan lepas tanpa batas.. dari ketinggian. 
Sungguh suatu pemandangan yang.. wooww..!!!


Pemandangan Pantai Balekambang dari sisi lain.  Pantai yang sunyi.., namun terkadang kesunyian bisa membuat hati dan perasaan kita menjadi lebih peka..
(kalimat yang tidak berhubungan.. hahaa..)


Pantai yang tenang.., pada suatu sore yang indah.. 

(Hanif & Laili) : Anak-anak punya cara tersendiri untuk bersenang-senang
Lomba balap lari di atas pasir pantai yang bersih dan lembut.
Menyenangkan sekali.., melihat senyum ceria, mendengar gelak tawa lepas dan teriakan gembira dari anak-anak..


Rabbana maa khalaqta hadzaa baathila, subhaanaka faqinaa ‘adzabannaar”   
 "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia, Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka".
(QS. Ali Imran [3]: 191)

 
Belum sempat menjelajah ke sini, karena terbatasnya waktu.
Hari sudah sore (sekitar jam 16.00 WIB), rombongan Keluarga Besar Perpustakaan UBAYA harus berkumpul lagi di bus dan bersiap pulang kembali ke Surabaya.


Jika kita menyusuri jalan setapak ke arah kanan Pulau Wisanggeni (di sisi sebelah kanan jembatan yang menghubungkan Pulau Wisanggeni dengan Pulau Ismoyo), kita bisa eksplore ke Pantai Jembatan Panjang, Sumur 7 (Pitu), Pantai Dali Putih dan Pulau Penyu. 
Perlu persiapan dan kondisi yang fit jika ingin melakukan eksplore pantai, karena perjalanan yang lumayan jauh. Kita akan memasuki dan menjelajahi kawasan hutan yang sunyi sebelum sampai ke pantai tujuan. Terus yang penting, jangan lupa, yaa.. bawa perbekalan air minum dan makanan. 


Akses jalan setapak untuk menuju ke pantai yang lain.
Semoga suatu hari nanti, bisa berkunjung ke Pantai Balekambang lagi..


Perjalanan pulang ke Surabaya :
Malam hari ini, sang rembulan purnama setia mengiringi perjalanan pulang kembali ke Surabaya. Sekitar jam 23.00 WIB., rombongan Keluarga Besar Perpustakaan sampai di Univ. Surabaya dengan selamat. Alhamdulillah...


Terima kasih buat seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga acara rekreasi bersama, bisa terwujud dan berjalan dengan baik. Terima kasih buat teman-teman beserta seluruh keluarga atas kebersamaan dan keakraban yang terjalin dengan indah. Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan limpahan rahmat, hidayah dan perlindungan kepada kita semua. 

Aamiin Ya Robbal Alamiin...

Ernik S.
Photo by : Fadjar ER. & Ernik S.

Tuesday, 28 July 2015

Yogyakarta : Serunya Liburan ala Backpacker bersama Keluarga


Yogyakarta kota yang penuh pesona.. bagaikan magnet yang begitu kuat..
yang selalu menarik kita untuk kembali datang dan berkunjung kesana..

 Liburan Idul Fitri 1436 H. (20 - 22 Juli 2015)

Untuk kesekian kalinya, kami berlibur (lagi) ke Yogyakarta. Liburan kali ini dengan formasi yang lengkap : mas Fadjar, sy, nanda Hanif dan Laili.

Berkaca dari pengalaman liburan di Yogyakarta / JOGJA beberapa tahun yang lalu, saat itu kami membawa kendaraan sendiri dari Surabaya.
Kami yang masih asing dengan rute jalan di Jogja, beberapa kali terjebak macet gara-gara salah jalan, kesulitan mencari tempat parkir, banyak waktu terbuang karena berputar-putar menuju lokasi wisata dan kendala yang lainnya.., maka liburan kali ini kami sepakat berangkat ke Jogja dengan naik bus umum.

Horeeeee...!! Seneng rasanya, serasa sudah jadi backpacker sejati saja. Hahahaa..


Senin, 20 Juli 2015

Pagi hari yang cerah di Terminal Bungurasih - Surabaya.
Pukul 07.30 WIB, bus Patas Eka mulai melaju perlahan meninggalkan terminal Bungurasih menuju ke Yogyakarta. Tiket bus Patas Eka Surabaya - Jogja Rp. 125.000,- (sudah termasuk service makan di RM. Duta - Ngawi).

Dalam kondisi normal, Surabaya - Jogja dapat ditempuh  sekitar 7 jam. Berhubung masih liburan Idul Fitri, laju bus Eka seringkali terhambat macet di beberapa ruas jalan yang dilewati. Jadinya.., pukul 18.10 WIB. bus Eka baru sampai di terminal Giwangan - Yogyakarta.

Terminal Giwangan Yogyakarta

Setelah istirahat sejenak, kami segera menuju ke halte Trans Jogja (masih dalam area Terminal Giwangan). Tujuan ke Malioboro. Tidak perlu khawatir, apabila belum paham dengan rute jalur Trans Jogja. Bertanyalah pada petugas yang berjaga di halte Trans Jogja. Mereka sangat informatif dan ramah.
Tiket Trans Jogja Rp. 3.600,- untuk sekali jalan.
Catatan : Trans Jogja beroperasi setiap hari mulai pukul 05.30 - 21.30 WIB.


Menuju ke Titik Nol Kilometer

Kami harus turun di halte Museum Biologi (Jl. Sultan Agung, Yogyakarta). Malam ini Trans Jogja tidak bisa melewati Jl. Malioboro, karena ada penutupan jalan sementara. Dari sini masih sekitar 1,3 km. menuju Malioboro. Bagaimana cara ke Malioboro..?? Naik becak ato jalan kaki saja..? Ternyata nanda Hanif & Laili dengan antusias memilih jalan kaki saja..!
Yuukk.., jalan-jalan santai menelusuri jalanan kota Jogja menuju ke Malioboro.

Kami mampir sejenak di Lesehan Sayidan, yang terletak di pinggir Kali Code.

  Istirahat sejenak di Lesehan Sayidan.., 
sambil menikmati pemandangan malam hari Kali Code Yogyakarta

Menikmati nasi goreng gagrak Jogja yang dominan warna coklat karena kecap manis.., beda dengan nasi goreng di Surabaya


Setelah badan kembali bugar, kami meneruskan jalan santai menuju ke Titik Nol Kilometer. Tak berapa lama sampai juga di perempatan yang sangat  terkenal di Yogyakarta. Kawasan Titik Nol Kilometer.

Kawasan Titik Nol Kilometer berada di pusat Kota Yogyakarta, merupakan pertemuan 4 jalan besar : Jl. KH. Ahmad Dahlan, Jl. Panembahan Senopati, Jl. Ahmad Yani dan jalan menuju ke halaman depan Keraton (Alun-alun Utara).

Bangunan-bangunan besar yang berada di sekitar Titik Nol Kilometer Jogja adalah bangunan tua peninggalan Belanda yang terlihat begitu indah, kokoh dan megah. 

Malam ini.., berdiri di keramaian kawasan Titik Nol Kilometer serasa ikut melebur dalam denyut nadi kehidupan Yogyakarta


Kawasan Titik Nol Kilometer sangatlah terkenal dan menjadi favorit para wisatawan yang datang berkunjung ke Jogja. Malam ini, suasana di sekitar Titik Nol Kilometer sangat meriah, semarak dan ramaiiiii.

Ratusan wisatawan, para seniman jalanan dengan segala bentuk kreativitasnya, komunitas hobi dan pertunjukkan seni, berbaur dengan harmonis memadati dan meramaikan kawasan Titik Nol Kilometer. Disini juga disediakan bangku-bangku taman untuk tempat duduk yang nyaman melepas lelah atau sekedar bersantai ria.


Malioboro : Menelusuri jalanan yang bertabur gemerlap lampu kota

Setelah sejenak ikut merasakan euforia yang terjadi di kawasan Titik Nol Kilometer, kami meneruskan langkah menelusuri jalanan Jogja menuju ke Malioboro.

Rencananya kami akan mencari hotel yang berlokasi di sekitar Malioboro. Ternyataaa.., mencari hotel di Malioboro saat liburan Idul Fitri, tak semudah bayangan kami. Kami harus berpetualang menyusuri gang demi gang di Malioboro demi mendapatkan kamar hotel yang masih kosong.
  
Wooww.., ibaratnya bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. Begitu banyaknya hotel / penginapan di kawasan Malioboro tapi semuanya sudah full.
Mas Fadjar dan anak-anak sudah terlihat letih dan lelah.., jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB.
Dan kami belum juga mendapatkan kamar hotel...???!!! OMG...

Alhamdulillaaaahhh.., akhirnya kami berhasil mendapatkan hotel di Jl. Sosrowijayan, Yogyakarta.


Menyenangkan rasanya.., menyusuri gang-gang kecil di Sosrowijayan yang bernuansa unik dan 'Jogja banget'


Menikmati Tugu Jogja dalam pekatnya malam

Hanya sekedar duduk saja.., dan sudah terasa indahnya saat menikmati suasana di Tugu Jogja

Setelah istirahat cukup lama di hotel, sekitar tengah malam, kami bersiap untuk jalan-jalan lagi menikmati suasana di kawasan Malioboro. Meski sudah tengah malam, kawasan Malioboro masih tetap meriah, gemerlap dan ramai dengan hilir mudik para wisatawan.

Kami melangkah santai menyusuri Jl. Malioboro - Jl. P. Mangkubumi sampai akhirnya finish di Tugu Jogja. 

Tugu Jogja merupakan landmark Kota Yogyakarta yang paling terkenal. Tugu Jogja berada tepat di tengah perempatan Jl. P. Mangkubumi, Jl. Jendral Soedirman, Jl. A.Moh. Sangaji dan Jl. Diponegoro.

Jarum jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari, saat kami duduk santai menikmati pemandangan indah Tugu Jogja. Meski waktu sudah dini hari tapi area di sekitar Tugu Jogja masih ramaiiii dengan pengunjung dan lalu-lalang kendaraan. 
Yogyakarta sepertinya kota yang tak pernah tidur.

Sekitar pukul 02.00 dini hari, kami sudah berada di hotel lagi. Istirahat dan tidur yang lelap.., menyiapkan energi untuk kegiatan jalan-jalan selanjutnya.


Yogyakarta, Selasa 21 Juli 2015

Sarapan Pagi : Soto Ayam Pak Gareng depan Stasiun Tugu

Inilah tempat sarapan pagi yang sangat terkenal di Yogyakarta. Hanya sebuah warung kaki lima, namun selalu ramaiiii pengunjungnya. Kami harus antri lebih dari setengah jam, untuk bisa menikmati kelezatan Soto Ayam Pak Gareng.

Lokasi warung Soto Ayam Pak Gareng berada di dekat Stasiun Tugu. Kami jadi bisa merasakan suasana yang khas saat sarapan pagi disini. Merasakan segarnya semilir angin pagi, mendengar suara alarm palang pintu perlintasan kereta api dan suara gemuruh roda kereta api yang beradu dengan rel saat lewat di perlintasan Malioboro Stasiun Tugu.


Hhmm.., antrinya lama karena pengunjungnya sangat ramai, namun senyum selalu terkembang.. meski sudah dilanda lapar

Masih menggunakan anglo berbahan bakar arang untuk memanaskan kuah soto

Kuah soto yang mengepul panas berwarna bening, terasa ringan bumbunya, namun... rasanya sungguh gurih, segar dan lezaattt.. 
Tak heran jika banyak sekali pelanggannya.
Sarapan pagi yang menyegarkan dan menghangatkan badan


Soto Ayam Pak Gareng
Jl. P. Mangkubumi (utara Jl. Malioboro)

Lokasi : berada di trotoar Jl. P. Mangkubumi, depan Stasiun Tugu Yogyakarta

Buka : mulai pukul 06.00 WIB. sampai siang hari.


Menanti kereta yang lewat, mendengarkan suara gemuruhnya.., 
di perlintasan Kereta Api Malioboro Stasiun Tugu Yogyakarta


Menjadi Lebih Pintar di Taman Pintar Yogyakarta

Setelah merasakan sensasi antri dan menikmati lezatnya Soto Ayam Pak Gareng, kami beranjak menuju ke halte Trans Jogja Mangkubumi.

Tujuan wisata berikutnya : 
Taman Pintar Yogyakarta dan Museum Benteng Vredeburg.

Untuk menuju ke Taman Pintar, kami menggunakan transportasi Trans Jogja. Naik dari halte Mangkubumi lantas turun di halte Senopati Taman Pintar.

nanda Laili : lagi 'beraksi' di panggung Taman Pintar Yogyakarta

Tempat wisata yang dapat memperluas wawasan, menghibur dan sangat menyenangkan bagi anak-anak.
Kami bisa bebas bermain, belajar, berani berekspresi dan berpetualang di Taman Pintar Yogyakarta.


Istirahat dan makan siang di food court Taman Pintar Yogyakarta


Taman Pintar Yogyakarta
Jl. Panembahan Senopati No. 1-3, Yogyakarta

Lokasi : berdekatan dengan Malioboro, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, Titik Nol Kilometer dan Keraton Yogyakarta.

Buka   : Selasa - Minggu  pukul 09.00 - 16.00 WIB.
Tutup : Senin (kecuali Hari Libur Nasional buka)

Harga Tiket :
Rp. 10.000,- (anak-anak)
Rp. 18.000,- (dewasa)

Wahana yang terdapat di Taman Pintar :
Playground, Gedung Memorabilia, Gedung Oval, Gedung Kotak, Wahana Bahari, Gedung PAUD, Gedung Planetarium, Desaku Permai, Rumah Batik dan Rumah Gerabah.
 
Fasilitas Pendukung di Taman Pintar :
Masjid, ruang perpustakaan, ruang pertunjukan, ruang petualangan, ruang profesi, ruang religi & budaya, food court, kios souvenir, toko buku, toilet dan halaman parkir yang cukup luas.


Mengagumi Kemegahan Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta  
disini mengingat kembali sejarah perjuangan rakyat Indonesia yang pantang menyerah melawan penjajahan untuk meraih kemerdekaan Indonesia


Ruang diorama Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta
Terlihat museum dikelola dengan sangat baik dan serius. Ruang diorama tampak bagus, indah, megah dan sangat lengkap koleksinya


Semangat menjelajahi bagian-bagian yang tersembunyi di Benteng Vredeburg

Menjelajah dan mengelilingi Benteng Vredeburg bagian atas.
Pada jaman dulu berfungsi sebagai tempat pertahanan, pengintaian dan penempatan beberapa meriam


 
Pos Penjagaan
Di balik dinding Benteng Vredeburg yang tebal, kokoh dan tangguh 

 Senang sekali.., tour keliling Museum Benteng Vredeburg.  
Sangat berkesan dan menambah wawasan tentang kebangsaan..


Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta
Jl. Jend. A. Yani No. 6, Yogyakarta

Lokasi : berdekatan dengan Malioboro, Pasar Beringharjo dan Titik Nol Kilometer. 

Jam Buka Museum :
Selasa - Minggu pukul 07.30 - 16.00 WIB
Senin LIBUR

Harga Tiket :
Rp. 2000,-


Di Alun-Alun Kidul : Mendengarkan alunan merdu suara musisi jalanan

Sekitar pukul 15.00 WIB, kami menyelesaikan tour Taman Pintar dan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Waktunya kembali ke hotel untuk istirahat. Menyiapkan energi untuk jalan-jalan malam hari nanti.
Tujuan wisata :  ke Alun-alun Kidul Jogja.

Malam hari, sekitar pukul 22.00 WIB. kami berangkat ke Alun-alun Kidul Jogja.
Transportasi : naik becak dengan rute Malioboro - Alun-alun Kidul Jogja (pp).

Menikmati luasnya Alun-Alun Kidul Jogja
nanda Laili : asyik menerbangkan baling-baling bambu yang bisa bercahaya..


 Pemandangan khas di Alun-alun Kidul Jogja : kendaraan becak hias dengan aneka lampu warna-warni yang berjalan pelan beriringan. 
Pengunjung bisa menyewa becak hias untuk mengelilingi Alun-alun Kidul.
Sangat eye catching.. sangat meriah..!!
 

Nongkrong santai di lesehan Alun-alun Kidul.  
Menikmati alunan merdu suara musisi jalanan. Malam semakin larut.. dan lagu-lagu yang didendangkan terdengar semakin indah dan romantis..

Hey Jude, don't make it bad
Take a sad song and make it better
Remember to let her into your heart
Then you can start to make it better...
 


Yogyakarta, Rabu 22 Juli 2015

Keraton Yogyakarta dan Taman Sari : Kemegahan yang menyimpan cerita historis

Agenda jalan-jalan hari ini : 
sarapan pagi di Sentra Gudeg Wijilan, mengunjungi Keraton Yogyakarta, Taman Sari, Kampung Kauman dan Masjid Gedhe Kauman.

Transportasi : naik becak (start dari Jl. Malioboro).

Namanya Pak Widi.., bukan hanya sekedar pengemudi becak saja, tapi juga merangkap sebagai guide yang handal. 
Sepanjang perjalanan.., sambil mengayuh becak, Pak Widi terus bercerita dan menunjukkan tempat-tempat yang bersejarah di  Malioboro dan sekitarnya.


Tujuan partama : Sarapan Pagi di Sentra Makanan Khas Gudeg, Wijilan, Yogyakarta

Suasana pagi hari di Sentra Makanan khas Gudeg - Jl. Wijilan


Gudeg Wijilan "Bu Widodo" Yogyakarta


 Monggo.., dipilih sesuai selera, yaa..


Menikmati sarapan pagi khas Jogja : nasi gudeg yang lezaatt..
Pagipun semakin indah dengan iringan lagu-lagu merdu dari musisi jalanan.., kali ini lagu nostalgia favorit mas Fadjar.. Let it Be Me

I bless the day I found you
I want to stay around you
And so I beg you
Let it be me..


Tujuan wisata berikutnya : 
Keraton Yogyakarta dan Taman Sari.


Keraton Yogyakarta : Indah, megah dan penuh makna historis

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta terletak di pusat kota Yogyakarta. Halaman depan Keraton adalah Alun-alun Utara, sedangkan halaman belakang adalah Alun-alun Selatan / Kidul.

Keraton Yogyakarta didirikan oleh Pangeran Mangkubumi, yang bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I, pada tahun 1755 M.
Sampai sekarang ini, kompleks Keraton Yogyakarta masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sultan dan keluarganya beserta para abdi dalem.

Sebagian kompleks Keraton Yogyakarta merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik Kesultanan, replika pusaka Keraton, berbagai macam gamelan, foto-foto dan silsilah para Raja Kesultanan Yogyakarta, benda-benda bernilai seni tinggi dan masih banyak yang lainnya.

Jam buka Keraton Yogyakarta :
Senin - Minggu : 09.00 - 14.00 WIB
Khusus hari Jum'at : 09.00 - 12.00 WIB.

Harga tiket :
Rp. 5000,-
Ijin Video / Photo Rp. 2000,-







Taman Sari Yogyakarta : Keindahan dan keanggunan masa silam yang tetap lestari hingga saat ini

Taman Sari terletak di sebelah barat Keraton Yogyakarta.
Taman Sari dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I, pada tahun 1758 – 1765.

Pada jaman dulu, sekitar 250 tahun yang silam, Taman Sari merupakan sebuah taman tempat rekreasi / peristirahatan dan tempat pemandian bagi para keluarga Keraton. Taman Sari juga difungsikan sebagai benteng pertahanan Keraton serta tempat ibadah.

Taman Sari Jogja sampai sekarang ini masih terawat dengan baik, terlihat indah dan terjaga kelestariannya.
 
Taman Sari Yogyakarta
Semoga tetap terpancar keindahannya dan terjaga kelestariannya..


Pada saat mengunjungi Taman Sari, sebaiknya menggunakan jasa guide.
Para Bapak Guide pada umumnya merupakan abdi dalem Keraton Yogyakarta yang bertugas di Taman Sari. Bapak Guide akan memandu kita menjelajahi dan menjelaskan tentang apa saja yang terdapat dalam kompleks Taman Sari Yogyakarta.

Beruntung sekali kami dipandu oleh Bapak Guide yang ramah dan berpengalaman. Dengan sangat telaten, Bapak Guide memandu kami menjelajahi satu persatu bagian-bagian yang ada di kompleks Taman Sari, sambil menjelaskan tentang sejarah, fungsi dan kisah tentang Taman Sari.

Dimulai dari gapura Taman Sari, pelataran, taman, menara, kolam pemandian, simbol-simbol yang penuh makna filosofis, ruang ganti, kamar peristirahatan, tempat ibadah, dapur, gudang, dan yang paling seruuuuu... saat diajak menelusuri lorong-lorong bawah tanah menuju ke Masjid Sumur Gumuling.

Jam Buka Taman Sari :
Setiap hari 08.00 - 14.00 WIB

Harga Tiket :
Rp. 5000,-  

Ssst.., ada sang putri lagi bersantai menikmati keindahan Taman Sari

Sebaiknya menggunakan jasa guide bila berkunjung ke Taman Sari. 
Kami dibuat takjub saat diajak berkeliling Taman Sari Yogyakarta.., melewati jalan-jalan dan lorong-lorong yang tersembunyi. Serasa sedang berpetualang kembali ke masa silam..


Lagi serius, nih..! Mendengarkan penjelasan tentang sejarah, fungsi, cerita & kisah Taman Sari dari Bapak Guide. 
Banyak penjelasan dan cerita dari Bapak Guide tentang Taman Sari, yang tidak akan ditemukan di buku sejarah manapun, hanya cerita turun-temurun dari para abdi dalem Keraton Yogyakarta. Hhmm.., cerita yang sungguh fantastis.


Menyusuri lorong-lorong rahasia, hingga sampai ke Masjid  bawah tanah Sumur Gumuling Taman Sari.


Tidak terasa hari sudah beranjak siang, saat kami selesai berkeliling, menikmati kemegahan dan pesona Taman Sari Yogyakarta. Waktunya untuk makan siang dulu, memulihkan energi dan menyegarkan badan lagi.

Selesai makan siang, kami segera meneruskan ke tujuan berikutnya : mengunjungi Kampung Kauman dan Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta.


Menjelajah Kampung Kauman : Napak tilas jejak perjuangan 'Sang Pencerah' KH. Ahmad Dahlan

Senang sekali..! Mengunjungi kampung Kauman melalui sebuah gapura yang terletak di Jl. Kauman, Yogyakarta

Memenuhi keinginan nanda Hanif, kami mengunjungi kampung Kauman, Yogyakarta.

Nanda Hanif pingin melihat kampung Kauman secara nyata, tidak hanya sebatas penjelasan seperti yang tertera di buku KMD (Kemuhammadiyahan) saja.

Karena disinilah, di kampung Kauman Yogyakarta, cikal bakal berdiri dan berkembangnya organisasi Islam Muhammadiyah.
Di kampung Kauman Yogyakarta, Sang Pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan dilahirkan, tempat beliau tumbuh besar dan memulai perjuangan untuk menegakkan ajaran agama Islam yang sebenarnya.


Langgar KH. Ahmad Dahlan
Langgar yang bersejarah di kampung Kauman, Yogyakarta. Dahulu, langgar inilah yang digunakan KH. Ahmad Dahlan sebagai tempat beribadah dan berda'wah semasa hidupnya.


 SD Muhammadiyah Kauman, Yogyakarta
(bermula dari sekolah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan yaitu Pawiyatan Wanita Muhammadiyah)

Siang hari ini, suasana di kampung Kauman tampak sepi dan lengang.
Kami melangkah pelan menyusuri gang-gang sempit diantara rumah warga, sambil sesekali berhenti untuk menikmati atmosfer kampung Kauman.
Senang sekali rasanya, berjalan menyusuri lorong-lorong kampung Kauman yang sarat dengan kisah sejarah masa lalu.

Hari sudah semakin siang, kami terus melangkah menyusuri lorong-lorong yang terlihat elok dengan banyaknya bangunan tua, hingga akhirnyaaa.., sampailah kami di halaman Masjid Gedhe Kauman.


Berada dalam keheningan dan suasana khusyu' Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta

Masjid Agung biasa disebut Masjid Gedhe Kauman oleh warga setempat


Masjid Gedhe Kauman atau juga disebut Masjid Agung Yogyakarta atau Masjid Besar Yogyakarta atau Masjid Raya Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lokasi Masjid Gedhe Kauman berada di sebelah Barat kompleks Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta.

Berdasarkan catatan sejarah, Masjid Gedhe Kauman dibangun pada tahun 1773 M., pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I. 
Masjid Gedhe Kauman secara simbolis menunjukkan bahwa keberadaan Sang Sultan, disamping sebagai pemimpin bagi masyarakatnya dan panglima perang, juga sekaligus sebagai pemimpin agama bagi rakyatnya.

Sejak mulai didirikan, Masjid Gedhe Kauman sudah beberapa kali mengalami renovasi. Renovasi baik berupa pemugaran maupun perluasan area masjid hingga berbentuk megah seperti yang terlihat sekarang ini.


Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta 
Masjid Gedhe yang berdiri megah dan indah, sarat dengan makna filosofis dan nilai historis yang tinggi


Berada dalam keheningan dan suasana khusyu' di Masjid Gedhe Kauman, membuat kami merasa begitu damai, tentram dan tawadhu'


Setelah menunaikan sholat Dhuhur di Masjid Gedhe Kauman, maka berakhir sudah perjalanan wisata kami di Yogyakarta.

Masih tetap diantar dengan becaknya Pak Widi, kami kembali ke hotel di Jl. Sosrowijayan untuk check-out dan bersiap kembali pulang ke kota Surabaya.

Maturnuwun sanget.., Yogyakarta..
Kotamu sungguh indah, penuh pesona dan begitu istimewa..

Surabaya.., kami kembali..!!



Alhamdulillahirobbil'alamin..,

Terima kasih buat keluarga tersayang..
Saat liburan selalu menyenangkan.., teristimewa saat bersama dengan kalian..
Semoga kita semua selalu diberi berkah sehat wal’afiat, diberikan kelancaran dalam segala urusan dan senantiasa dalam naungan ridho Allah SWT.

Aamiin Ya Robbal Alamiin..

Ernik S.
Photo by : Fadjar ER & Ernik S.