Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Wednesday, 29 September 2010

Liburan dan Nostalgia di KEDIRI : selalu ada cerita indah, selalu ada kenangan yang berkesan


Teruntuk kalian yang istimewa.. saudara, kerabat dan teman-teman.. yang berada di perantauan.. nun jauh dari Kediri tercinta. 

Sekedar catatan untuk mengingat kota Kediri, mengenang kampung halaman, merasakan kembali seribu kisah dan perjuangan yang menyentuh dan membentuk jati diri kita.


Mudik Lebaran 2010 (1431 H)
Mudik lebaran ke kota Kediri bersama orang-orang tercinta  

(mas Fadjar, me, nanda Hanif & Laili, dik Yayuk dan dik Hasan)


Kota Kediri.. dan kenangan yang tak lekang oleh waktu

Rasanya tak akan pernah habis cerita dan kisah tentang Kediri. Tentang wisatanya,  kulinernya, legendanya dan tempat-tempat yang bersejarah. Suasana kota yang tenang dengan udara yang nyaman menyegarkan. Juga tentang keramahan, ketulusan dan kesederhanaan warganya.


Pemandangan khas Kota Kediri
Sungai Brantas yang penuh dengan legenda dan gagahnya Gunung Klotok


Saat pulang ke Kediri, kegiatan yang selalu kami lakukan bersama keluarga & kerabat adalah silaturahim dan jalan-jalan. Menikmati suasana kota dan melebur dalam detak kehidupan Kediri.

Ada kerinduan yang terobati, ada kesejukan yang memenuhi rongga dada, ada kedamaian yang terasa mengalir di urat nadi.. saat menemukan dan merasakan kembali serpihan-serpihan kenangan yang indah, yang berkesan,
yang bersejarah.

Kenangan yang tak lekang oleh waktu.. tetap terpatri dalam ingatan.. tetap tergurat dalam hati.. walau puluhan tahun telah berlalu.. walau hujan, angin, petir dan badai telah mengaburkan kisahnya... (halaaahh...!! hiperbola banget...!!)
namun tetap tertulis dan terukir dengan indah sampai saat ini.


Disini...
akan kutulis kenangan itu.. kenangan tentang Kediri yang indah.. Kenangan yang membawa keteduhan, kesejukan dan kedamaian.. Kenangan yang mampu menentramkan hati, menghadirkan 
rasa nyaman dan ada bahagia...


Suasana kota Kediri
Langit biru, cuaca cerah.. jalan raya yang lebar dan lengang


Jembatan Lama Kediri
(dibangun sekitar th. 1907, peninggalan jaman Belanda)


 Jembatan Lama Kota Kediri
Jembatan nostalgia.. jembatan yang menyimpan ribuan kisah dan cerita yang indah


Jembatan Lama masih terus beroperasi sampai sekarang ini. Hanya saja kondisinya sudah memprihatinkan, karena termakan usia. Jembatan Lama menghubungkan wilayah Kediri bag. Timur dengan Kediri bag. Barat yang terbelah oleh Sungai Brantas (istilahnya : etan kali karo kulon kali). Bag. Timur sungai dengan bag. Barat sungai.

Bag. Timur Sungai Brantas identik dengan kawasan perdagangan dan sentra bisnis, sedangkan bag. Barat Sungai Brantas merupakan kawasan pendidikan. Banyak sekolah tingkat SMP, SMA dan Perguruan Tinggi yang berada di wilayah Barat sungai Brantas. 

(termasuk SMA favorit di Kediri : SMAN 2.. Smada-ku tercinta.. ehmm..)


 Sungai Brantas yang melintasi dan membelah Kota Kediri


Duluu.., puluhan tahun yang lalu.. masa-masa SMA.. sering kali kulewati Jembatan Lama ini. (kalo pingin dolan ke rumah teman-teman yang kebanyakan berada di bag. Timur Sungai Brantas). Rumahku.. eehh keliru..!!.. rumah Ibunda-ku.. berada di bag. Barat sungai, di Desa Mojoroto.

Sekarang ini, saat pagi hari dan siang hari (saat jam-jam berangkat & pulang sekolah) merupakan saat-saat sibuk dan padat kendaraan roda dua yang melintas di atas Jembatan Lama. Sedangkan mobil hanya pada jam-jam tertentu boleh melewati Jembatan Lama. Untuk akses mobil (kendaraan roda 4 atau lebih), diharuskan lewat Jembatan Baru Semampir atau Jembatan Alun-alun Kediri.

Jika cuaca cerah dan posisi kita berada di ujung Jembatan Lama sisi Timur, akan terlihat lukisan pemandangan yang mempesona.


Jembatan Lama Kota Kediri
Pagi hari yang cerah.. pemandangan yang indah.
Sejenak ingatan kembali ke masa kecil dan masa remaja. 
Ada jejak-jejak langkah yang tertinggal disini..


Pemandangan sebuah jembatan tua, dengan air sungai yang berwarna kecoklatan di bawahnya, beriak kecil, mengalir dengan tenangnya. Langit tampak membiru, dengan tebaran awan putih yang lembut bagaikan kapas, berarak perlahan mengikuti angin. Dan di kejauhan.., tampak Gunung Klotok yang berwarna biru berdiri dengan gagahnya.  
(Pemandangan yang indah.. masih seperti dulu.. belum berubah.. seperti saat masa kecil.. hingga sekarang ini).


Jalan Dhoho Kediri

 Jl. Dhoho Kediri
Lagi kepingin narsis, nih...

Sebuah nama.., yang menyimpan berjuta cerita. Itulah Jl. Dhoho. Nama jalan yang paling terkenal di kota Kediri. Jl. Dhoho adalah kawasan pertokoan modern yang paling pertama di kota Kediri. Merupakan jalan utama yang selalu sibuk dan tak pernah tidur.., selalu ada geliat aktivitas yang terjadi disini.


Jl. Dhoho Kediri
Ada deretan pertokoan, ada keramaian, ada nostalgia, ada cerita suka dan duka..


Jl. Dhoho Kediri telah mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan kemajuan zaman. 

Deretan pertokoan yang megah dan mentereng mulai bermunculan menghiasi kawasan Jl. Dhoho. 

Mulai dari toko fashion merk terkenal, toko sepatu, toko textile, peralatan kantor, peralatan elektronik, peralatan rumah tangga dan toko obat-obatan. Turut meramaikan Jl. Dhoho.., para pedagang kaki lima, mbok-mbok penjual rujak cingur di emperan toko, mas-mas penjual poster, kalender dll. Semua saling melengkapi, saling topang, saling mengisi irama kehidupan yang harmonis di Jalan Dhoho.

(Namun di tengah laju modernisasi Jl. Dhoho, masih ada beberapa toko lama / toko jadul yang tetap bertahan dengan segala kesederhanaannya).


Alamaak.., cantiknya..!! 
Ada nuansa warna ungu yang dramatis di salah satu pertokoan Jl. Dhoho


Jl. Dhoho juga merupakan jalan utama bila kita pingin menuju ke Stasiun Kota Kediri. Di tengah Jl. Dhoho terdapat jalan yang bercabang ke arah kiri, itulah Jl. Stasiun. Letak bangunan Stasiun Kediri berada tepat di ujung Jl. Stasiun.


 Kawasan pertokoan Jl. Dhoho Kediri


Catatan : Sekarang ini, kawasan pertokoan di kota Kediri tidak hanya terpusat di Jalan Dhoho saja. Di kawasan Jl. Hayam Wuruk telah berdiri kompleks pertokoan besar dan megah : Golden Swalayan, Pasaraya Sri Ratu dan Kediri Mall.
Di Jl. HOS Cokroaminoto (daerah Pasar Pahing) juga mulai berbenah menjadi kawasan pertokoan yang ramai dan sibuk. Di Jl. Joyoboyo (belakang Kediri Mall) juga mulai terlihat aktivitas bisnisnya, disini ada toko pakaian, toko mebel dan UFO Electronic and Furniture.


Dhoho Plaza Kediri
Suasana Dhoho Plaza yang ramai.. tampak dari serambi depan Masjid Agung


Di sepanjang Jl. Panglima Sudirman (jalan menuju ke Alun-Alun) telah ramai dengan deretan pertokoan, pusat perbelanjaan Dhoho Plaza dan UFO Supermarket.  
Wow.. wow.. wooww... kota Kediri-ku yang mungil telah dikepung dengan kawasan pertokoan dan mall. Yuukk.., belanja.. belanjaa.. belanjaaa...!!!!


Masjid Agung Kediri

 Menara Masjid Agung
Kokoh, indah dan menjulang tinggi..


Masjid Agung terletak di Jl. Panglima Sudirman Kediri ( depan Alun-alun Kediri ) .

Berkeliling dan menjelajahi kota Kediri, belum lengkap rasanya bila tidak mengunjungi Masjid Agung. Masjid kebanggaan warga Kediri. Dari kejauhan sudah nampak menara Masjid Agung yang menjulang tinggi ke angkasa.

Di puncak masjid dihiasi kubah utama yang besar, tinggi dan indah dengan kombinasi warna hijau dan putih. Masjid Agung terlihat megah dan berwibawa dengan gaya arsitektur yang unik dan modern.


Masjid Agung
salah satu masjid termegah di Kota Kediri


Masjid Agung Kediri


 Serambi depan Masjid Agung Kediri


Sering kali, setelah jalan-jalan keliling Kediri, kami berkunjung ke Masjid Agung buat melaksanakan shalat wajib dan melepas lelah. Merasakan kesejukan dan menikmati atmosfer spiritual yang khusyu saat berada di dalam masjid.., berada dalam Rumah Allah.. tempat yang damai dan penuh berkah.


Alun-Alun Kota Kediri

Alun-alun Kota Kediri berada di depan Masjid Agung. Sebuah jembatan penyeberangan yang kokoh telah dibangun di depan Masjid Agung. Jembatan yang menghubungkan area masjid dengan alun-alun Kota Kediri.

Alun-Alun Kota Kediri
tampak patung Mayor Bismo berdiri dengan gagah

Alun-alun Kediri berupa sebuah taman yang asri, dilengkapi dengan jalur jogging trac yang mengelilingi alun-alun dan ditengah-tengahnya terdapat patung Mayor Bismo yang berdiri dengan gagah.

Lokasinya strategis berada di pusat kota, di jalan utama dan dikelilingi oleh Kantor Kabupaten Kediri, Masjid Agung, rumah makan, pertokoan serta pusat perbelanjaan.., menjadikan Alun-alun senantiasa terlihat ramai oleh pengunjung.

Alun-alun nampaknya menjadi sarana rekreasi dan hiburan yang murah meriah bagi warga Kediri.


 Alun-Alun Kediri
Terlihat asri, hijau dan bersih


Di seputar Alun-alun sebelah Utara, dibangun sentra PKL yang menjajakan baragam makanan seperti soto, bakso, gado-gado, nasi goreng, sate, mie ayam dsb. Sedangkan beraneka krupuk khas Kediri 'krupuk pasir' (salah satu jenis makanan ringan khas Kediri), dijajakan di trotoar depan, berjejer dengan rapi. Jadi.. kalo merasa lapar atau lelah sehabis jalan-jalan, bisa berwisata kuliner di sekitar Alun-alun.


Salah satu sudut Alun-Alun Kediri yang asri dan rindang


Bila akhir pekan atau malam hari saat libur, Alun-alun terlihat sangat semarak dan berubah menjadi pasar rakyat. Selepas Maghrib, banyak warga Kediri bersama keluarganya berduyun-duyun mendatangi Alun-alun. Menghabiskan akhir pekan di Alun-alun, sekedar cuci mata, duduk-duduk di bangku taman, di rerumputan sambil bercanda bersama anak-anak ataupun sibuk berbelanja.

Banyak PKL yang menggelar dagangannya di area dalam Alun-alun. Pedagang mainan anak-anak, baju, sepatu, sandal, pernik-pernik asesoris, VCD / DVD dsb. Penjual jasa mainan seperti kereta api mini, odong-odong dan permainan ketangkasan juga turut memeriahkan keramaian Alun-alun.

Jadii.., kalo teman-teman mudik ke Kediri, sempatkan sejenak mengunjungi Alun-alun. Melihat dari dekat potret kehidupan warga Kediri yang ramah, murah senyum dan bersahaja. 


Nasi Pecel Tumpang Asli Kediri

Nasi pecel tumpang. Inilah salah satu makanan favorit bagi para pemudik. Warga Kediri yang baru pulang dari perantauan, pasti merasa kangen.. pingin menikmati nasi pecel tumpang khas kampung halaman.


Aduhai.. nikmatnya nasi pecel tumpang khas Kediri..!!
Ke Kediri.. aku kan kembaliii.. menikmati pedas dan sedapnya nasi pecel tumpang..


Penjual nasi pecel tumpang dapat dengan mudah ditemui hampir di setiap sudut kota Kediri. Makanan ini rasanya nikmat disantap kapan saja. Bisa pagi hari buat sarapan, saat makan siang ataupun malam hari sambil lesehan bareng teman-teman.

...Terbayang kelezatan nasi pecel tumpang khas Kediri...

Nasi disajikan di atas pincuk daun pisang. Nasi pulen yang masih mengepul hangat, diatasnya diberi sayuran rebus daun pepaya, potongan kacang panjang, buah pepaya muda dan kecambah, kemudian diguyur dengan sambal pecel dan sambal tumpang.  

Hhmmm.. sambal tumpang yang kental, pedas dan gurih berpadu dengan sambal pecel yang terasa manis pedas. Diatasnya ditaburi lalapan mentimun, lamtoro dan daun kemangi. Untuk lauknya diberi perkedel singkong, tempe atau tahu goreng.. dan sebagai pelengkapnya diberi rempeyek kacang dan teri yang kriuk.. kriuk..kriukkk.. renyah..!!  
"Aduhaaii... sedaap nian..!!"

Waktu mudik kemarin, hampir setiap pagi kami sarapan nasi pecel tumpang. Rasanya tidak ada kata bosan, berkali-kali menikmati menu sarapan favorit warga Kediri.

Nah.., berikut ini ada beberapa tempat kuliner nasi pecel tumpang di Kediri yang bisa dijadikan referensi.. yang sudah terbukti kualitas rasanya yang enak dan laziss..!!

Warung nasi pecel tumpang Bu Darmo
Lokasi : Banjaran Gg. I
Jam buka : pagi sampai siang
Nasi pecel tumpang yang mantab banget rasanya.. juga mantaabbb puedesss-nya. Jangan kaget kalo harus antri lama.. melatih kesabaran.. bila pingin menikmati kelezatan nasi pecel tumpang khas Bu Darmo Banjaran.


Nasi pecel tumpang di Jl. Panglima Sudirman  
Lokasi : utara Alun-alun Kediri
Jam buka : 5.30 - 9.00 pagi
Berjualan di emperan sebuah toko yang masih tutup. Penjualnya ibu berusia lanjut pakai kebaya. Nasi pecel tumpangnya sedap dan mantab, teristimewa rempeyeknya.. wooww.. enak, renyah dan gurih..!!


Warung Nasi Pecel Tumpang "Bu Tin"
(Jl. Patimura, sebelah timur Pasar Setono Betek)
Jam buka : pagi sampai siang
Warung nasi pecel tumpang yang kerap jadi jujugan bila mudik ke Kediri.
Senangnyaa.., disini ada menu jenang kolak. Jajanan favorit masa kecil. Nikmaaatttt... rasanya..!!


Nasi pecel tumpang di Pasar Bandar Kediri
Jam buka : pagi sampai siang
Ada beberapa penjual nasi pecel tumpang di Pasar Bandar (deretan penjual berada di dekat pintu masuk pasar Bandar). Silakan memilih yang terasa sreg di hati (nyaman & pas di hati). Biasanya kami memilih warung nasi pecel tumpang yang juga menyediakan dawet campur. Jadi.., setelah selesai makan, langsung dilanjut dengan menyeruput dawet campur yang masih hangat. Nikmaatt..!!


Lesehan nasi pecel tumpang di Jl. Dhoho 
berada di sepanjang jalan Dhoho (saat malam hari setelah pertokoan tutup)
Cita rasa nasi pecel tumpang Jl. Dhoho termasuk standar.. tapi kami sangat menyukai suasananya. Selalu merasa kangen dengan obrolan, gelak tawa, dan canda riang saat makan lesehan bareng saudara atau teman-teman. Kangen nikmatnya menyeruput kopi hitam ditemani angin jalanan. Rasa makanan yang standar tidak jadi masalah.. yang penting... suasananya, Bung..!!!  
Hangat.. akrab.. dan penuh persaudaraan..!!


Indahnya Mudik.. Indahnya Lebaran


Bundaran Taman Sekartaji (Mojoroto - Kediri)


Begitu banyak cerita dan kisah yang terjadi saat kami mudik. Namun yang paling utama dari cerita mudik ini adalah kerinduan untuk bertemu dan bersilaturahim dengan orang tua, saudara, kerabat, sahabat dan teman-teman.  

Indahnya Lebaran baru terasa jika kita berada di dekat orang-orang yang kita cintai dan sayangi.

Mengingat kembali semua kenangan indah dan penuh perjuangan saat masih kanak-kanak. Merasakan kembali jasa besar dan pengorbanan orang tua, yang sangat berperan penting dalam kesuksesan dan keberhasilan kita sekarang ini.


Rumah Ibunda yang nyaman.. di Mojoroto, Kediri

Tempat kembali.., saat jiwa lelah dengan penatnya kehidupan kota
Tempat kembali.., saat asa ingin merengkuh lagi memori masa kecil

Indahnya kebersamaan, indahnya silaturahim, indahnya saat berkumpul dengan saudara-saudara, indahnya senyum dan perhatian Ibunda



Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin


Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Shiyamana wa Shiyamakum, 
wa Ja'alanallahu Minal Aidin wal Faizin

"Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan, puasaku dan puasa kalian dan semoga Allah menjadikan kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan."
Amin Ya Robbal Alamin


(Ernik S.)
Photo by : Fadjar ER & Ernik S.

1 comment:

  1. Trm. kasih buat artikel-nya..
    Sungguh.., membuatku semakin rindu dg. Kediri..
    Kota yg nyaman dan bertabur banyak kenangan..
    Semoga.., akan ada waktu luang.. untuk bisa mengunjungi-nya lagi..

    ReplyDelete