Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Wednesday, 22 August 2012

Wisata Gunung Kelud : Indah dan Menakjubkan


Catatan Liburan Idul Fitri 1433 H / 2012
Basecamp selama mudik : rumah Ibunda yang nyaman di Mojoroto KEDIRI 

Absensi Peserta :
Kel. Surabaya (Mas Fadjar, me, Hanif & Laili), kel. Jakarta (dik Hari & dik I'at), 
kel. Kediri (dik Irwan, dik Erly & Keynan) dan mas Adin (keponakan)
 

Anak Gunung Kelud


Untuk ketiga kalinya.., kami mengunjungi wisata Gunung Kelud.

Saat kunjungan pertama dan kedua, Gunung Kelud masih memiliki danau kawah berwarna hijau yang menghampar luas.

Namun kini, setelah meletusnya Gunung Kelud pada tahun 2007 lalu, danau kawah tersebut menghilang dan digantikan dengan munculnya kubah lava. 

Kubah Lava semakin hari, perlahan-lahan, tumbuh besar dan semakin membesar hingga mencapai ketinggian sekitar 280 meter dengan diameter 600 meter.
Proses pertumbuhan kubah lava itu sudah berhenti dan sekarang biasa disebut dengan 'Anak Gunung Kelud'.

Subhanallah.., fenomena alam yang sungguh fantastis dan menakjubkan.

Wisata Gunung Kelud terletak di Desa Sugihwaras, Kec. Ngancar, Kab. Kediri, Jawa Timur.
Untuk mencapai Gunung Kelud, bisa diakses melalui Kab. Kediri dan Kab. Blitar.

Rute menuju ke wisata Gunung Kelud :

Kediri - Pesantren - Wates - Ngancar - Desa Sugihwaras - Gunung Kelud


Anak Gunung Kelud


Kami sengaja berangkat pagi-pagi, sekitar pukul 07.00 WIB., demi mendapatkan pemandangan dan momen-momen cantik, saat mentari pagi menyapa alam Gunung Kelud. 

(alasan utama : ehmmm.., menghindari teriknya panas mentari dan ramainya pengunjung wisata Gunung Kelud)

Dalam perjalanan, kami mampir sejenak di Jl. Dhoho Kediri. Lesehan menikmati sarapan pagi. Menunya : bubur ayam yang hangat dan gurih.
(waahh.., rasanya jadi tambah semangat melanjutkan perjalanan dengan badan bugar dan perut yang kenyang)

Selesai menikmati sarapan, kendaraan kembali melaju pelan, menembus udara pagi yang segar.

Saat memasuki daerah Wates, sudah banyak terpasang rambu-rambu dan penunjuk jalan menuju ke wisata Gunung Kelud. Jadii.., ga' usah takut tersesat..!!

Perjalanan di pagi hari sangat nyaman dan lancar. Melewati jalan aspal yang mulus, pedesaan yang asri, perkampungan penduduk dan pemandangan sawah-sawah yang menghijau. 

Tanpa terasa, kami sudah sampai di Pos Gerbang Masuk kawasan wisata Gunung Kelud.

Tiket masuk kawasan wisata Gunung Kelud :

Hari biasa : Rp. 5000,-
Hari Sabtu, Minggu & hari Libur : Rp. 10.000,- 

Dari Pos Gerbang Masuk untuk menuju ke area wisata Gunung Kelud, masih harus menempuh perjalanan sekitar -/+ 9 km. lagi. 

Jalanan yang harus dilalui menjadi berkelak-kelok dengan tanjakan, tikungan dan turunan yang tajam. Bahkan ada beberapa ruas jalan yang menanjak tajam dan mendebarkan. Saat melewati jalan dengan tanjakan yang tajam ada peringatan yang tertulis : 'Tanjakan Terjal. Gunakan Gigi 1 (satu)'.

Alhamdulillah.., sampai juga di Area Parkir Puncak Gunung Kelud.

Udara pegunungan yang sejuk menyegarkan, menyapa kedatangan kami di area parkir yang sangat luas.
  
Yuukk.., sejenak bersantai di stand-stand kuliner wisata Gunung Kelud yang berjejer rapi. Menu yang tersedia cukup bervariasi. Mulai dari nasi pecel, nasi goreng, mie, soto, bakso, lontong kikil, aneka minuman dan camilan. 
Jangan khawatir kemahalan, karena semua harga makanan & minuman tertera jelas di daftar menu.


Melewati terowongan : menuju ke Anak Gunung Kelud


Dari area parkir, kami harus berjalan kaki menuju ke Anak Gunung Kelud. Melewati terowongan yang lembab sepanjang -/+ 150 m. Sekarang terowongan sudah diberi penerangan berupa lampu kecil yang redup. Jadi tidak gelap gulita seperti kunjungan pertama dan kedua.

Keluar dari terowongan, ada beberapa pilihan spot menarik yang bisa dinikmati para pengunjung wisata Gunung Kelud.

Terdapat penunjuk arah sebagai penanda ke Anak Gunung Kelud, Menara Pandang atau ke jalur pendakian tebing.


Fenomena Keajaiban Anak Gunung Kelud

Tujuan pertama, kami melangkah santai menuju ke Anak Gunung Kelud.

Berjalan menuruni anak tangga, menuju ke kaki Anak Gunung Kelud yang dulunya merupakan lokasi danau kawah Gunung Kelud.

Anak Gunung Kelud berupa gundukan material vulkanik yang sudah berubah menjadi batu. Tumbuh menjadi tinggi, membesar dan berwarna gelap kehitam-hitaman. Disela-sela bebatuan Anak Gunung Kelud, kadang masih terlihat asap putih yang mengepul tipis ke udara.

Terlihat sangat indah, pemandangan Anak Gunung Kelud, dikelilingi oleh puncak-puncak lain yang menjulang tinggi dengan gagahnya.


 Fenomena munculnya Anak Gunung Kelud


































Tebing Gunung Kelud yang tinggi menjulang perkasa


Mendaki ke Puncak Menara Pandang G. Kelud

( Hanif ) : Menuju ke Puncak Menara Pandang Gunung Kelud


Puas menyaksikan keajaiban alam, fenomena munculnya Anak Gunung Kelud, kami meneruskan langkah menuju ke Menara Pandang Gunung Kelud.

Untuk menggapai puncak Menara Pandang Gunung Kelud, kami harus mendaki ratusan anak tangga.

Mendaki anak tangga dari bebatuan yang tersusun rapi dengan pegangan besi di pinggirnya. Namun anak tangga tersebut menanjak dengan tingkat kemiringan yang cukup tinggi. Dijamin.., sanggup membuat nafas menjadi terengah-engah..!!

Harus hati-hati saat melangkah menaiki anak tangga,  karena sebelah kanan dan kiri adalah jurang yang cukup dalam.


Pemandangan indah yang tersaji saat mendaki anak tangga Menara Pandang


 Anak Gunung Kelud 
dilihat dari ketinggian saat menuju ke Puncak Menara Pandang


Jadiii.., untuk menuju Puncak Menara Pandang, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. ( ahaaayyy... )
Pertama : siapkan fisik dan stamina yang fit.  
Kedua : siapkan mental dan semangat pantang menyerah.  
Ketiga : siapkan perbekalan (minuman & camilan) yang cukup. 

Karena pendakian ini lumayan melelahkan, meletihkan dan banyak menguras tenaga.

( info yang sangat penting dan wajib diketahui oleh seluruh pengunjung Wisata Gunung Kelud..!! hihihiii.. )


Puncak Menara Pandang Gunung Kelud


Mendaki ratusan anak tangga menuju Puncak Menara Pandang Gunung Kelud
Itu sangat melelahkan..., jendraaall..!!
Tapii.., sebanding dengan pemandangan dahsyaatt yang akan kita temui


Luar biasa.., sungguh pemandangan yang indah mempesona


Jika kaki mulai terasa berat untuk melangkah.., istirahat saja dengan duduk 'manis' di anak tangga. Menikmati desiran angin gunung yang berhembus sejuk. Menikmati dengan penuh kekaguman, panorama alam Gunung Kelud yang luar biasa cantiknya. Niscaya.., akan terpikir dalam hati.. Tuhan Yang Maha Kuasa.. menciptakan pemandangan indah ini, sambil tersenyum.

Dan.., saat berhasil menggapai puncak, berdiri dengan penuh rasa syukur di Puncak Menara Pandang. Sekeliling kita adalah pemandangan yang sungguh mempesona.. Rasanya semua lelah, letih, pegal dan penat selama pendakian.., seolah menguap sirna dan terbayar lunas..!!!

Subhanallah.., sungguh Engkau Maha Indah dan Pencipta Segala Keindahan..


Panorama alam yang cantik dari Puncak Menara Pandang Gunung Kelud


 Berendam di Air Panas Anak Gunung Kelud


Menuju ke Air Panas Anak Gunung Kelud


Dari Puncak Menara Pandang Gunung Kelud, kami beristirahat cukup lama. 
Menunaikan sholat Dhuhur di mushola Gunung Kelud, jajan ice cream, menikmati camilan dan minuman dingin.

Setelah badan bugar dan tenaga pulih kembali, kami meneruskan langkah menuju ke Air Panas Anak Gunung Kelud.

Kalau ke Menara Pandang, kami harus mendaki ratusan anak tangga, maka menuju ke Air Panas Anak Gunung Kelud, menjadi kebalikannya. Kami harus melangkah menuruni ratusan anak tangga.

Namun anak tangga menuju ke Air Panas Anak Gunung Kelud, lebih landai dan lebar dengan pegangan besi di tengahnya. 
Jadi kami melangkah menuruni anak tangga dengan santai, sambil saling cerita, bercanda dengan tarikan nafas yang berhembus normal. (hahahaaa...)


Aliran sungai Air Panas Anak Gunung Kelud
Terlihat uap panas yang mengepul tipis ke udara


Mendekati ujung anak tangga, kami bisa menyaksikan aliran sungai Air Panas Anak Gunung Kelud.

Sebuah sungai dengan bongkahan-bongkahan batu besar yang aliran airnya terus-menerus mengeluarkan uap panas. Air Panas Anak Gunung Kelud mengalir deras di sela-sela bebatuan yang berwarna kuning tua kecoklatan.


Air Panas Anak Gunung Kelud yang terus-menerus mengepulkan uap panas


( me & dik I'at ) : Wooww.., merasakan sensasi Air Panas Anak Gunung Kelud


Segera saja kami berjalan menuruni undakan batu, mencari lokasi yang nyaman buat menikmati pemandangan indah. Pemandangan gemuruh aliran air panas yang tak henti mengepulkan asap putih, menerobos mencari celah dan mengalir indah di sela-sela bebatuan.

Tujuan yang kedua.., buat mencari aliran air yang hangat dan bebatuan besar buat duduk-duduk santai, merendam kedua kaki yang mulai terasa pegal, keju dan kemeng..

(bahasa Jawa : keju = kemeng = pegal-pegal)

Ambooiii..., terasa nyaman sekali..  
Bagai berada di sebuah spa yang bernuansa alami.  
Merendam kedua kaki yang pegal-pegal di hangatnya aliran Air Panas Anak Gunung Kelud. Hmmm.., rasanya kondisi kaki menjadi kuat dan tangguh lagi, setelah 'dihajar telak' mendaki ratusan anak tangga di Menara Pandang Gunung Kelud.


( dik Hari ) : Berjalan santai, mengatur nafas.., menaiki ratusan anak tangga setelah menikmati spa Air Panas Anak Gunung Kelud


Menyaksikan Detik-Detik Terjadinya Anak Gunung Kelud


Gedung Theater yang megah di kompleks Wisata Gunung Kelud Kediri


Sore hari, setelah menyelesaikan tour keliling Gunung Kelud, kami menyempatkan untuk singgah di Gedung Theater wisata Gunung Kelud. 

Gedung Theater & Museum wisata Gunung Kelud terletak disamping Pos Gerbang Masuk.

Menyenangkan sekali, bisa menyaksikan pemutaran film mengenai Gunung Kelud. Sebuah film yang menceritakan tentang detik-detik munculnya Anak Gunung Kelud dan legenda asal-usul terjadinya Gunung Kelud. 
Durasi film sekitar 30 menit.

Tiket masuk Theater wisata Gunung Kelud :

Senin s/d Jum'at : Rp. 6000,-
Sabtu & Minggu : Rp. 10.000,-
  

Menyaksikan pemutaran film tentang fenomena munculnya Anak Gunung Kelud


Info terbaru : Gunung Kelud Mandi Cahaya..!!

Ada info terbaru mengenai wisata Gunung Kelud

Menyaksikan exotisme wisata Gunung Kelud di malam hari.  
Gunung Kelud Mandi Cahaya..!! Kita bisa melihat indahnya Anak Gunung Kelud yang disirami oleh cahaya lampu ribuan watt. 
Pertunjukan malam hari wisata Gunung Kelud dibuka khusus hari JUM'AT dan SABTU saja.


Tips berkunjung ke wisata Gunung Kelud :
  1. Sebaiknya berangkat menuju ke wisata Gunung Kelud, saat masih pagi. Kita bisa santai, nyaman dan puas menikmati alam Gunung Kelud yang asri, indah dan mempesona.
  2. Di Pos Gerbang Masuk wisata Gunung Kelud disediakan mobil wisata yang bisa mengantar pengunjung sampai di Area Parkir Puncak Gunung Kelud. Jadi bila kendaraan kita, tidak memungkinkan untuk melewati jalanan yang penuh dengan tanjakan, turunan dan tikungan yang tajam, titipkan saja kendaraan di Pos Gerbang Masuk. 
  3. Tiket naik mobil wisata : Rp. 15.000,- pp.
  4. Siapkan fisik dan stamina yang fit, karena menikmati wisata Gunung Kelud diperlukan banyak energi dan tenaga.
  5. Pakai sandal atau sepatu yang nyaman. Wisata Gunung Kelud sangat mengandalkan KAKI kita yang kuat dan tangguh untuk menjelajahinya.
  6. Bawalah kamera...!! Buat mengabadikan pemandangan alam Gunung Kelud yang indah dan menakjubkan.., truuuss yang paling penting.., buat dokumentasi foto-foto diri yang eksis...!! hhhhh...
  7. Bawalah jas hujan (sangat diperlukan jika sewaktu-waktu hujan mengguyur alam Gunung Kelud).
  8. Siapkan jaket atau sweater (saat mendaki Menara Pandang Gunung Kelud ) angin pegunungan menderu sangat kencang. Jadi bisa menahan hawa dingin dan terpaan angin.., truuss.. agar penampilan kita menjadi semakin keren...!! hahhaahaa...
Keluarga tersayang



Sore hari di Luwakmas Cafe

Lokasi : Desa Sugihwaras - Kec. Ngancar - G. Kelud - Kab. Kediri
Terletak -/+ 1 (satu) km. sebelum gerbang masuk kawasan wisata G. Kelud.


 Kopi Luwak.. Original.. Dijamin 100% asli..!!


Saat menjelang senja, saat semburat jingga mulai menghias langit.., kami bersiap-siap meninggalkan suasana asri dan indah wisata Gunung Kelud.

Tujuan kami berikutnya menuju ke Desa Sugihwaras, pingin merasakan nikmatnya menyeruput Kopi Luwak di Luwakmas Cafe. 
Kopi Luwak yang merupakan kopi terbaik dan kebanggaan bangsa Indonesia yang sudah diakui oleh dunia.

(ehmm.., dalam perjalanan menuju ke Luwakmas Cafe.., sayup-sayup diiringi lagu berirama lembut 'Just for You' - dari suara merdunya Richard Cocciante..  
Duuhh.., itu lagu syahduu yang bikin terhanyut saat mendengarnya..) 



Menikmati secangkir Kopi Luwak dengan perlahan.. 
menyesap aroma wangi kopi yang menguar lembut..
diiringi suara musik yang terdengar mengalun syahduu..
Sungguh.., rasanya menjadi senja yang istimewa & sempurna..


Suasana di Luwakmas Cafe yang menyenangkan, asri dan nyaman


Alhamdulillahirobbil'alamin.., atas semua berkah dan anugerah dalam kehidupan ini. Terima kasih buat keluarga tercinta, adik-adik dan keponakan tersayang.., 
atas kebersamaan dan canda riang yang teramat manis. Semoga kita semua, selalu berada dalam limpahan rahmat, ridho dan lindungan Allah SWT. 
Aamiin Ya Robbal Alamiin..


(Ernik S.)
Photo by : Fadjar ER., dik Hari, Ernik S.

9 comments:

  1. week end bulan depan rencana kesana nih. tanya mas, klo kekelud dr kediri kota berangkat hari sabtu enaknya jam berapa yah? emang berapa lama sih perjalanan dr kota sampai area parkir? tanjakannya seberapa curam sih, apakah avanza/granmax bisa naik?

    mas punya info gak soal penginapan/homestay murah meriah yang recomended (50-130 rb) dikediri?

    makasih infonya
    salam

    daru

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Daru..,
      Sebaiknya berangkat ke wisata Gunung Kelud saat pagi hari saja, yaa.. (lihat Tips Berkunjung ke Wisata Gunung Kelud).
      Kalo masalah waktu.. saat jalan-jalan dan liburan, kami jarang memperhatikan waktu. Setelah sehari-hari disibukkan dengan rutinitas dan harus berpatokan dengan waktu (jam).., maka saat liburan, kami sepakat.., membiarkan waktu mengalir saja dengan indahnya.. :-)

      Rasanya semua jenis kendaraan bisa-lah naik sampai ke Area Parkir Puncak G. Kelud. Hanya saja memang diperlukan keberanian dan kelihaian sang pengemudi.., untuk melewati jalan yang menanjak terjal, menurun dan tikungan yang tajam khas jalanan pegunungan.. :-)

      Tentang menginap di Kediri.. silakan saja klik link http://www.phrikediriraya.com/
      Saat mudik dan liburan di Kediri, kami tidak pernah menginap di hotel, karena kami selalu menginap di rumah Ibunda tercinta.. :-)

      Ok.., selamat berlibur di Kediri..


      Delete
    2. Kalau memang ragu-ragu untuk naik, sebaiknya mobil dititipkan didekat pintu masuk, dan naik mobil wisata yang disediakan oleh pengelola...

      Delete
  2. Mas itu tiket masukNya per orang apa per motor??

    ReplyDelete
  3. gan harga secangkir kopi luwak berapa? and ada menu apa aja selain kopi luwak?

    ReplyDelete
  4. jalan menuju puncak menara pandang gunung kelud lumayan jauh ya :)

    ReplyDelete
  5. it's good,i like it..

    ReplyDelete
  6. udaranya lebih dingin dimana antara bromo dengan kelud..
    kira2 kalau ingin menuju menara pandang dengan menenmpuh perjalanan saat pukul 4pagi hari ap diperbolehkan?(supaya ad view sunrise hehe)..

    ReplyDelete