Thursday, 15 September 2011

Kuliner Kediri : kuliner kampung halaman yang 'ngangeni'


"Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar.. 
La-ilaha illallah Huwalallahu Akbar..
Allahu Akbar Wa-lil-lahilhamd"

Gema takbir berkumandang, mengalun syahdu, di langit nusantara..  
Liburan Idul Fitri 1432 H telah tiba, saatnya mudik ke kampung halaman..

Bebaskan diri sejenak dari rutinitas sehari-hari. Menyejukkan hati, isi batin dengan damai dan indahnya silaturahim..


Mudik ke kota Kediri, identik dengan merasakan kuliner kampung halaman.

Rasanya ingin segera menikmati...,
nasi pecel tumpang, soto ayam Bok Ijo, gurihnya tahu takwa, nasi goreng khas Kediri, seger-nya es campur P. Wito, nasi rawon Depot Tentrem, bakso Barokah, aneka jajanan tradisional di Toko Ijo dan .. masih banyak lagi makanan khas Kediri yang 'ngangeni'.


Kuliner kampung halaman : obat penawar rindu

Kuliner kampung halaman, merupakan salah satu alasan yang membuat para perantau, rindu untuk pulang..!! Pingin merasakan lagi, nikmatnya makanan yang dulu pernah akrab dengan keseharian kita. Dan sejenak.., mengenang masa silam, nostalgia saat masih berada di kampung halaman.

Mengenang masa-masa yang bergejolak, bertabur tawa, canda, penuh kisah, cerita pahit-manis-asam-asin, keluguan, 'kelucuan' dan lika-liku perjuangan mencari jati diri... ( *lebay.com* ).

Saat mudik liburan Idul Fitri 1432 H / 2011, bersama keluarga tercinta, keponakan dan adik-adik tersayang.., kami 'jalan-jalan' dan berkeliling kota.., berburu kuliner khas Kediri.. kuliner kampung halaman.


Sarapan nasi pecel tumpang

Kuliner nasi pecel tumpang sudah pernah diulas di blog ini.. jadii.. ga masalah, yaa.. kalo saya ulangi lagi ceritanya. Karena.., nasi pecel tumpang adalah legenda kuliner khas Kediri.

Penjual nasi pecel tumpang, dapat dengan mudah ditemui di seluruh pelosok kota Kediri. Di sudut-sudut gang, di pinggir jalan, di warung-warung, di pasar tradisional, di emperan toko.., rasanya begitu mudah menemukan lapak penjual nasi pecel tumpang.

Makanan ini rasanya nikmat disantap kapan saja. Untuk sarapan pagi, makan siang atau malam hari sambil lesehan bareng teman-teman.
Menurutku.., rasa nasi pecel tumpang Kediri itu.. hanya ada dua.. yaitu : enak dan enak sekali..!! (hahahaa.. wong Kediri tulen, nda..!!)
Nasi Pecel Tumpang Kediri
menu sarapan wajib bagi para 'perindu kampung'


Racikannya : nasi disajikan di atas pincuk daun pisang. Nasi yang masih mengepul hangat, diatasnya diberi sayuran daun pepaya / daun kenikir / daun ketela pohon, kacang panjang, buah pepaya muda dan kecambah, lantas diguyur dengan sambal pecel dan sambal tumpang.

Sambal tumpang yang bumbunya komplit, pedas, asin, gurih berpadu dengan sambal pecel yang berasa pedas manis. Diatasnya ditaburi lalapan rajangan mentimun, lamtoro dan daun kemangi. Lauknya sederhana saja : perkedel singkong, tempe atau tahu goreng. Dan sebagai pelengkapnya : rempeyek kacang / teri ditambah kerupuk yang kriuk.. kriuk.. kriuukkk.. renyah...!! Mantaappp..!!!

Ada beberapa warung nasi pecel tumpang yang menjadi langganan para perantau saat mudik ke Kediri.

Masing-masing penjual memiliki ciri khas, kelebihan dan daya tarik yang membuat pelanggan terus datang dan datang lagi.., untuk menikmati nasi pecel tumpang.


Warung Nasi Pecel Tumpang Bu Darmo
Lokasi : Banjaran Gg. I 
Jam buka : pagi sampai siang
Nasi pecel tumpang yang nyamleng rasanya, terlebih rasa sambal pecel-nya.. wooww.. mantaabb pedes-nya. Bagi penggemar rasa pedas, dijamin akan terpenuhi seleranya disini. Tapii.., jangan kaget kalo harus antri lama, terlebih hari Minggu atau hari libur. Pelanggan-nya sangat banyak. Perlu disiapkan energi kesabaran, jika ingin menikmati kelezatan nasi pecel tumpang Bu Darmo Banjaran.


Warung Nasi Pecel Tumpang "Bu Tin"
Lokasi : Jl. Patimura, sebelah timur Pasar Setono Betek 
Jam buka : pagi sampai siang
Di warung yang bersahaja ini, menikmati nasi pecel tumpang terasa semakin sedap dan miroso. Tersedia juga menu jenang kolak. Cita rasa perpaduan manisnya kolak pisang dan lembutnya bubur sumsum.. ehmm.. sungguh sangat 'ngangeni'.


Nasi Pecel Tumpang Pasar Bandar Kediri
Lokasi : di dalam area Pasar Bandar
Jam buka : dini hari sampai siang
Terdapat beberapa penjual nasi pecel tumpang di Pasar Bandar. Biasanya kami memilih warung nasi pecel tumpang yang menyediakan dawet campur.
Jadii.., selesai menyantap nasi pecel tumpang, langsung memesan dawet campur yang hangat.
Semangkok dawet campur terdiri dari : bubur sumsum, bubur ketan hitam, bubur mutiara, agar-agar rumput laut dan cendol warna hijau. Diatasnya disiram dengan sirup gula merah dan saus santan yang beraroma harum daun pandan.  
Nikmaaatt sekali... 


Nasi Pecel Tumpang Jl. Brawijaya Kediri
Lokasi : di trotoar, pojokan Jl. Brawijaya (kiri jalan, ke arah Jembatan Lama) 
Jam buka : sore sampai malam hari
Ibu penjual menggelar lapaknya di trotoar jalan. Nasi pecel tumpang yang mantap, terlebih rasa sambel tumpang-nya. Joosss tenan..!!
Harus memiliki jiwa yang penyabar dan hati penuh ketabahan, jika ingin menikmati mantapnya nasi pecel tumpang disini. Pelanggan yang antri sampai berjubel. Celutukan saat melihat antrian : "Byuh.. byuh.. sing dodol nganti ora ketok..!!"
Jadi sambil menunggu pesanan, duduk santai saja. Sambil merenung, menjalankan 'laku sabar' atau menikmati 'drama' kehidupan jalan raya.. hilir mudik orang dan kendaraan yang melintasi Jl. Brawijaya. 


Lesehan Nasi Pecel Tumpang Jl. Dhoho
Lokasi : berada di emperan toko, sepanjang Jl. Dhoho 
Jam buka : saat malam hari, setelah pertokoan tutup
Kegiatan yang 'ngangeni' saat mudik, lesehan nasi pecel tumpang di emperan toko Jl. Dhoho. Duduk di atas gelaran tikar, ngobrol 'ngalor-ngidul', ngobrol santai ramai-ramai. Ditemani segelas kopi tubruk, ditemani semilir angin malam. Dan.., yang paling seru, saling berbagi cerita dengan dialek / logat bahasa Kediri yang khas banget, selalu ada selingan kata : peh.. peh.. peehh..!! ( *hahahaaa...* )


Soto Bok Ijo : soto ayam khas Kediri


 Soto Ayam Bok Ijo
Lupakan diet..!! 2 atau 3 mangkok, baru terasa kenyang..!!


Penyajiannya :

satu porsi terdiri dari nasi putih, suwiran daging ayam kampung, taoge, irisan kol dan daun seledri, kemudian diguyur dengan kuah soto yang panas mengepul. Untuk penguat cita rasa : ditambahkan kecap manis, jeruk nipis dan gerusan lombok rawit. Wuiihh.., makin terasa segar, nikmat dan sedaapp...!!!


 Ayam Bakar Kecap
Gurih dan enaaakkk rasanya...


Biasanya, kami pesan tambahan lauk ayam bakar kecap.
Potongan ayam dijual secara terpisah, jadi bisa memilih sesuai keinginan : sayap, paha, kepala atau uritan (telur muda). Potongan ayam dibakar di atas tungku arang yang membara, sambil sesekali diolesi kecap manis. Aromanya saat dibakar, benar-benar khas dan menggugah selera. Haruumm, manis dan gurih..!!

Lokasi :
  1. Di sepanjang jalan menuju ke arah Terminal Tamanan Kediri (dari arah Alun-Alun / Jembatan Baru Kediri)
  2. Sentra "Soto Ayam Bok Ijo" terletak di dalam area Terminal Tamanan Kediri 
  3. Di pinggir jalan (warung-warung kecil) yang tersebar di seantero kota Kediri

Waktu mudik kemarin, di sore hari yang cerah, bersama keponakan dan adik-adik, kami meluncur ke kawasan Bok Ijo.. siap tempur menikmati kelezatan soto ayam khas Kediri.

Ada 2 tempat yang menjadi pilihan kami :

Soto Ayam di Sentra "Soto Ayam Bok Ijo" Terminal Tamanan Kediri.
Lokasi : terletak di dalam area Terminal Tamanan
Jam buka : pagi sampai malam hari
Di area ini, terdapat puluhan stan penjual soto ayam, berderet dengan rapi. Biasanya kami memilih stan soto ayam Pak No.
Soto ayam dengan rasa yang gurih, segar dan ringan. Soto disajikan dalam mangkok yang ber-ukuran kecil dan porsi nasinya juga sedikit. Jadi siap-siap saja kalo ingin menambah 2 atau 3 mangkok lagi.., baru merasa kenyang dan puas..!!  
( *masa_pertumbuhan.com* ) hahahaa...


Soto Ayam dan Ayam Bakar "Pak Juki"
Lokasi : Jl. Dr. Sahardjo (dari Terminal Tamanan, ke arah Utara -/+ 100 m, depan SDN Campurejo II)
Jam buka : pagi sampai malam hari
Di warung ini, selain soto ayam yang lezat, ada racikan minuman yang selalu 'ngangeni'. Wedang jahe tubruk. Beberapa ruas jahe segar yang di-geprek, ditambah dengan gula putih, kemudian diseduh dengan air panas.. hhmmm.. rasanya benar-benar mantap..!!
Menikmati semangkok soto ayam yang berkuah panas, diselingi menyeruput wedang jahe tubruk yang spesial.. waahh.. benar-benar kenikmatan tiada tara.. membuat badan jadi seger gembrobyos..!!!


Berburu Kelezatan Nasi Goreng khas Kediri

Liburan mudik, terasa kurang lengkap jika belum menikmati nasi goreng khas Kediri. Jadi saat malam menyelimuti langit, bersama adik-adik, dengan menerjang rasa ngantuk, kami berburu kelezatan nasi goreng khas Kediri.

Begitu banyak penjual nasi goreng khas Kediri yang menggelar dagangannya di pinggir dan trotoar jalan. Namun pembeli juga terus berdatangan. Bahkan di beberapa tempat, saking larisnya, terlihat pembeli harus rela antri menunggu giliran untuk menikmati kelezatan nasi goreng khas Kediri.


Lokasi Penjual Nasi Goreng khas Kediri :

Berada di ruas-ruas jalan utama kota Kediri. 
Mulai Jl. PK. Bangsa, Jl. Erlangga, Jl. Hayam Wuruk, Jl. Brawijaya, kawasan Dandangan, Jl. Dhoho, Jl. Stasiun, Jl. Patimura terus menyambung hingga 
daerah Pasar Pahing.

Akhirnyaa.., kami terdampar di sekitar Jl. Hayam Wuruk, dan dipaksa antri dengan suka-rela demi sepiring nasi goreng khas Kediri. Wuiihh.., luar biasa..!!


 Gerobak nasi goreng beserta perlengkapannya
Sreng..sreng..sreengg..!! Jadilah nasi goreng yang lezaatt..!!


 Nasi goreng khas Kediri .. enak & nikmaatt..


Apa istimewa-nya nasi goreng khas Kediri...????

Naahh.., setelah melalui proses pengamatan, investigasi dan mengumpulkan data-data penting.. ini dia ciri khas pembuatan Nasi Goreng Kediri..!!

(tidak boleh melanggar pakem..!! syarat sah-nya disebut sebagai 'nasi goreng khas Kediri'.. hehehee..)
  1. Dimasak menggunakan anglo / tungku dengan bahan bakar arang.
  2. Setiap satu pesanan, satu kali memasak (cara memasak per porsi).
  3. Melatih kesabaran untuk sekedar menikmati sepiring nasi goreng khas Kediri.
  4. Racikan bumbu-bumbu alami, membuat nasi goreng menjadi harum dan gurih.
  5. Setiap satu porsi diberi sebutir telur yang dikacau dan suwiran daging ayam kampung.
  6. Ada aroma yang unik dan khas (bau gosong) di setiap masakannya.
  7. Ada 3 tingkatan rasa : tidak pedas, sedang dan pedas (jika bilang pedas, maka nasi goreng yang disajikan benar-benar membuat lidah seperti terbakar).
  8. Jika pesan mie goreng, maka mie yang digunakan adalah jenis mie yang lebar dan gepeng.
  9. Selalu ditambahkan kecap manis pada mie goreng, hingga warnanya kecoklatan.
  10. Para penjual menggunakan gerobak dorong untuk menggelar dagangannya. 

Waahh.., rasanya perut mendadak berdendang keroncongan.. membayangkan kelezatan nasi goreng khas Kediri.. 

Yuuukk..!! Jangan ditunda-tunda lagi.. teman-teman, handai taulan dan para pemudik yang berbahagia.. silakan menikmati sensasi rasa nasi goreng khas Kediri yang mantap dan tak terlupakan..!!


Pada suatu ketika di warung Bakso Barokah

Lokasi      : Jl. Letjend. Suprapto Kediri (daerah Banjaran)
Jam buka : 8.30 pagi sampai 8.30 malam 

Warung bakso yang bisa bertahan hingga puluhan tahun dan tetap digemari sampai sekarang. Warung Bakso Barokah selalu ramai dipadati para pelanggannya. Disini hanya terdapat satu versi menu bakso. Jadi para pelanggan, langsung saja menempati tempat duduk yang kosong. Tanpa menunggu lama, pramusaji pria akan menyuguhkan berapa mangkok bakso yang kita inginkan. Layanan yang cepat dan praktis.


 Nikmatnya Bakso Barokah
Komplet dengan kecap tradisional Kediri.. kecap cap 'Sawi'


Dalam semangkok bakso, berisi 5 butir bakso bulat, kenyal, berserat halus dan gurih. Mihun putih ditambahkan sebagai pelengkap. Kuah bakso yang ditaburi rajangan seledri dan bawang goreng terasa menyegarkan. Bening, enteng dan tidak berlemak. Dinikmati selagi panasnya belum hilang, ditambah sambal pedas, kecap manis dan saos tomat.. waaahhh.. mantaaapp..!!!

Untuk minumannya ada banyak pilihan. Ada es degan, es dawet, es jeruk, es teh, teh panas dan soda gembira. Paling seneng makan Bakso Barokah ditemani dengan segelas es degan. Rasa bakso yang gurih dan pedas, berpadu dengan segar dan manisnya es degan. Nikmatnyaaa..!!

Note : Ingatan serasa melayang kembali ke jaman SMA.. ada 'kepingan-kepingan puzzle' yang ikut hadir menemani.. Hhmmm...


Sekilas cerita perjalanan mudik 1432 H / 2011

Kami (mas Fadjar, me, nanda Hanif & Laili) mudik ke Kediri pas hari H, setelah silaturahim dan sungkem pada Ibunda dan keluarga Surabaya.

Berangkat langsung dari rumah Ibunda ( Perum. Gunung Sari Surabaya ) sekitar pukul 11.30 WIB daann.. terjadilah rekor perjalanan mudik terlama yang pernah kami alami. Sepanjang jalan antara Surabaya hingga Kertosono terjebak kemacetan yang luar biasa dan menghebohkan..!!

Sempat beberapa kali istirahat di Masjid, rest area dan pom bensin. Mas Fadjar mengibarkan 'bendera putih' saat melihat kemacetan yang parah dan memilih untuk berhenti sejenak.

Saat berada di rest area Jembatan Timbang Trowulan - Mojokerto, kami istirahat selama 3 jam (istirahat ato mau menginap.., yaaa..??? hihihiii...). Tetapi .., semakin sore, arus kendaraan yang melintasi jalan raya tidak berkurang, namun justru semakin padat merayap.


 Mas Fadjar, Hanif & Laili : jadi pemudik 'beneran'
Singgah di rest area Jembatan Timbang Trowulan, Mojokerto.. truss mencicipi.. mie gratiiss.. hehehee..

Dengan pasrah dan menegarkan hati, kami meninggalkan rest area, zona yang nyaman dan damai. Kembali bergabung bersama ribuan pemudik lain, menembus kemacetan lalu lintas yang kian 'menggila'.

Di beberapa ruas jalan utama, Pak Polisi menutup sementara arus lalu lintas. Kendaraan dialihkan ke jalur alternatif, dengan alasan menghindari kemacetan. Tetapi yang kami temui adalah kemacetan yang semakin parah...!! Mantaafff..!!!

Catatan : adik-adik dari lain kota ( yang sudah sampai terlebih dahulu di rumah Ibunda), selalu memberi semangat lewat sms-sms-nya yang kocak, agar kami tetap ceria dan optimis meneruskan perjalanan mudik ke Kediri.

Perjalanan baru terasa lancar setelah melewati pertigaan Braan Kertosono. Begitu masuk ke wilayah Kabupaten Kediri.. arus lalu lintas.. lancar jaya..!! Horeeeeee..!! Alhamdulillaaahh...

Akhirnya.., pukul 21.30 WIB, setelah berada di jalanan selama 10 jam, sampailah kami di rumah Ibunda Kediri. Terlihat adik-adik dan keponakan sudah berjejer di halaman depan, menyambut kedatangan kami.  
So sweet.. Terharuu... Terharuuuuu...!!!


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H

"Mungkin ada khilaf yang pernah terjadi.. Mungkin ada rangkaian kata yang kurang berkenan.. Mungkin ada sikap dan perilaku yang kurang pantas.. 
Mohon dibukakan pintu maaf.. Mohon Maaf Lahir dan Batin.."


Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Shiyam ana wa Shiyamakum,
wa Ja'alanallahu Minal Aidin wal Faizin

"Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan, puasaku dan puasa kalian dan semoga Allah menjadikan kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan."
Aamiin Ya Robbal Alamiin..



(Ernik S.)
Photo by : Fadjar ER., Ernik S.


13 comments:

  1. Enaknya...wisata kuliner di kota Kediri..

    ReplyDelete
  2. ..
    makan nasi pecel tumpang sambil lesehan di jalan doho, ngangeni.. ^^
    ..

    ReplyDelete
  3. @mas Fadjar : kuliner Kediri.., jaminan mutu.. tak perlu diragukan lagi.. hehe..
    btw.., kenapaaa, yaaa.. blog ttg bengkel-software-nya dibiarkan merana..??!! Ayoo.. semangat.., mas..
    Thx. a lot

    @chef Ata : benar sekali, chef.. kuliner kampung halaman.. sederhana saja.. biasa saja.. tapii sungguh 'ngangeni'..

    ReplyDelete
  4. mudik selalu identik dengan wisata kuliner ya Mbak. Semua ngangeni.

    Btw, aku udah 3 tahun nggak mudik ke Bukittinggi :)

    ReplyDelete
  5. @Mba Dewi : Mudik berarti mencicipi kuliner kampung halaman.. Selalu 'ngangeni'.. hehe..

    Mba.., 3 th. belum mudik..?? Waahh.., tak rindukah dg suasana kampung halaman..??
    Tapii.., dimanapun tempat kita berada saat ini.. bersama kel. tercinta.. bersama orang2 yg selalu tersenyum, menyayangi & memperhatikan kita.. semua akan terasa indah, bahagia & menyenangkan..

    Thx. atas kunjungan-nya.., mba..

    ReplyDelete
  6. wuihhh........ lengkap tenan kii kang :) mantafff!!!

    ReplyDelete
  7. @Belajar Photoshop : makasih, mas.. : ) Kapan nih.., jalan-jalan ke Kediri..??

    ReplyDelete
  8. ..
    pas mudik kemarin saya cuman sempet beli tahu taqwa saja, soalnya gak punya banyak waktu.. :(
    ..

    ReplyDelete
  9. Mantap...! patut dicoba nih...terima kasih infonya

    ReplyDelete
  10. terimakasih mas fajar, racikan resep es campur eyang saya(p.wito) telah menjadi klangenan kuliner sampeyan....salam

    ReplyDelete
  11. artikel dan foto-fotonya keren keren boss.. Terimakasih infonya

    ReplyDelete
  12. Informasinya sangat menarik. Nice info. Thx :)

    ReplyDelete
  13. wach beliur kawan jadinya......????? jadi teringat kampung halaman,yang ku tinggal 16 th silam

    ReplyDelete