Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Thursday, 22 October 2009

Wisata Religi di Daarut Tauhiid Bandung

Saat Bapak Penghulu mengakhiri pembacaan do'a buat mempelai pengantin, 
serentak yang hadir mengucap Amiin dengan penuh rasa syukur. 
Aura kebahagiaan dan rasa haru 
memenuhi tempat berlangsungnya prosesi akad nikah dik Hari dan dik Sholihah.


Ya.., kali ini keluarga besar Kediri dan Surabaya berada di Bandung dalam rangka pernikahan adik. Dik Hari menyunting mojang priangan yang cantik dan sholeha.

Acara resepsi pernikahan berlangsung meriah dan penuh keakraban. Kami merasa menikmati wisata Budaya yang berpadu dengan wisata Kuliner.

...Menikmati dialog bahasa Sunda yang terdengar asing, aneh..
namun indah bagi telinga Jawa kami.
Menikmati alunan lagu-lagu Sunda, menikmati denting kecapi.. 
dan suara seruling.. yang melankolis dan syahdu.
Menikmati sop buah yang segar, siomay, mie kocok
dan makanan khas Bandung lainnya yang sedap dan lezat...

Selamat berbahagia buat dik Hari dan dik Sholihah. 
Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. 
Aamiin...

Acara selanjutnya... sudah pasti...!!! Keliling Bandung yang permai, menikmati keelokan alam Parahyangan.

Jalan-jalan keliling Bandung

Pagi ini, udara terasa sejuk. Mendung masih menyelimuti bumi Parahyangan. Sisa-sisa hujan semalam masih tampak membasahi jalanan. Angin berhembus pelan, melepaskan aroma tanah basah.

Rombongan kel. Kediri dan Surabaya sudah berkumpul di pelataran rumah kel. dik I'at, siap untuk jalan-jalan keliling Bandung.

Kami sempat bingung menentukan tujuan wisata. Ada ratusan tempat menarik di Bandung. Wisata belanja, wisata alam, wisata petualang, wisata nostalgia atau wisata religi. Liburan kami di Bandung, tinggal hari ini saja, setelah 2 hari disibukkan dengan acara pernikahan.

Akhirnya kami setuju dengan usul dik Hari. Tujuan pertama pagi ini : wisata religi di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid.

Wisata religi di Daarut Tauhiid

Pondok Pesantren Daarut Tauhiid berada di kawasan Bandung Utara, tepatnya di Jl. Gegerkalong Girang. Bangunan kompleks pondok pesantren tampak menyatu dengan perumahan penduduk. Di area pondok pesantren yang luasnya sekitar tiga hektare, berdiri bangunan masjid, gedung serbaguna, mini market, cottage, kafetaria dan gedung perkantoran.

Saat kami tiba di kompleks pondok pesantren Daarut Tauhiid, suasana sudah ramai dengan kegiatan para santri dan wisatawan yang datang berkunjung.

Alhamdulillah, pagi ini pimpinan pondok pesantren yang kharismatik, KH. Abdullah Gymnastiar, sedang memberikan kajian di masjid Daarut Tauhiid. Banyak sekali jamaah yang mengikuti kajian, sehingga masjid kelihatan penuh.

Ibunda, dik I'at dan dik Hasan segera berinisiatif mengikuti kajian, masuk ke dalam masjid dan berbaur dengan para jamaah lainnya. Kami cukup puas menyimak kajian A'a Gym yang ditayangkan lewat layar televisi sambil menemani para jagoan kecil. Ada beberapa TV yang dipasang di luar masjid dan menyiarkan kajian A'a Gym secara langsung. Kami menyimak lewat TV yang dipasang di samping mini market.

Hanya sebentar dik Hasan berada di dalam masjid. Kami jadi heran, berpandangan penuh tanda tanya, ada apa ini...???!! 
"Waahh...!! Aku ngga pe-de di dalam masjid. Semua jamaah pakai baju koko putih dan kopiah putih. Semua serba putih. Aku sendiri yang pakai baju berwarna. Sungkan aku rasanya...," ujar dik Hasan sambil tertawa.  
"Yang penting niatnya, dik...," komentar mbak Etik.
Dik Hasan hanya menggeleng sambil tertawa ,"Lihat disini saja, lewat TV..."

Bertamu ke kediaman A'a Gym

Cukup lama juga kami menemani para jagoan kecil bermain-main di depan mini market. Saat mereka tampak bosan, dik Hari segera mengajak jalan-jalan lagi.
"Ayo nunggu di rumah A'a Gym saja... Ibu sama neng I'at biar nyusul kesana.. ," ajak dik Hari.
Usul dik Hari langsung disambut koor, " Setujuuu...!!!"

Rombongan kecil segera beranjak, berjalan beriringan untuk pindah lokasi. Rumah A'a Gym berada di ujung sebuah gang di kompleks Pondok Pesantren. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Masjid Daarut Tauhiid.


Rumah A'a Gym terlihat asri, teduh dan nyaman. Halaman depan kelihatan luas beralas rumput yang terpotong rapi. Teras panggung yang dilapisi karpet hijau tua seakan menyambut hangat para tamu yang datang berkunjung. Setelah mengucap "Assalamu'alaikum..." , kami langsung duduk di teras, beristirahat, melepas lelah.

 
Dari teras panggung, kami bisa menikmati indahnya taman, yang dipenuhi aneka tanaman hias. Pada dinding taman dipahatkan relief untuk mengalirkan air terjun buatan. Air terjun yang mengalir jernih, mengisi kolam ikan di bawahnya. Suara gemericik air terjun dan semilir angin yang berhembus sejuk makin menambah keasrian rumah A'a Gym. Rumah bergaya pedesaan yang menyatu dengan alam sekitarnya. Hmmm.. rumah yang indah, sejuk, teduh dan damai.

Saat kami santai istirahat di teras, para jagoan kecil asyik berlarian dan bercanda dengan ikan-ikan di kolam.


Ibunda dan dik I'at sudah bergabung lagi dengan rombongan. Aku menyambut Ibu dengan gembira.  
"Wah.., syukurlah.. sebentar lagi A'a Gym akan pulang..."  
"Kelihatannya masih lama, Mbak Nik. Waktu I'at sama Ibu keluar, masih sesi tanya jawab," jawab dik I'at sambil melangkah duduk di teras.

Cukup lama kami menunggu, namun A'a Gym belum juga kembali dari masjid. Kami pengin sekali bisa berfoto bersama A'a Gym dan Teh Ninih di serambi depan rumahnya.

Para jagoan kecil sudah merengek pengin pindah lokasi lagi.  
" Ayo, Bu'... Jalan-jalan lagi," ajak Hanif sambil menggandeng tanganku.
Akhirnya kami berpindah tempat. Kali ini kami silaturahmi ke kantor Yayasan Daarut Tauhiid yang berada tepat di depan rumah A'a Gym.

Peristiwa 10 detik yang dramatis

Para jagoan kecil kembali bermain dengan riang gembira di halaman kantor Yayasan Daarut Tauhiid. Aku dan mas Fadjar sibuk menjaga Hanif  yang bermain kejar-kejaran.

Saat itulah terjadi peristiwa yang dramatis.
-----
A'a Gym dan Teh Ninih berjalan dengan tenang menuju ke rumahnya.
-----
"A'a Gym.....!!!!!" sontak dik Yayuk menjerit melihat sosok A'a Gym.
-----
A'a Gym yang mendengar suara dik Yayuk hanya tersenyum santun sambil melambaikan tangannya. Beliau dan Teh Ninih terus saja berjalan dengan tenang, masuk ke dalam rumah. Sepertinya beliau sudah lelah dan pengin segera beristirahat.
Rombongan lainnya hanya sempat terpana dan tertegun melihat berlalunya A'a Gym bersama Teh Ninih.

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Ilahi
...
("Jagalah Hati" cipt. KH Abdullah Gymnastiar)

Ke Pasar Baru memborong oleh-oleh

Dari kompleks pondok pesantren Daarut Tauhiid, kami melanjutkan lagi tour de Bandung. Saat kami mengutarakan pengin membeli oleh-oleh khas Bandung, dik I'at segera mengajak ke Pasar Baru.

Pasar Baru terletak di Jl. Otto Iskandardinata (Otista). Sekitar jam 11 siang kami sampai di Pasar Baru. Suasana terlihat ramai dan meriah. Tampak para pengunjung yang disibukkan kegiatan berbelanja dan lalu-lalang beragam jenis kendaraan. Mobil angkutan umum yang berhenti seenaknya di pinggir jalan semakin menambah kemacetan. Setelah berputar-putar sebentar, akhirnya kami mendapat tempat parkir yang nyaman.

Di depan pintu gerbang Pasar Baru, rombongan terbagi dua. Para Ibu siap tempur buat cuci mata dan berbelanja, sedang para Bapak dengan sigap mengambil alih tugas menemani empat jagoan kecil.

Sekarang Pasar Baru sudah menjelma menjadi kompleks pertokoaan yang modern. Terdiri dari 7 lantai dan tiap lantainya dihubungkan dengan eksalator.

Melihat suasana Pasar Baru, mata kami terbuka lebar penuh kekaguman. Sangat beragam sekali varian produk yang dijual disini. Mulai dari pakaian wanita, pakaian pria, pakaian anak-anak, keperluan bayi dan segala aksesorisnya. Busana muslim, aneka model jilbab, kaos, jaket, textile dan bahan kebaya tampak memenuhi kios-kios dan butik di Pasar Baru.  
Semuanya serba bagus, keren, indah dan banyak pilihan. Soal harga relatif murah dan ... masih bisa ditawar...!!!

Hanya sampai lantai 4 saja, kami berkeliling mengeksplorasi Pasar Baru.
Kaki sudah terasa pegaaaallll.... Kami turun lagi ke lantai dasar, ke tempat oleh-oleh khas Bandung.

Segala jenis dodol, wajit, keripik oncom, keripik tempe, keripik kentang, aneka jenis kerupuk dan bermacam jajanan lainnya, tersedia lengkap disini.

Penjual  menawarkan dagangannya dengan ramah. Kami boleh mencicipi dulu sebelum memutuskan membeli. Senangnyaaa...!! Melihat jajanan yang enak, legit, fresh dan harganya murah, kami sempat 'panik'. Rasanya pengin memborong semuanya.

"Mbaak..., kok belinya banyak sekali.... Keluarga Bandung sudah menyiapkan oleh-oleh buat dibawa pulang," dik I'at berbisik pelan.
Kami serempak menjawab ,"Tenang saja, dik... yang pesen oleh-oleh juga banyak. Buat tetangga dan teman-teman di kantor."

Selesai berbelanja, kami kembali ke tempat parkir mobil. Para Bapak dan para jagoan kecil tampak segar dan berseri-seri. Waahh.. pasti ada sesuatu, nih...!!
"Enak sekali, Bu'.. Tadi minum es cendol Elizabeth... Segeeerrr..!!!" lapor ananda Hanif.
Pantas saja...!!!

Study Tour ke ITB dan Masjid Salman

Saat dik Hari bertanya pengin kemana lagi sehabis dari Pasar Baru, jawaban yang muncul beraneka ragam.

[Dik Yayuk]       : "Tour belanja di FO, Distro...!!!"
[Me]                  : "Cihampelas Walk... Ci Walk..!!!"
[Adin & Naufal]  : "Ke tempat yang adem, Oom. Disini panas.. gerah.."
[Ibunda]             : "Sudah waktunya Dhuhur. Cari masjid dulu, baru jalan-jalan lagi..."

Dik Hari & dik I'at hanya geleng-geleng kepala mendengar silang pendapat dari anggota rombongan. Akhirnya Mbak Etik mengajukan usul : "Har..., jalan-jalan ke kampusmu saja. Ke ITB..!! Biar jadi motivasi Adin, biar tambah semangat belajarnya. Nanti kalo tamat SMA biar seperti Oom-nya... neruskan kuliah di ITB..."

Dik Hari langsung sumringah mendengar usul mbak Etik. "Begini saja, ya... Ke Masjid Salman dulu buat shalat Dhuhur. Terus ke kantin Salman, makan siang prasmanan... baru jalan-jalan ke ITB... Gimana...???"

Anggota rombongan saling berpandangan dan akhirnya..., "Akuurrr... setujuuu, Boss...!!!  Para jagoan kecil malah bertepuk tangan bahagia. Mama mia...!!!

Menikmati suasana khusyu di Masjid Salman ITB

Semilir angin bertiup lembut dan udara terasa sejuk, saat kami tiba di pelataran Masjid Salman. Masjid kebanggaan warga ITB. Lokasinya tepat berada di depan kampus ITB.

Segera kami mengambil air wudlu dan melaksanakan shalat Dhuhur secara berjamaah. Empat jagoan kecil juga ikut shalat berjamaah secara tertib. Bahagianya melihat mereka... melihat wajah-wajah polos melantunkan gema takbir "Allahu Akbar...".

Suasana masjid yang tenang, sunyi dan sejuk membuat mereka yang sedang shalat, berdo'a dan berdzikir kelihatan begitu khusyu dan damai. Wajah-wajah penuh keikhlasan tampak bermohon ridha, rahmat dan ampunan dari Sang Maha Kuasa.. Allah SWT. Aamiin..

Makan siang di Kantin Salman ITB

Selesai mengerjakan shalat wajib, kami beriringan menuju kantin Salman. Saat kami sampai disana, suasana tampak ramai dan penuh oleh mahasiswa yang sedang menikmati makan siang.

Kantin Salman kelihatan bersih dan teratur. Menu yang tersedia sangat beragam, disajikan secara prasmanan.

[ Dik Hari ]    : "Ayooo... monggo ... milih sendiri sesukanya. Pokoknya... kalo tertarik dengan lauknya, langsung ambil saja, taruh di piring. Harga disini.. harga mahasiswa.. murah-murah... Makanya, ga' usah sungkan-sungkan, yaaa... Ambil sepuasnya... pengin lauk banyak ga' masalah...  Kalo sudah selesai ambil makanan, terus dibawa ke kasir, ya. Tak tunggu disebelah kasir..."

Begitu dapat aba-aba dari dik Hari, anggota rombongan segera bergerak. Ambil piring dan mengitari meja sajian untuk memilih lauk kesukaannya.

"Wah, kesempatan buat wisata kuliner..," pikirku. Jadinya, aku mengambil lauk pauk yang jarang dijumpai di Jawa Timur. Ada lima macam lauk di atas piringku.
Dik Yayuk melirik sekilas ke arah piringku dan berkomentar," Menu yang aneh... Menu tabrakan.. ga' ada serasinya blaass...!!"
"Yang penting ga' penasaran lagi. Di Surabaya... jarang ada lauk seperti ini," jawabku sambil terus memilih-milih menu yang unik.

Mas Fadjar, seperti biasanya.., pilih menu yang aman-aman saja. Ambil sayur sop, empal daging, perkedel kentang, telor mata sapi dan kerupuk ikan. Cool... kesannya.

Setelah memenuhi piring dengan nasi dan lauk-pauk, rombongan berbaris dengan rapi menuju kasir. Dik Hari dengan senang hati dan sigap, membayar semuanya.

Terima kasih.., dik Hari & dik I'at.. Panjang umur.. banyak rezeki.. Amiin...

Menyusuri Taman Ganesha yang rindang

Sebelum menuju kampus ITB, rombongan berjalan-jalan dulu menyusuri Taman Ganesha. Sebuah taman kota yang terletak di Jalan Ganesha, persis di depan kampus ITB, di sebelah Masjid Salman.
 
 

Saat memasuki Taman Ganesha, udara yang sejuk menyegarkan terasa berhembus menyapa kami. Suasana taman begitu asri, teduh dan hijau. Banyak pepohonan besar, rimbun dan tinggi memenuhi sudut-sudut taman. Rindangnya beraneka pepohonan begitu meneduhkan di tengah panasnya cuaca Bandung.

Taman Ganesha dilengkapi dengan bangku-bangku tempat duduk yang dapat digunakan untuk bersantai melepas lelah. Di tengah taman terdapat kolam air mancur. Sayang sekali, siang ini air mancurnya tidak memancar.

Kami beristirahat sejenak di bangku taman, di bawah naungan pepohonan yang rimbun. Semilir angin masih setia berhembus sepoi-sepoi, sejuk dan menyegarkan.

Suara kicau burung terdengar merdu bersahutan. Refleks... kami  menengadah ke atas. Beraneka ragam burung tampak beterbangan dengan lincahnya diantara dahan-dahan pohon besar. Pemandangan yang indah. Menyaksikan burung-burung liar hidup bebas di habitat aslinya.

Jalan-jalan ke kampus ITB

Dari Taman Ganesha, rombongan melangkahkan kaki menuju kampus ITB.
Dik Hari bertugas sebagai pemandu wisata. Dengan gaya yang santai, dik Hari menjelaskan nama dan fungsi gedung-gedung yang berdiri megah di lingkungan kampus. Para jagoan kecil tampak bersemangat dan antusias mengikuti study tour 'menjelajahi' kampus ITB.


Rombongan lainnya memilih untuk beristirahat melepas penat di anak tangga ITB Student Center.

Cukup lama juga kami berada di kampus ITB. Tak terasa hari telah menjelang sore.
Rombongan segera berkumpul untuk bersiap pulang ke Jawa Timur. Rombongan keluarga Kediri diantar ke pool PO Kramat Djati, sedang keluarga Surabaya diantar menuju Stasiun KA Bandung.

Terima kasih buat keluarga besar Bandung, dik Hari & dik I'at. Terima kasih atas segala perhatian, ketulusan dan keramahan yang diberikan kepada kami selama berada di Bandung. Mohon maaf apabila ada perkataan atau perbuatan kami yang kurang berkenan. Semoga Allah SWT. senantisa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin.

(Ernik S.)
Photo by : dik Hari & dik Anton

1 comment: