Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tuesday, 28 July 2015

Yogyakarta : Serunya Liburan ala Backpacker bersama Keluarga


Yogyakarta kota yang penuh pesona.. bagaikan magnet yang begitu kuat..
yang selalu menarik kita untuk kembali datang dan berkunjung kesana..

 Liburan Idul Fitri 1436 H. (20 - 22 Juli 2015)

Untuk kesekian kalinya, kami berlibur (lagi) ke Yogyakarta. Liburan kali ini dengan formasi yang lengkap : mas Fadjar, sy, nanda Hanif dan Laili.

Berkaca dari pengalaman liburan di Yogyakarta / JOGJA beberapa tahun yang lalu, saat itu kami membawa kendaraan sendiri dari Surabaya.
Kami yang masih asing dengan rute jalan di Jogja, beberapa kali terjebak macet gara-gara salah jalan, kesulitan mencari tempat parkir, banyak waktu terbuang karena berputar-putar menuju lokasi wisata dan kendala yang lainnya.., maka liburan kali ini kami sepakat berangkat ke Jogja dengan naik bus umum.

Horeeeee...!! Seneng rasanya, serasa sudah jadi backpacker sejati saja. Hahahaa..


Senin, 20 Juli 2015

Pagi hari yang cerah di Terminal Bungurasih - Surabaya.
Pukul 07.30 WIB, bus Patas Eka mulai melaju perlahan meninggalkan terminal Bungurasih menuju ke Yogyakarta. Tiket bus Patas Eka Surabaya - Jogja Rp. 125.000,- (sudah termasuk service makan di RM. Duta - Ngawi).

Dalam kondisi normal, Surabaya - Jogja dapat ditempuh  sekitar 7 jam. Berhubung masih liburan Idul Fitri, laju bus Eka seringkali terhambat macet di beberapa ruas jalan yang dilewati. Jadinya.., pukul 18.10 WIB. bus Eka baru sampai di terminal Giwangan - Yogyakarta.

Terminal Giwangan Yogyakarta

Setelah istirahat sejenak, kami segera menuju ke halte Trans Jogja (masih dalam area Terminal Giwangan). Tujuan ke Malioboro. Tidak perlu khawatir, apabila belum paham dengan rute jalur Trans Jogja. Bertanyalah pada petugas yang berjaga di halte Trans Jogja. Mereka sangat informatif dan ramah.
Tiket Trans Jogja Rp. 3.600,- untuk sekali jalan.
Catatan : Trans Jogja beroperasi setiap hari mulai pukul 05.30 - 21.30 WIB.


Menuju ke Titik Nol Kilometer

Kami harus turun di halte Museum Biologi (Jl. Sultan Agung, Yogyakarta). Malam ini Trans Jogja tidak bisa melewati Jl. Malioboro, karena ada penutupan jalan sementara. Dari sini masih sekitar 1,3 km. menuju Malioboro. Bagaimana cara ke Malioboro..?? Naik becak ato jalan kaki saja..? Ternyata nanda Hanif & Laili dengan antusias memilih jalan kaki saja..!
Yuukk.., jalan-jalan santai menelusuri jalanan kota Jogja menuju ke Malioboro.

Kami mampir sejenak di Lesehan Sayidan, yang terletak di pinggir Kali Code.

  Istirahat sejenak di Lesehan Sayidan.., 
sambil menikmati pemandangan malam hari Kali Code Yogyakarta

Menikmati nasi goreng gagrak Jogja yang dominan warna coklat karena kecap manis.., beda dengan nasi goreng di Surabaya


Setelah badan kembali bugar, kami meneruskan jalan santai menuju ke Titik Nol Kilometer. Tak berapa lama sampai juga di perempatan yang sangat  terkenal di Yogyakarta. Kawasan Titik Nol Kilometer.

Kawasan Titik Nol Kilometer berada di pusat Kota Yogyakarta, merupakan pertemuan 4 jalan besar : Jl. KH. Ahmad Dahlan, Jl. Panembahan Senopati, Jl. Ahmad Yani dan jalan menuju ke halaman depan Keraton (Alun-alun Utara).

Bangunan-bangunan besar yang berada di sekitar Titik Nol Kilometer Jogja adalah bangunan tua peninggalan Belanda yang terlihat begitu indah, kokoh dan megah. 

Malam ini.., berdiri di keramaian kawasan Titik Nol Kilometer serasa ikut melebur dalam denyut nadi kehidupan Yogyakarta


Kawasan Titik Nol Kilometer sangatlah terkenal dan menjadi favorit para wisatawan yang datang berkunjung ke Jogja. Malam ini, suasana di sekitar Titik Nol Kilometer sangat meriah, semarak dan ramaiiiii.

Ratusan wisatawan, para seniman jalanan dengan segala bentuk kreativitasnya, komunitas hobi dan pertunjukkan seni, berbaur dengan harmonis memadati dan meramaikan kawasan Titik Nol Kilometer. Disini juga disediakan bangku-bangku taman untuk tempat duduk yang nyaman melepas lelah atau sekedar bersantai ria.


Malioboro : Menelusuri jalanan yang bertabur gemerlap lampu kota

Setelah sejenak ikut merasakan euforia yang terjadi di kawasan Titik Nol Kilometer, kami meneruskan langkah menelusuri jalanan Jogja menuju ke Malioboro.

Rencananya kami akan mencari hotel yang berlokasi di sekitar Malioboro. Ternyataaa.., mencari hotel di Malioboro saat liburan Idul Fitri, tak semudah bayangan kami. Kami harus berpetualang menyusuri gang demi gang di Malioboro demi mendapatkan kamar hotel yang masih kosong.
  
Wooww.., ibaratnya bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. Begitu banyaknya hotel / penginapan di kawasan Malioboro tapi semuanya sudah full.
Mas Fadjar dan anak-anak sudah terlihat letih dan lelah.., jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB.
Dan kami belum juga mendapatkan kamar hotel...???!!! OMG...

Alhamdulillaaaahhh.., akhirnya kami berhasil mendapatkan hotel di Jl. Sosrowijayan, Yogyakarta.


Menyenangkan rasanya.., menyusuri gang-gang kecil di Sosrowijayan yang bernuansa unik dan 'Jogja banget'


Menikmati Tugu Jogja dalam pekatnya malam

Hanya sekedar duduk saja.., dan sudah terasa indahnya saat menikmati suasana di Tugu Jogja

Setelah istirahat cukup lama di hotel, sekitar tengah malam, kami bersiap untuk jalan-jalan lagi menikmati suasana di kawasan Malioboro. Meski sudah tengah malam, kawasan Malioboro masih tetap meriah, gemerlap dan ramai dengan hilir mudik para wisatawan.

Kami melangkah santai menyusuri Jl. Malioboro - Jl. P. Mangkubumi sampai akhirnya finish di Tugu Jogja. 

Tugu Jogja merupakan landmark Kota Yogyakarta yang paling terkenal. Tugu Jogja berada tepat di tengah perempatan Jl. P. Mangkubumi, Jl. Jendral Soedirman, Jl. A.Moh. Sangaji dan Jl. Diponegoro.

Jarum jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari, saat kami duduk santai menikmati pemandangan indah Tugu Jogja. Meski waktu sudah dini hari tapi area di sekitar Tugu Jogja masih ramaiiii dengan pengunjung dan lalu-lalang kendaraan. 
Yogyakarta sepertinya kota yang tak pernah tidur.

Sekitar pukul 02.00 dini hari, kami sudah berada di hotel lagi. Istirahat dan tidur yang lelap.., menyiapkan energi untuk kegiatan jalan-jalan selanjutnya.


Yogyakarta, Selasa 21 Juli 2015

Sarapan Pagi : Soto Ayam Pak Gareng depan Stasiun Tugu

Inilah tempat sarapan pagi yang sangat terkenal di Yogyakarta. Hanya sebuah warung kaki lima, namun selalu ramaiiii pengunjungnya. Kami harus antri lebih dari setengah jam, untuk bisa menikmati kelezatan Soto Ayam Pak Gareng.

Lokasi warung Soto Ayam Pak Gareng berada di dekat Stasiun Tugu. Kami jadi bisa merasakan suasana yang khas saat sarapan pagi disini. Merasakan segarnya semilir angin pagi, mendengar suara alarm palang pintu perlintasan kereta api dan suara gemuruh roda kereta api yang beradu dengan rel saat lewat di perlintasan Malioboro Stasiun Tugu.


Hhmm.., antrinya lama karena pengunjungnya sangat ramai, namun senyum selalu terkembang.. meski sudah dilanda lapar

Masih menggunakan anglo berbahan bakar arang untuk memanaskan kuah soto

Kuah soto yang mengepul panas berwarna bening, terasa ringan bumbunya, namun... rasanya sungguh gurih, segar dan lezaattt.. 
Tak heran jika banyak sekali pelanggannya.
Sarapan pagi yang menyegarkan dan menghangatkan badan


Soto Ayam Pak Gareng
Jl. P. Mangkubumi (utara Jl. Malioboro)

Lokasi : berada di trotoar Jl. P. Mangkubumi, depan Stasiun Tugu Yogyakarta

Buka : mulai pukul 06.00 WIB. sampai siang hari.


Menanti kereta yang lewat, mendengarkan suara gemuruhnya.., 
di perlintasan Kereta Api Malioboro Stasiun Tugu Yogyakarta


Menjadi Lebih Pintar di Taman Pintar Yogyakarta

Setelah merasakan sensasi antri dan menikmati lezatnya Soto Ayam Pak Gareng, kami beranjak menuju ke halte Trans Jogja Mangkubumi.

Tujuan wisata berikutnya : 
Taman Pintar Yogyakarta dan Museum Benteng Vredeburg.

Untuk menuju ke Taman Pintar, kami menggunakan transportasi Trans Jogja. Naik dari halte Mangkubumi lantas turun di halte Senopati Taman Pintar.

nanda Laili : lagi 'beraksi' di panggung Taman Pintar Yogyakarta

Tempat wisata yang dapat memperluas wawasan, menghibur dan sangat menyenangkan bagi anak-anak.
Kami bisa bebas bermain, belajar, berani berekspresi dan berpetualang di Taman Pintar Yogyakarta.


Istirahat dan makan siang di food court Taman Pintar Yogyakarta


Taman Pintar Yogyakarta
Jl. Panembahan Senopati No. 1-3, Yogyakarta

Lokasi : berdekatan dengan Malioboro, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, Titik Nol Kilometer dan Keraton Yogyakarta.

Buka   : Selasa - Minggu  pukul 09.00 - 16.00 WIB.
Tutup : Senin (kecuali Hari Libur Nasional buka)

Harga Tiket :
Rp. 10.000,- (anak-anak)
Rp. 18.000,- (dewasa)

Wahana yang terdapat di Taman Pintar :
Playground, Gedung Memorabilia, Gedung Oval, Gedung Kotak, Wahana Bahari, Gedung PAUD, Gedung Planetarium, Desaku Permai, Rumah Batik dan Rumah Gerabah.
 
Fasilitas Pendukung di Taman Pintar :
Masjid, ruang perpustakaan, ruang pertunjukan, ruang petualangan, ruang profesi, ruang religi & budaya, food court, kios souvenir, toko buku, toilet dan halaman parkir yang cukup luas.


Mengagumi Kemegahan Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta  
disini mengingat kembali sejarah perjuangan rakyat Indonesia yang pantang menyerah melawan penjajahan untuk meraih kemerdekaan Indonesia


Ruang diorama Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta
Terlihat museum dikelola dengan sangat baik dan serius. Ruang diorama tampak bagus, indah, megah dan sangat lengkap koleksinya


Semangat menjelajahi bagian-bagian yang tersembunyi di Benteng Vredeburg

Menjelajah dan mengelilingi Benteng Vredeburg bagian atas.
Pada jaman dulu berfungsi sebagai tempat pertahanan, pengintaian dan penempatan beberapa meriam


 
Pos Penjagaan
Di balik dinding Benteng Vredeburg yang tebal, kokoh dan tangguh 

 Senang sekali.., tour keliling Museum Benteng Vredeburg.  
Sangat berkesan dan menambah wawasan tentang kebangsaan..


Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta
Jl. Jend. A. Yani No. 6, Yogyakarta

Lokasi : berdekatan dengan Malioboro, Pasar Beringharjo dan Titik Nol Kilometer. 

Jam Buka Museum :
Selasa - Minggu pukul 07.30 - 16.00 WIB
Senin LIBUR

Harga Tiket :
Rp. 2000,-


Di Alun-Alun Kidul : Mendengarkan alunan merdu suara musisi jalanan

Sekitar pukul 15.00 WIB, kami menyelesaikan tour Taman Pintar dan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Waktunya kembali ke hotel untuk istirahat. Menyiapkan energi untuk jalan-jalan malam hari nanti.
Tujuan wisata :  ke Alun-alun Kidul Jogja.

Malam hari, sekitar pukul 22.00 WIB. kami berangkat ke Alun-alun Kidul Jogja.
Transportasi : naik becak dengan rute Malioboro - Alun-alun Kidul Jogja (pp).

Menikmati luasnya Alun-Alun Kidul Jogja
nanda Laili : asyik menerbangkan baling-baling bambu yang bisa bercahaya..


 Pemandangan khas di Alun-alun Kidul Jogja : kendaraan becak hias dengan aneka lampu warna-warni yang berjalan pelan beriringan. 
Pengunjung bisa menyewa becak hias untuk mengelilingi Alun-alun Kidul.
Sangat eye catching.. sangat meriah..!!
 

Nongkrong santai di lesehan Alun-alun Kidul.  
Menikmati alunan merdu suara musisi jalanan. Malam semakin larut.. dan lagu-lagu yang didendangkan terdengar semakin indah dan romantis..

Hey Jude, don't make it bad
Take a sad song and make it better
Remember to let her into your heart
Then you can start to make it better...
 


Yogyakarta, Rabu 22 Juli 2015

Keraton Yogyakarta dan Taman Sari : Kemegahan yang menyimpan cerita historis

Agenda jalan-jalan hari ini : 
sarapan pagi di Sentra Gudeg Wijilan, mengunjungi Keraton Yogyakarta, Taman Sari, Kampung Kauman dan Masjid Gedhe Kauman.

Transportasi : naik becak (start dari Jl. Malioboro).

Namanya Pak Widi.., bukan hanya sekedar pengemudi becak saja, tapi juga merangkap sebagai guide yang handal. 
Sepanjang perjalanan.., sambil mengayuh becak, Pak Widi terus bercerita dan menunjukkan tempat-tempat yang bersejarah di  Malioboro dan sekitarnya.


Tujuan partama : Sarapan Pagi di Sentra Makanan Khas Gudeg, Wijilan, Yogyakarta

Suasana pagi hari di Sentra Makanan khas Gudeg - Jl. Wijilan


Gudeg Wijilan "Bu Widodo" Yogyakarta


 Monggo.., dipilih sesuai selera, yaa..


Menikmati sarapan pagi khas Jogja : nasi gudeg yang lezaatt..
Pagipun semakin indah dengan iringan lagu-lagu merdu dari musisi jalanan.., kali ini lagu nostalgia favorit mas Fadjar.. Let it Be Me

I bless the day I found you
I want to stay around you
And so I beg you
Let it be me..


Tujuan wisata berikutnya : 
Keraton Yogyakarta dan Taman Sari.


Keraton Yogyakarta : Indah, megah dan penuh makna historis

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta terletak di pusat kota Yogyakarta. Halaman depan Keraton adalah Alun-alun Utara, sedangkan halaman belakang adalah Alun-alun Selatan / Kidul.

Keraton Yogyakarta didirikan oleh Pangeran Mangkubumi, yang bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I, pada tahun 1755 M.
Sampai sekarang ini, kompleks Keraton Yogyakarta masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sultan dan keluarganya beserta para abdi dalem.

Sebagian kompleks Keraton Yogyakarta merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik Kesultanan, replika pusaka Keraton, berbagai macam gamelan, foto-foto dan silsilah para Raja Kesultanan Yogyakarta, benda-benda bernilai seni tinggi dan masih banyak yang lainnya.

Jam buka Keraton Yogyakarta :
Senin - Minggu : 09.00 - 14.00 WIB
Khusus hari Jum'at : 09.00 - 12.00 WIB.

Harga tiket :
Rp. 5000,-
Ijin Video / Photo Rp. 2000,-







Taman Sari Yogyakarta : Keindahan dan keanggunan masa silam yang tetap lestari hingga saat ini

Taman Sari terletak di sebelah barat Keraton Yogyakarta.
Taman Sari dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I, pada tahun 1758 – 1765.

Pada jaman dulu, sekitar 250 tahun yang silam, Taman Sari merupakan sebuah taman tempat rekreasi / peristirahatan dan tempat pemandian bagi para keluarga Keraton. Taman Sari juga difungsikan sebagai benteng pertahanan Keraton serta tempat ibadah.

Taman Sari Jogja sampai sekarang ini masih terawat dengan baik, terlihat indah dan terjaga kelestariannya.
 
Taman Sari Yogyakarta
Semoga tetap terpancar keindahannya dan terjaga kelestariannya..


Pada saat mengunjungi Taman Sari, sebaiknya menggunakan jasa guide.
Para Bapak Guide pada umumnya merupakan abdi dalem Keraton Yogyakarta yang bertugas di Taman Sari. Bapak Guide akan memandu kita menjelajahi dan menjelaskan tentang apa saja yang terdapat dalam kompleks Taman Sari Yogyakarta.

Beruntung sekali kami dipandu oleh Bapak Guide yang ramah dan berpengalaman. Dengan sangat telaten, Bapak Guide memandu kami menjelajahi satu persatu bagian-bagian yang ada di kompleks Taman Sari, sambil menjelaskan tentang sejarah, fungsi dan kisah tentang Taman Sari.

Dimulai dari gapura Taman Sari, pelataran, taman, menara, kolam pemandian, simbol-simbol yang penuh makna filosofis, ruang ganti, kamar peristirahatan, tempat ibadah, dapur, gudang, dan yang paling seruuuuu... saat diajak menelusuri lorong-lorong bawah tanah menuju ke Masjid Sumur Gumuling.

Jam Buka Taman Sari :
Setiap hari 08.00 - 14.00 WIB

Harga Tiket :
Rp. 5000,-  

Ssst.., ada sang putri lagi bersantai menikmati keindahan Taman Sari

Sebaiknya menggunakan jasa guide bila berkunjung ke Taman Sari. 
Kami dibuat takjub saat diajak berkeliling Taman Sari Yogyakarta.., melewati jalan-jalan dan lorong-lorong yang tersembunyi. Serasa sedang berpetualang kembali ke masa silam..


Lagi serius, nih..! Mendengarkan penjelasan tentang sejarah, fungsi, cerita & kisah Taman Sari dari Bapak Guide. 
Banyak penjelasan dan cerita dari Bapak Guide tentang Taman Sari, yang tidak akan ditemukan di buku sejarah manapun, hanya cerita turun-temurun dari para abdi dalem Keraton Yogyakarta. Hhmm.., cerita yang sungguh fantastis.


Menyusuri lorong-lorong rahasia, hingga sampai ke Masjid  bawah tanah Sumur Gumuling Taman Sari.


Tidak terasa hari sudah beranjak siang, saat kami selesai berkeliling, menikmati kemegahan dan pesona Taman Sari Yogyakarta. Waktunya untuk makan siang dulu, memulihkan energi dan menyegarkan badan lagi.

Selesai makan siang, kami segera meneruskan ke tujuan berikutnya : mengunjungi Kampung Kauman dan Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta.


Menjelajah Kampung Kauman : Napak tilas jejak perjuangan 'Sang Pencerah' KH. Ahmad Dahlan

Senang sekali..! Mengunjungi kampung Kauman melalui sebuah gapura yang terletak di Jl. Kauman, Yogyakarta

Memenuhi keinginan nanda Hanif, kami mengunjungi kampung Kauman, Yogyakarta.

Nanda Hanif pingin melihat kampung Kauman secara nyata, tidak hanya sebatas penjelasan seperti yang tertera di buku KMD (Kemuhammadiyahan) saja.

Karena disinilah, di kampung Kauman Yogyakarta, cikal bakal berdiri dan berkembangnya organisasi Islam Muhammadiyah.
Di kampung Kauman Yogyakarta, Sang Pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan dilahirkan, tempat beliau tumbuh besar dan memulai perjuangan untuk menegakkan ajaran agama Islam yang sebenarnya.


Langgar KH. Ahmad Dahlan
Langgar yang bersejarah di kampung Kauman, Yogyakarta. Dahulu, langgar inilah yang digunakan KH. Ahmad Dahlan sebagai tempat beribadah dan berda'wah semasa hidupnya.


 SD Muhammadiyah Kauman, Yogyakarta
(bermula dari sekolah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan yaitu Pawiyatan Wanita Muhammadiyah)

Siang hari ini, suasana di kampung Kauman tampak sepi dan lengang.
Kami melangkah pelan menyusuri gang-gang sempit diantara rumah warga, sambil sesekali berhenti untuk menikmati atmosfer kampung Kauman.
Senang sekali rasanya, berjalan menyusuri lorong-lorong kampung Kauman yang sarat dengan kisah sejarah masa lalu.

Hari sudah semakin siang, kami terus melangkah menyusuri lorong-lorong yang terlihat elok dengan banyaknya bangunan tua, hingga akhirnyaaa.., sampailah kami di halaman Masjid Gedhe Kauman.


Berada dalam keheningan dan suasana khusyu' Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta

Masjid Agung biasa disebut Masjid Gedhe Kauman oleh warga setempat


Masjid Gedhe Kauman atau juga disebut Masjid Agung Yogyakarta atau Masjid Besar Yogyakarta atau Masjid Raya Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lokasi Masjid Gedhe Kauman berada di sebelah Barat kompleks Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta.

Berdasarkan catatan sejarah, Masjid Gedhe Kauman dibangun pada tahun 1773 M., pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I. 
Masjid Gedhe Kauman secara simbolis menunjukkan bahwa keberadaan Sang Sultan, disamping sebagai pemimpin bagi masyarakatnya dan panglima perang, juga sekaligus sebagai pemimpin agama bagi rakyatnya.

Sejak mulai didirikan, Masjid Gedhe Kauman sudah beberapa kali mengalami renovasi. Renovasi baik berupa pemugaran maupun perluasan area masjid hingga berbentuk megah seperti yang terlihat sekarang ini.


Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta 
Masjid Gedhe yang berdiri megah dan indah, sarat dengan makna filosofis dan nilai historis yang tinggi


Berada dalam keheningan dan suasana khusyu' di Masjid Gedhe Kauman, membuat kami merasa begitu damai, tentram dan tawadhu'


Setelah menunaikan sholat Dhuhur di Masjid Gedhe Kauman, maka berakhir sudah perjalanan wisata kami di Yogyakarta.

Masih tetap diantar dengan becaknya Pak Widi, kami kembali ke hotel di Jl. Sosrowijayan untuk check-out dan bersiap kembali pulang ke kota Surabaya.

Maturnuwun sanget.., Yogyakarta..
Kotamu sungguh indah, penuh pesona dan begitu istimewa..

Surabaya.., kami kembali..!!



Alhamdulillahirobbil'alamin..,

Terima kasih buat keluarga tersayang..
Saat liburan selalu menyenangkan.., teristimewa saat bersama dengan kalian..
Semoga kita semua selalu diberi berkah sehat wal’afiat, diberikan kelancaran dalam segala urusan dan senantiasa dalam naungan ridho Allah SWT.

Aamiin Ya Robbal Alamiin..

Ernik S.
Photo by : Fadjar ER & Ernik S.


6 comments:

  1. pengalaman yang menarik sob, jogja emang gak ada habisnya kalau di ceritain.

    ReplyDelete
  2. wah tmpat nya sangat kren tu mas jadi kepengen sy nyabain berlibur ke kota jogja he

    ReplyDelete
  3. kuliner di jogja naampa nya lejat lejat sekali serta tmpat wisata yang begitu indah memang pngalam yang sangat menarik buat si emas,,tq ya mas udah sher sehingga sy bisa tau bertaoa indah nya jogja,,

    ReplyDelete
  4. Photo Prewedding sambil berlibur ke Bali?? Hanya Rp. 5.000.000 Sudah termasuk : • Penjemputan dari bandara ngurah rai ke hotel tempat menginap • Menginap 2 malam 3 hari di hotel / bungalow (Kuta /Ubud/Sanur) • Photo prewedding (Art Centre Denpasar, Makan siang di restaurant kintamani, Toya bungkah dan Ubud) • Gratis 1 x tour mengunjungi objek wisata di Bali dan drop ke bandara ngurah rai (durasi 10 H) Silahkan hubungi kami di http://www.3daysphotography.com/ Mobile : 081238128654 Pin : 524E0631

    ReplyDelete
  5. OKeee Mencoba browsing mencari Info Paket Backpacker Karimunjawa yang menyediakan Paket Wisata Karimunjawa Murah atau Agen Travel Karimunjawa dengan pelayanan yang istimewa sementara menyiapkan Spesial Honeymoon Karimunjawa yang Romantis, mencari juga Tiket Kapal Karimunjawa untuk mengetahui update Jadwal Kapal Penyeberangan ke Pulau Karimunjawa, atau mencari Open Trip Karimunjawa biar rame dan lebih seru dan mau nyari barang-barang funiture HD Furniture Jepara

    ReplyDelete